Advertisement

Menggambarkan suatu kebudayaan tertentu mula-mulanya, agaknya tidak rumit; cukup saja diperhatikan apa-apa yang dilakukan oleh para warga dari suatu masyarakat dan cara berlaku mereka, lalu dicatat. Tetapi cobalah bayangkan kesulitan-kesulitan yang nyata mungkin dihadapi dalam melakukan hal ini. Siapa saja yang perlu diamati? Bagaimana memilih mereka itu? Dan kesimpulan apalagi yang Anda akan ambil jika dari selusin penduduk asli yang mula-mula dijumpai dan dipelajari, ternyata keduabelasnya berlainan sekali cara berlakunya dalam keadaan yang sama. Memang, dapatlah diramalkan bahwa Anda tidak akan menemui kelakuan yang demikian ekstrem perbedaannya, tetapi dalam kenyataannya ada kecenderungan ke arah variasi perorangan yang menonjol dalam pola-pola kelakuan dari subyek-subyek Anda, juga jika mereka memberi reaksi pada keadaan umum yang sama dan juga bila mereka berlaku sesuai dengan nilai budaya yang ada. Catatan tadi berlaku untuk warga dari masyarakat manusia pada umumnya. Untuk dapat mengerti bagaimana makna yang diberi oleh seorang ahli antropologi kepada cara berlaku yang berbeda-beda itu, akan diberi suatu contoh mengenai permainan sepak bola. Jika orang-orang Amerika mengunjungi pertandingan sepak bola, ketika lagu kebangsaan mereka didengungkan maka dapatlah dilihat bahwa hadirin menunjukkan cara berlaku yang beraneka. Ada yang berdiri dan mendengarkan, ada yang mengangkat topinya; ada anak-anak yang tetap mengunyah jagung bakarnya; bekas tentara berdiri tegak; seorang pemimpin dari para suporter mencari dengan mata pemain kegemarannya di antara barisan para pemain; dan kedua pelatih tim mengambil kesempatan terakhir untuk memberi tinggi nada dari lagu dan mantera-mantera rahasia yang dimaksudkan untuk mematahkan semangat tim lawannya. Namun walaupun ada variasi-variasi perorangan itu, sebagian besar penonton pada umumnya berlaku sama; hampir semua berdiri dengan diam, menghadapi bendera. I agipula, kalau Anda mengunjungi beberapa pertandingan-pertandingan sepak bola di Amerika Anda akan melihat bahwa banyak segi dari kejadian itu adalah sama; aturan-aturan pertandingan tidak pernah berbeda, dan walaupun warna-warna seragam tergantung daripada tim, para pemain tidak pernah muncul dalam pakaian lain selain seragamnya.

Walaupun variasi di antara reaksi perorangan pada perangsang tertentu menurut teori tidak terbatas jumlahnya, sebenarnya ada kecenderungan bahwa reaksi itu berada dalam batas-batas yang mudah diketahui. Anak yang mendengarkan lagu kebangsaan dapat meneruskan makan popcorn (kacang), tetapi ia tidak akan berjingkrak-jingkrak; begitu pula, para pelatih tidak akan berlarian ke tengah lapangan dan merangkul para penyanyi. Variasi dalam tingkah laku, terbatas oleh batas-batas sosial yang wajar dan salah satu tujuan para ahli antropologi adalah mencari batas-batas ini. Mungkin akan dilihatnya, misalnya, bahwa ada batas-batas cara berlaku yang mempunyai tujuan yang praktis; seorang penonton yang mengacaukan pertandingan dengan memasuki lapangan akan disuruh keluar. Batas-batas lain hanya bersifat tradisional. Dianggap wajar bila seorang membuka baju jasnya, jika kepanasan, tetapi penonton-penonton lainnya akan marah kalau membuka pantalonnya, walaupun panasnya terik sekali. Berdasarkan observasi-observasi seperti tadi, ahli antropologi berusaha menemukan kebiasaan-kebiasaan dan batas-batas cara yang masih layak dari cara berlaku yang merupakan bagian dari masyarakat yang sedang dipelajari. Dengan memusatkan perhatian pada cara berlaku yang telah menjadi kebiasaan, dan tidak memusatkan diri pada variasi perseorangan – maka ahli antropologi akan sampai kepada penggambaran kebudayaan suatu kelompok.

