Advertisement

Waktu (kadar) kerja tambahan di dalam menyelesaikan suatu kerja bisa dilihat di gambsar2 yang dapat diterangkan sebagai berikut (ILO, 1977)

  1. Kadar Kerja tambahan karena kesalahan perencanaan/ spesifikasi produk
  2. Produk atau komponen direncanakan sedemikian rupa sehingga memerlukan proses pengerjaan yang panjang dan seringkali pengerjaannya dilakukan di beberapa mesin.
  3. Bentuk/ukuran dari benda kerja tidak standar sehingga pengerjaannya tidak bisa menggunakan mesin yang khusus tetapi menggunakan mesin mesin umum yang umumnya mempunyai kecepatan kerja yang relatif rendah. Sebagai contch pahat mesin gurdi untuk membuat lubang diameter standarnya adalah 19, 20 mm, dan 25 mm. Perencana menentukan lubang yang harus dibuat di benda kerja ada-lah 23 mm. Dengan demikian lubang tersebut tidak bisa dibuat di mesin gur-di (yang pengerjaannya rel&tif cepat) tetapi digunakan mesin lainnya (misalnya mesin bubut) yang tentu saja waktu pengerjaannya menjadi lebih lama.
  4. Standar mutu yang terlalu tinggi dari standar mutu yang diperlukan akan menambah kadar kerja tambahan. Sebagai contoh kalau koleransi ukuran benda kerja terlalu kecil atau mutu permukaan benda kerja direncanakan terlalu halus, maka pengerjaannya ha-rus lebih teliti dan memerlukan waktu yang lebih lama.
  5. Kita perhatikan dua gambar perencanaan yaitu gambar 3.a dan gambar 3.b. Baik gambar 3.a maupun gambar 3.b. panjangnya sama (160 mm) te-tapi di gambar 3.a perubahan diameternya besar yaitu dari diameter 100 mm menjadi diameter 10 mm sedangkan di gambar 3.b perubahan diameternya kecil saja yaitu dari diameter 100 mm menjadi diameter 80 mm. Tentu saja waktu pengerjaan benda kerja  akan lebih lama jika dibandingkan dengan waktu pengerjaan benda kerja.

Suatu benda kerja dengan ukuran yang relatif besar yang seharusnya dikerjakan/dibubut di mesin bubut vertikal tetapi dikerjakan di mesin bubut horisontal sehingga waktu pemasangan dan waktu pengerjaan benda kerja tersebut menjadi lama.

Advertisement
  1. Tidak diproses secara tepat

Ini terutama disebabkan karena kesalahan pemilihan pengerjaan be-nda kerja yang meliputi kecepatan potong dan kecepatan umpan.

  1. Pemilihan pahat yang salah Semakin keras pahat yang digunakan, maka kecepatan potongnya, kecepatan umpan serta tebal pemotongannya juga semakin besar.
  2. Tata letak pabrik yang jelek, mengakibatkan panjangnya waktu perjalanan benda kerja menjadi panjang.
  3. Operasi kerja yang jelek, mengakibatkan waktu perjalanan dari benda kerja bertambah.

Advertisement