Advertisement

Pejuang yang memimpin pemberontakan terhadap Kompeni Belanda pada abad ke-17. Pemberontakan itu berlangsung bertahun-tahun dan melibatkan Kerajaan Mataram pada iaman pemerintahan Amangkurat II dan III. Kompeni Belanda mengejarnya mulai dari Batavia (kini Jakarta), pedalaman Jawa Barat, Jawa Tengah, dan berakhir di Jawa Timur.

Seorang saudagar Belanda membelinya sebagai budak ketika saudagar itu berkunjung ke Pulau Bali. Dengan memiliki budak itu, saudagar Belanda itu sering memperoleh keberuntungan sehingga menamai budak itu Untung. Di Batavia, Untung kecil ditugaskan menjaga anak gadis majikannya. Ketika ia dan anak gadis itu t mbuh menjadi remaja, Untung jatuh cinta kepadanya. Mereka terlibat asmara sampai akhirnya gadis itu hamil. Marah besar, majikannya lalu mengusir Untung dan memulangkan anak gadisnya ke Belanda.

Advertisement

Kehilangan mata pencaharian, Untung melamar menjadi serdadu Kompeni. Karena kecer- d isan dan keterampilannya, ia naik pangkat dengan cepat. Menyandang pangkat letnan, ia selalu berhasil memimpin pasukannya memadamkan Patung Untung Surapati berbagai pemberontakan

kecil. Suatu saat, ia bertengkar dengan seorang vaan drig (pembantu letnan) dan akhirnya, dalam suatu insiden, vaandrig itu terbunuh. Karena peristiwa ini, ia diajukan ke pengadilan.

Di pengadilan militer ia dianggap bersalah dan dijatuhi hukuman. Untung merasa diperlakukan tidak adil. Dengan mengajak nara pidana lainnya, ia melarikan diri dari penjara. Selama masa pelarian itu anggota kelompoknya bertambah karena serdadu Kompeni bekas anak buahnya juga membelot dan mengikutinya. Dari Batavia pasukannya bergerak ke Bogor lalu ke arah timur. Di suatu tempat dekat Sungai Citarum, pasukannya bertemu dengan pasukan Pangeran Kornel, Bupati Sumedang, yang dimintai bantuan oleh Kompeni untuk menangkapnya. Namun, setelah Pangeran Kornel mengetahui alasan Untung melakukan pemberontakan, ia tidak jadi menangkapnya, bahkan berbalik melindunginya. Pangeran Kornel lalu menambahkan nama Surapati di belakang Untung serta menghadiahkan sebilah keris kepadanya. Sejak itulah ia dikenal dengan nama Untung Surapati.

Sesudah perjumpaan dengan Pangeran Kornel, Untung Surapati memimpin pasukannya menuju Cirebon kemudian ke Kartasura, ibu kota Mataram. Sunan Amangkurat II, penguasa Mataram waktu itu, menerima kedatangannya beserta pasukannya serta memberikan perlindungan. Untuk menangkap Untung, Kompeni mengirim pasukan ke Mataram di bawah pimpinan Kapten Tack. Di alun-alun Kartasura, pecah pertempuran antara pasukan Kompeni dan pasukan Untung. Dalam pertempuran itu, Untung berhasil membunuh Kapten Tack dengan menggunakan tombaknya.

Untung Surapati lalu memimpin pasukannya bergerak ke Jawa Timur setelah terlebih dahulu menerima gelar Pangeran Arya Wiranegara dari Kerajaan Mataram. Selanjutnya, pasukannya menyerang Pasuruan, mengusir Kompeni yang berpangkalan di kota itu, dan kemudian menetap di kota itu. Dari Pasuruan ia meluaskan daerah kekuasaannya ke Malang, Kediri, Jember, dan Blambangan. Ketika Kompeni Belanda menyerbu dengan pasukan berjumlah besar, Untung Surapati gugur tertembak (1706).

Pujangga Abdul Muis menuliskan riwayat perjuangan Untung Surapati sejak kecil sampai saat gugur, dan buku itu menjadi salah satu best seller pada 1955-an.

Incoming search terms:

  • Arti suropati
  • Suro pati artinya adalah
  • arti wiranegara
  • arti suro pati
  • arti nama suropati
  • arti untung suro
  • arti dari suropati
  • arti nama surapati dalam bahasa jawa
  • arti nama abdul muis
  • Arti kata suropati

Advertisement
Filed under : Uncategorized,

Incoming search terms:

  • Arti suropati
  • Suro pati artinya adalah
  • arti wiranegara
  • arti suro pati
  • arti nama suropati
  • arti untung suro
  • arti dari suropati
  • arti nama surapati dalam bahasa jawa
  • arti nama abdul muis
  • Arti kata suropati