MENGENAL WILBUR SCHRAMM

131 views

Seperti disebutkan tadi nama-nama Harold Lasswell, Kurt Lewin, Paul Lazarsfeld, dan Carld Hovland, dinilai sebagai bapak ilmu komunikasi oleh Wilbur Schramm. Lalu, kini timbul pertanyaan, sebagai apakah peranan Wilbur Schramm sendiri yang jelas-jelas tidak kecil peranannya dalam mengembangkan komunikasi sebagai disiplin ilmu. Penulis sendiri menilai Schramm lebih dari Lasswell, Lewin, Lazarsfeld, dan Hovland dalam perjuangannya menjadikan komunikasi sebagai disiplin ilmu. Penilaian penulis ini bukan disebabkan Schramm pernah memberikan studium generate pada para mahasiswa Fakultas Publisistik Universitas Padjadjaran, di mana penulis adalah salah seorang pendengarnya, bukan karena alasan yang naif itu, tetapi berdasarkan kajian terhadap karya tulis Schramm yang begitu banyak dan berbobot serta komentar para pakar komunikasi, baik di Amerika Serikat maupun di negara-negara lain.

Everett M. Rogers menjuluki Schramm bukan sebagai perintis atau bapak ilmu komunikasi, melainkan sebagai “institulizer of communication research”, sebagai pelembaga penelitian komunikasi (Rogers, 1986: 108). Memang, diakui oleh para pakar komunikasi bahwa tanpa Lasswell, Lewin, Lazarsfeld, dan Hovland, ilmu komunikasi tidak akan pernah memperoleh status seperti sekarang ini. Keempat pendiri tersebut men-duduki tempat utama dalam jaringan pakar-pakar ilmu sosial pada masa-nya. Mereka mengajar di Universitas-universitas elit, muncul dari pusatnya disiplin mereka, jadi melegitimasi perspektif komunikasi pada bidang perilaku manusia (pemberian suara dalam pemilihan, perilaku konsumen, perubahan sikap, pembentukan opini publik, proses kelompok, dan sebagainya).

Tetapi komunikasi tidak akan populer tanpa Wilbur Schramm. William Paisley dalam karyanya “Communication in the Communication Science” mengatakan bahwa adalah dalam pandangan Schramm melebihi siapa- pun juga bahwa komunikasi mampu menjadi bidang studi secara mandiri. Adalah Schramm yang mendirikan lembaga-lembaga pertama penelitian komunikasi, di Illinois pada tahun 1947 dan di Stanford pada tahun 1956. Baru yang lain-lainnya menyusul. Lembaga-lembaga tersebut menyeleng-garakan penelitian ilmiah, melatih Ph.D. baru dalam komunikasi, dan membantu menerbitkan jurnal-jurnal penelitian komunikasi serta merta mendirikan asosiasi ilmiah. Singkatnya, pelembagaan ilmu komunikasi itu telah memungkinkan terwujudnya integrasi teori dan metode untuk me-mecahkan masalah penelitian berikutnya, ilmu komunikasi muncul sebagai suatu disiplin. Pada tahun 1940 dan 1950-an lembaga-lembaga penelitian komunikasi berperan sangat penting bagi ilmu komunikasi untuk tinggal landas. Schramm dilahirkan dan belajar di sebuah kota kecil Marietta, Ohio, melanjutkan studinya untuk memperoleh gelar master di Harvard, dan mendapat gelar Ph.D. Dalam bidang kesusasteraan Amerika di Univesitas lowa, di mana ia kemudian membaktikan diri pada fakultasnya. Schramm memberikan kuliah penulisan kreatif (creative writing) di lowa pada tahun 1930 di mana ia mengepalai lowa Writers’ Workshop di Universitas lowa; ia sendiri adalah penulis fiksi yang sangat berhasil. Schramm memperoleh hadiah O.Henry pada tahun 1942 untuk cerita pendeknya yang berjudul “Bandwagon Smith”, yakni cerita tentang seorang petani dengan traktor terbangnya. Tetapi sebelum Perang Dunia II arah kariernya berubah secara radikal, tatkala ia melakukan studi psikologi dan sosiologi pada tingkat pasca-doktoral. Selama perang Schramm bekerja pada “Office of War Information” di Washington, di mana ia berhubungan erat dengan Lasswell, Hovland, dan pakar-pakar komunikasi lainnya. Pada tahun 1943 Schramm kembali ke lowa City untuk menjadi Direktur Sekolah Jurnalisme. Empat tahun kemudian ia menggabungkan diri pada Universitas Illinois untuk mendirikan Lembaga Penelitian Komunikasi, yang seperti telah disinggungnya di muka merupakan lembaga penelitian komunikasi yang pertama. Adalah di Illinois pula direstuinya kandidat Ph.D. yang pertama dalam bidang komunikasi massa, dan Schramm menjadi Dekan Fakultas Komunikasi yang meliputi jurnalisme, komunikasi lisan, dan unit-unit komunikasi terapan lainnya. Selama aktif di Illinois, Schramm menerbitkan beberapa buku teks tentang komunikasi, antara lain “Mass Communications” (1949) dan “The Process and Effects of Communication” (1954). Juga ia turut merencanakan buku Claude Shannon/Warren Weaver; “The Mathematical Theory of Communication” (1949) untuk diterbitkan di Illinois.

Pada tahun 1956 Schramm pindah ke Universitas Stanford di mana ia mendirikan Lembaga Penelitian Komunikasi seperti halnya di Illinois yang berpola pada model Lazarsfeld. Willard D. Rowland penulis buku “The Politics of TV Violence” mengatakan bahwa sulit sekali untuk menganggap rendah peranan Schramm dalam perkembangan penelitian komunikasi setelah pasca perang. “Mungkin Schramm harus dianggap sebagai pendiri ilmu komu-nikasi yang kelima. Buku-bukunya yang terbit pada dekade lima puluhan dan enam puluhan memaparkan bidang baru studi komunikasi : pengaruh televisi terhadap anak-anak, peranan komunikasi dalam pembangunan negara-negara dunia ketiga, dan arus komunikasi internasional. Tentu saja sumbangan teoritis Schramm kepada ilmu komunikasi tidak kurang dibandingkan dengan empat pendiri ilmu komunikasi lainnya”. Demikian Rowland. Kelebihan Schramm dari empat pendiri ilmu komunikasi yang di-sebutkan tadi, ialah jika mereka kembali ke disiplin ilmu induknya, Wilbur Schramm tidak; ia tetap dan terus menekuninya. Adalah terutama jasa Wilbur Schramm jika ilmu komunikasi di Amerika Serikat mulai dekade enam puluhan hingga kini berkembang dengan pesat. Perkembangan ilmu komunikasi yang didukung oleh ke-majuan teknologi komunikasi itu berpengaruh pula terhadap perkembangan ilmu komunikasi di negara-negara lain di dunia. Demikianlah sekilas mengenai diri para perintis, pelopor, pendiri dan perkembangan ilmu komunikasi sebagai disiplin ilmu baru yang semakin diakui peranannya bagi kemaslahatan umat manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *