Advertisement

KARL MARX, (1818-1883) seorang ahli filsafat berkebangsaan Jerman yang menciptakan teori baru tentang perubahan historis yang didasarkan atas konflik antara kelompok yang bersaingan dalam bukunya yang berjudul: D as Kapital, Volume pertama diterbitkan pada tahun 1867, dan volume- volume berikutnya yang disunting oleh Friedrich Engles diterbitkan pada tahun 1885 dan 1894. Marx menyatakan bahwa pada setiap tahap dalam sejarah, suatu kelas tertentu dalam masyarakat akan berkuasa dikarenakan kepemilikannya atas alat-alat produksi. Bagaimanapun, kelas yang lain akan tetap mengembangkan kepentingan-kepentingannya yang bertentangan dengan kepentingan-kepentingannya yang bertentangan dengan kepentingan-kepentingan kelas yang dominan. Pada akhirnya kelas yang baru itu akan menjatuhkan kelas yang lama dan menciptakan dirinya sendiri sebagai suatu kelompok dominam yang baru. Contoh: dalam feodalisme, kaum ningrat berkuasa dikarenakan kendali mereka terhadap tanah, kemudian mereka memberikan jalan atau kesempatan pada kapitalitas yang memperoleh kekuasaan dikarenakan kendali mereka terhadap modal.
Kapitalis atau para pemilik modal mampu melakukan tawar-menawar yang keras dengan para pekerja tentang tingkat upah, dan pemerasan kelas pekeija melalui upah rendah memungkinkan para pemilik pabrik untuk mengumpulkan kekuatan monopoli. Para pekerja menghasilkan barang dan jasa yang bernilai akan tetapi karena mereka dibayar sedemikian kecilnya, para pemilik modal mampu untuk mengambil sebagian besar dari nilai itu untuk mereka sendiri dalam bentuk laba yang tinggi. Marx memprediksi bahwa pemerasan ini pada akhirnya akan membangkitkan suatu revolusi di mana ‘rakyat kecil yang memiliki sedikit tanah’ akan menggulingkan para pemilik modal yang dominan dan mengambil alih alat-alat produksi. Pada awalnya dibawah sosialisme, aktiva- aktiva produktik bangsa akan diperoleh dan dikendalikan oleh negara akan tetapi pada akhirnya di bawah KOMUNISME (COMMUNISM) para pekerja sendiri secara kolektif akan memiliki akat-alat produksi, sehingga barang dan jasa didistribusikan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan manusia. Lihat juga CENTRALLY-PLANNED ECONOMY, LABOUR THEORY OF VALUE.

Advertisement
Advertisement