Advertisement

Misalnya, seorang ahli antropologi yang menaruh perhatian untuk menguraikan cara-cara berpacaran, di kota-kota misalnya pada mulanya akan melihat adanya bermacam-macam tingkah laku. Langkahnya yang pertama ialah menentukan urutan kejadian-kejadian yang mana yang dianggap biasa. Akan dilihatnya bahwa pada umumnya yang lelaki mulai mencari hubungan dengan wanita pilihannya. Mula-mula ia berbicara dengan wanita tersebut, sesudah itu ia mengajaknya bepergian. Jika mereka makin mengenal satu sama lain, maka mereka akan lebih sering bepergian bersama dan hubungannya menjadi makin formal. Mereka akan saling mengunjungi keluarga dan mungkin mereka memutuskan untuk “bertunangan” secara resmi dan kemudian sesudah memenuhi syarat undang-undang dan setelah menjalani berbagai upacara, maka keduanya telah dinyatakan kawin. Setelah mendapatkan pola umum ini, ahli antropologi akan berusaha mengungkapkan berbagai variasi yang ada yang masih dianggap layak. Dia akan melihat bahwa ada pasangan-pasangan yang lebih suka pergi menonton pada perjanjian pertama, sedangkan pasangan-pasangan yang lain lebih suka pergi ke restoran; bahwa ada pasangan yang mempunyai masa pertunangan yang lama dan yang lain tidak bertunangan sama sekali; bahwa ada pasangan yang sangat mementingkan upacara-upacara perkawinan, sedangkan yang lain kawin tanpa banyak acara-acara pesta dan seterusnya.

Namun, jika pola kebiasaan berpacaran sama sekali diabaikan apa yang diinginkan besar kemungkinan tidak tercapai. Misalnya, jika seorang pria melihat seorang wanita di jalan dan memutuskan akan kawin dengannya, dan dia memilih cara yang lebih cepat dan lebih langsung daripada cara berpacaran yang lazim. Dia misalnya naik kuda ke rumah wanita itu, merebutnya dan melarikannya. Kabarnya di Sisilia di Italia, sampai beberapa waktu yang lalu, pasangan semacam itu dianggap “telah kawin” dengan sah, walaupun wanita itu sebelumnya tidak pernah berkena an dengan pria itu. Di Amerika Serikat misalnya tiap pria yang bertindak demikian akan ditangkap dan dipenjarakan karena menculik dan boleh jadi pikiran sehatnya diragukan. Kelakuan seperti itu tidak dapat diterima dalam masyarakat itu, cara berlaku itu di situ tidak dapat dianggap tingkah laku budaya.

Jelaslah bahwa seorang ahli antropologi yang dihadapkan dengan sejumlah perorangan yang semua berlaku berlainan, akan berusaha mengungkapkan pola-pola kelakuan yang umum dalam masyarakat yang dipelajari. Dia akan menentukan variasi mana yang termasuk ke dalam pola-pola umum itu dan mana yang jelas tidak dapat diterima. Yang dilakukannya bukanlah sekedar menggambarkan secara panjang lebar tentang perorangan dan tingkah laku mereka, tetapi dari tingkah laku perseorangan dia akan meningkat kepada perumusan pola budaya yang umum.

Incoming search terms:

  • apa saja yang menggambarkan kebudayaan
  • sebutkan apa saja yang menggambarkan kebudayaan
  • sebutkan dan jelaskan apa saja yang menggambarkan kebudayaan
  • apa saja yg menggambarkan kebudayaan pada umumnya
  • dan yang menggambarkan kebudayaan
  • Hal hal yang menggambarkan kebudayaan
  • jelaskan apa saja yang menggambarkan kebudayaan
  • sebut dan jelaskan apa saja yang menggambarkan kebudayaan
  • yang menggambarkan kebudayaan

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • apa saja yang menggambarkan kebudayaan
  • sebutkan apa saja yang menggambarkan kebudayaan
  • sebutkan dan jelaskan apa saja yang menggambarkan kebudayaan
  • apa saja yg menggambarkan kebudayaan pada umumnya
  • dan yang menggambarkan kebudayaan
  • Hal hal yang menggambarkan kebudayaan
  • jelaskan apa saja yang menggambarkan kebudayaan
  • sebut dan jelaskan apa saja yang menggambarkan kebudayaan
  • yang menggambarkan kebudayaan