Advertisement

Kafein mengalami metabolisme (demetilasi) di hati dengan bantuan enzim citokrom (P450) yang dikenal dengan 1A2 (CYP1A2). Produk pertama dari metabolisme tersebut adalah semua dimetilsanthin: yakni parasantin (84% 1,7-dimetilsantin), teobromin (12% 3,7-dimetil-santin), dan teofilin (4% 1,3-dimetilsantin). Teofilin melemaskan otot polos yang terdapat pada tenggorokan, dimana hal ini digunakan sebagai pengobatan (treatment) terhadap penyakit asma. Teobromin dari pohon coklat (Theobroma cacao), yang tidak mengandung bromin adalah suatu alkaloid. Dalam berat coklat terdapat sekitar 2.2% teobromin dan 0.1% kafein, walaupun demikian kafein mempunyai pengaruh yang lebih besar dari pada teobromin. Di dalam tubuh adenin maupun guanin yakni dua basa purin yang merupakan konstituen kunci dari DNA dan RNA bisa mengalami reaksi deaminasi yang menghasilkan santin. Adenin merupakan basa purin pada energi cadangan dalam bentuk ATP (adenin triposfat) dan turunannya CAMP (siklik Adenosin MonoPosfat).

Adenin dapat mengalami deaminasi dalam tubuh menjadi hiposantin, kemudian dioksidasi menjadi santin, selanjutnya dioksidasi lagi menjadi asam urat untuk dieksresikan. Asam urat bersifat sebagai anti oksidan, namun asam urat juga dapat berakibat terjadinya gout. Namun kalau bisa berharap dari pada terjadi oksidasi mungkin lebih baik hiposantin didaur ulang menjadi AMP, GMP atau asam nukleat. Adenosin adalah molekul adenin yang terikat pada molekul ribosa atau deoksiribosa. Persamaan struktur kimia antara adenin dari adenosin dan kafein merupakan kunci sukses atas bagaimana cara kafein bekerja. Sel- sel termasuk neuron menggunakan adenosin sebagai reseptor. Molekul kafein yang mempunyai struktur yang mirip adenin dengan sendirinya termasuk ke dalam reseptor adenosin, walaupun tidak dalam hal menstimulasikan resepor tersebut. Etanol menggunakan pengaruhnya untuk memodifikasi aktifitas reseptor adenosin. SiklikAMP (cAMP) beraksi sebagai,molekul pemberi tanda ke dalam sel, tanda tersebut kemudian diteruskan oleh membran sel ke bagaian dalam dari sel dan diteruskan ke inti sel. Siklik AMP dengan cepat dimetabolisme oleh enzim posfodiesterase, selanjutnya dipecah menjadi ikatan diester yang di hubungkan melalui C5′ dengan C3′ dari ribosa daiarri bentuk lingkar posfat. Kafein seperti halnya juga adenin dia terikat ke posfodiesterase, dan itu mencegah posfodiesterase melindungi mereka supaya terhindar dari peristiwa hidrolisa cAMP. Peristiwa ini cukup jarang terjadi di dalam tubuh, sebab jumlah yang dibutuhkan untuk pengaruh itu lebih besar dari pada kafein yang ada pada plasma.

Advertisement

Incoming search terms:

  • metabolisme kafein
  • kafein untuk metabolisme
  • metabolisme kaffein
  • pengertian pengertian demetilasi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • metabolisme kafein
  • kafein untuk metabolisme
  • metabolisme kaffein
  • pengertian pengertian demetilasi