Advertisement

Kita sering mengamati bahwa sikap dapat berubah setiap waktu. Sikap yang dimiliki seseorang beberapa bulan atau beberapa tahun lalu sudah tentu tidak akan memberikan akibat perilaku sebesar pengaruh sikap seseorang pada saat ini. Seseorang tidak akan berharap menemukan hubungan yang erat antara ketertarikan seorang mahasiswi pada seorang pemuda dan perilaku kencannya dengan pemuda itu jika ketertarikan itu diukur ketika gadis itu masih berstatus mahasiswi baru, dan perilaku gadis itu ketika dia berstatus mahasiswa senior. Oleh sebab itu, konsistensi antara sikap dan perilaku seharusnya menjadi maksimum bila keduanya diukur pada waktu yang sama. Kelley dan Mirer (1974) menemukan bahwa kekeliruan (error) dalam memprediksi pemberian suara merosot dengan sangat tajam bila pelaksanaan wawancara semakin mendekati hari pemilihan. Di satu segi, interval waktu yang lebih lama ini mengurangi korelasi si kap-perilaku karena sikap mengalami perubahan.

Tetapi orang dan situasi juga berubah dengan cara yang lain. Sebagai contoh, seorang wanita mungkin terus-menerus menolak untuk memiliki seorang anak, tetapi suaminya mungkin mengancam akan menceraikannya jika dia tidak setuju. Makin besar interval antara pengukuran sikap dan pengukuran perilaku, makin nampaklah kaitan yang tidak terduga semacam itu: Tentu saja, dalam penelitian ini, penundaan waktu pengukuran perilaku yang semakin lama akan mengarah pada prediksi perilaku yang semakin buruk melalui sikap, di samping karena adanya perubahan sikap. Oleh sebab itu, pada saat menilai apakah seseorang melakukan “apa yang dia katakan,” yakinlah bahwa Anda tidak mencoba mengaitkannya dengan sesuatu yang dia katakan dua tahun yang lalu. Segala sesuatu bisa berubah.

Advertisement

Incoming search terms:

  • Apa mksud bersikap stabil?
  • sikap stabil
  • sikap yg tak stabil

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Apa mksud bersikap stabil?
  • sikap stabil
  • sikap yg tak stabil