Advertisement

MENGENAL YOHANNES PAULUS II – Pemimpin tertinggi umat Katolik seluruh dunia yang bertugas sejak 16 Oktober 1978. Ia adalah paus ke-264 setelah Santo Petrus, dan paus pertama setelah 450 tahun yang bukan warga negara Italia. Paus baru ini berasal dari Polandia.

Nama aslinya Karol Jozef Wojtyla (baca: Voytiwa). Ia lahir dalam keluarga miskin pada 18 Mei 1920 di kota kecil Wadowice, 80 kilometer dari Krakow, bekas ibu kota Polandia. Kalangan dekatnya memanggilnya Karol atau Lolek (dari Karolek). Ibunya, Emilia Kaczorowska, seorang guru, meninggal karena penyakit jantung ketika Lolek berumur sembilan tahun. Empat tahun kemudian, Edward, kakak dan saudara tunggalnya yang sudah bekerja sebagai dokter, meninggal pula menyusul ibunya. Maka Lolek pun dibesarkan hanya oleh ayahnya, seorang pensiunan kapten angkatan darafcPolandia.

Advertisement

Di sekolah, ia kuat dalam pelajaran agama, bahasa Latin, Yunani, Jerman, dan filsafat dasar. Ia pun menggumuli kesenian, terutama di bidang teater. Sampai tamat sekolah menengah, Karol tak pernah menyatakan hasrat untuk menjadi pastor. Karol sebenarnya bercita-cita menjadi aktor, dan belajar drama secara serius. Sesudah lulus dari sekolah menengah, Karol dan ayahnya pindah ke Krakow. Karol masuk Universitas Jagiellon, mengambil jurusan bahasa Polandia.

Ketika tank-tank Hitler menyerbu Polandia pada tanggal 1 September 1939, kampus terpaksa ditutup, dan tanggal 6 November semua staf universitas ditangkap dan dimasukkan ke kamp tawanan Sachsenhausen. Karol dapat melanjutkan studi melalui satu sel rahasia, sambil membantu perjuangan rakyat.

Tahun 1940, pada usia 20 tahun, ayahnya meninggal. Karol tinggal sebatang kara dan jiwanya terguncang dahsyat. Pada saat inilah timbul hasratnya untukmengabdikan diri sebagai seorang pastor. Pada 1942, ketika ia berusia 22 tahun, selagi perang masih berkecamuk, ia masuk seminari – sekolah khusus calon pastor – bawah tanah, tetapi tetap bekerja. Tanggal 6 Agustus 1944, Gestapo mulai memburu semua laki- laki yang berusia 15-50 tahun. Karol bersembunyi di kamarnya selama beberapa hari, dan kemudian disembunyikan Uskup Krakow untuk diselamatkan, karena ia termasuk dalam daftar hitam.

Pada tahun 1945, Polandia dijajah Soviet yang menggantikan Jerman. Karol ditangkap sebab ia pernah menyanyikan lagu-lagu nasional bersama teman- temannya. Tetapi tak lama kemudian ia dibebaskan. Pada tanggal 1 November 1946, ketika Polandia sudah dikuasai kaum komunis, ia ditahbiskan sebagai imam oleh Kardinal Sapieha.

Kepribadiannya menarik kardinal itu, sehingga ia dikirim belajar teologi dan filsafat di Institut Angeli- cum, yang diasuh para pastor Dominikan di Roma. Ketika belajar di universitas itulah ia terpengaruh oleh filsafat via negativa (cara sebaliknya) dari Joha- nes a Cruce, seorang penyair dan mistikus Spanyol. Ia sangat terkesan dengan pandangan Cruce, yang antara lain menyatakan bahwa untuk sampai pada apa yang tak diketahui, orang harus melewati ketidaktahuan. Wojtyla belajar sangat tekun hingga berhasil meraih gelar doktor teologi pada 30 April 1958 dengan predikat magna cum laude. Kembali ke Polandia, ia bertugas sebagai pastor pembantu di Niegowic, sambil berusaha membangun gereja.

Pada tanggal 13 Januari 1964, Wojtyla diangkat menjadi Uskup Agung Krakow. Ia termasuk orang yang mengagungkan Maria. Ketulusan pengabdiannya sebagai gembala semakin diakui, ketika pada 28 Juni 1967, ia diangkat menjadi kardinal. Pada 28 September 1978, Albino Luciani, atau Paus Johannes Paulus I, meninggal. Setelah diadakan konklave (pemilihan paus), diputuskan bahwa yang terpilih menjadi paus adalah Karol Wojtyla.

Paus ini terkenal dengan julukan “Burung Kelana”, rajin terbang ke berbagai negara. Namun, sang kelana bukannya aman dari ancaman. Pada 13 Mei 1981, ia terkena tembakan Mehmet Ali Agca, tetapi lolos dari maut.

Sekarang (1990) ia tetap sebagai dosen Universitas Lublin, Polandia. Pada tahun 1989 Paus berkunjung ke Indonesia selama enam hari. Ia mengunjungi umat Katolik di Jakarta, Yogyakarta, Maumere, Dili, dan Medan. Paus ini suka bergurau. Terhadap sekelompok anak sekolah yang bergembira menyambutnya ia pernah berkata: “Kalian tentu senang karena tidak usah bersekolah!”

Advertisement