Advertisement

Dalam usaha untuk membuat perahu sebagai suatu teknologi yang muncul dari kebudayaan masyarakat Bugis, pembuatan perahu akan berkaitan dengan pranata sosial lain yang berlaku dalam masyarakat, salah satu pranata sosial yang sangat erat kaitannya adalah pranata keyakinan. Dengan adanya pranata keyakinan dalam sistem teknologi yang ada, maka dalam pembuatan perahu terdapat juga upacara-upacara yang berkenaan dengan keselamatan terhadap proses dan hasil pembuatan perahu yang bersangkutan. Upacara-upacara yang dilaksanakan meliputi hal sebagai berikut..

  1. Upacara penebangan kayu. Sebelum dilakukan upacara penebangan, terlebih dahulu dilakukan pencarian bahan. Setelah proses pemilihan bahan, dimulailah persiapan berkenaan dengan rencana penebangan, yang diawali dengan upacara tertentu. Kayu yang menjadi bahan utama antara lain kayu jati, kayu besi, kayu bayan,kayu suryandan lainnya. Tujuan upacara ini ialah agar kekuatan-kekuatan supernatural di alam atau di pohon-pohon tidak mengganggu para pekerja. Di samping itu melalui upacara diharapkan pekerjaan akan lancar dan berhasil baik.
  2. Upacara annattardilakukan pada saat ujung lunas akan dipotong untuk disamb’ung dengan sambungan kayu lainnya. Upacara ini biasanya diikuti dengan sesaji dan sarana-sarana lainnya, yang antara lain terdiri dari pedupaan untuk membakar kemenyan, ayam, satu sisir pisang panjang, dan kain putih.
  3. Upacara appasiki-dilakukan untuk menolak bahaya yang mengancam. Sesaji atau sarana upacara lain terdiri dari kue-kue tradisional. Dalam upacara tersebut dilakukan pembacaan doa-doa yang dilaksanakan di atas peraiiu (barasanji),dan seorang guru membacakan mantra sebagai penolak bala.
  4. Upacara ammasidilakukan menjelang pembuatan perahu selesai. Upacara ini dapat diidentikkan dengan upacara pemotongan pusat bayi. Upacara dilakukan dengan memberi pusat pada bagian pusat (tengah perahu) atau kalebi seang,dan sesaji yang dipergunakan antara lain: pisang, kelapa, ayam, dan gula merah.
  5. Upacara peluncuran diselenggarakan pada peluncuran perahu pertama kali di laut. Sesaji yang dipergunakan antara lain nasi, telor satu butir, ijuk, macam-macam jajan, daun pandan, bunga melati, dan lamingan (Masrury, 1994-1995).

Advertisement
Advertisement