METODA DAN TEKNIK -TEKNIK PENELITIAN SOSIOLOGI

47 views

Kita telah menjabarkan bahwa ilmu pengetahuan itu mencakup pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dan pengetahuan itu diperoleh dengan menggunakan metoda ilmiah. Tetapi di sana – pada jabaran itu – belum diungkapkan mengenai cara menggunakan metoda dan bagaimana data dikumpulkan serta analisa atau langkah-langkah yang perlu diambil untuk memperoleh data. Di sini – pada bagian ini – akan dibicarakan sedikit tentang langkah-langkah di dalam penelitian ilmiah dan teknik-teknik yang digunakan dalam suatu penelitian, termasuk penelitian sosiologi. Setiap penelitian oleh seorang ilmuan (termasuk sosiolog) pada dasarnya haruslah mengikuti langkah- langkah tertentu. Hal ini dimaksudkan agar dapat mencapai kualifikasi yang telah distandarkan atau yang telah ditetapkan di dalam metoda ilmiah. Langkah-langkah yang dijabarkan berikut ini, pada dasarnya dapat dipandang sebagai langkah-langkah pokok di dalam setiap penelitian, termasuk penelitian sosiologi.

  1. Memilihmasalah

Banyak hal yang ada disekitar kita yang dapat menimbulkan banyak pertanyaan, yang kemudian dapat melahirkan dugaan-dugaan yang perlu untuk mendapat jawabannya, yang kemudian akan melahirkan hipotesa yang cukup menarik. Namun, dari beberapa pertanyaan yang timbul dan dari sekian banyak hipotesa,’ kita hanya memilih satu atau beberapa diantaranya. Pemilihan masalah tersebut sangat tergantung kepada hal bahwa informasi itu sangat di-butuhkan dan sedikit atau banyak mempunyai makna.

  1. Menjajagiteori

Salah satu tujuan untuk menjajagi teori yang telah ada itu adalah untuk menghindarkan duplikasi, oleh karena mungkin – masalah yang hendak diteliti itu sudah diteliti sebelumnya. Selain daripada itu, penjajagan ini menjadi penting dengan adanya kenya- taan untuk membuat label (latar belakang) informasi. Dengan demikian, ada semacam keharusan bagf ilmu-an untuk dengan sungguh-sungguh dan secara cermat meninjau literatur yang ada dan mempunyai hubungan dengan masalah yang diteliti. Langkah ini pada umumnya dapat dilakukan di dalam perpustakaan.

  1. Merencanakan penelitian.

Alvin L. Bertrand menyatakan bahwa, perencanaan suatu penelitian dapat disamakan dengan pembuatan blueprint bagi seorang arsitek. Ini adalah rencana penelitian, termasuk di dalamnya aturan dan prosedur khusus guna mengumpulkan dan menyusun fakta yang ia cari. Setiap problem tertentu memberikan kepada peneliti banyak kemungkinan pilihan di dalam memadukan dan menyusun datanya.  Menurut Mely G. Tan, suatu perencanaan penelitian dapat dibagi dalam delapan langkah sebagai berikut: (1) Pemilihan persoalan; (2) Penentuan ruang lingkup penelitian; (3) Pemeriksaan tulisan-tulisan yang bersangkutan; (4) Perumusan kerangka teoritis; (5) Penentuan konsep-konsep; (6) Perumusan hipotesa-hipotesa; (7) Pemilihan metoda pelaksanaan penelitian; (8) Prencanaan sampling. 15

  1. Pengumpulan data.

Mengumpulkan data merupakan fase yang penting dan dalam pelaksanaannya haruslah disesuaikan dengan pola penelitian yang telah dibuat itu sendiri. Dalam hal ini Igusti B. Teken menyatakan bahwa pengumpulan data itu haruslah dikerjakan sesuai dengan metoda yang dipergunakan. Sekali metoda penelitiannya dan metoda pengambilan contohnya sudah dite-tapkan, si pencacah sekali-kali tidak boleh mengubah penetapan metoda-metoda di atas tanpa persetujuan pimpinan proyek. Adakalanya pengumpulan data itu merupakan langkah yang mudah, sperti misalnya menghimpun hasil sensus. Tetapi pada peristiwa yang lain mungkin langkah ini sangat rumit. Di dalam penelitian lapangan misalnya, sebelum data diperoleh, terlebih dahulu harus membuat dan menguji alat atau instrument penelitiannya. Alat atau instrument ini misalnya, berbentuk angket atau pedoman wawancara atau koesioner. 16 Oleh karena terdapat kemungkinan bahwa data itu dikumpulkan melalui sampel, maka perlu disusun terlebih dahulu prosedur pengambilan sampel.

Pada halaman selanjutnya, Igusti B. Teken me-nyatakan bahwa “data yang dikumpulkan untuk suatu penelitian haruslah memenuhi beberapa syarat antara lain:

(1) Data itu harus baik dalam arti harus teliti, lengkap, mempunyai nilai kebenaran yang tinggi serta mengikuti dengan tepat semua satuan-satuan ukuran, definisi-definisi dan kriteria yang telah ditentukan lebih dahulu.

(2) Data itu harus sesuai dengan rencana analisa (ta-bulation atau processing plan). Data yang diperlukan dalam analisa-analisa haruslah dapat dikumpulkan dengan lengkap; sebaliknya data yang tidak akan dipakai dalam analisa, dapat diabaikan.

(3) Data itu harus dapat diperbandingkan satu antara lainnya. Kolom-kolom, satuan-satuan ukuran, definisi-definisi, kriteria-kriteria, bentuk perta-nyaan yang diajukan, dan lain-lain, harus uniform dan distandarisasi.

Data yang sempurna memenuhi ketiga syarat di atas itu memang tidaklah mungkin dapat terkumpulkan. Syarat-syarat yang disebutkan itu adalah bersifat relatif, artinya makin baik ketiga syarat itu dapat didekati, makin tinggilah nilai data yang terkumpulkan. Data yang tidak memenuhi ketiga syarat itu akan menyukarkan di dalam pengolahan serta penarikan kesimpulannya.

  1. Penganalisaan data

Setelah data dikumpulkan, langkah berikutnya adalah menentukan dan menyimpulkan hasil-hasil penemuan. Dalam Langkah ini, meliputi berbagai macam kegiatan seperti tabulasi, klasifikasi, pengukuran dan mengadakan perbandingan, yang semuanya tergantung pada kompleks atau tidaknya data itu.

  1. Laporan hasil penelian.

Langkah terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah membuat laporan penelitian. Suatu penelitian tanpa laporan, berarti sama dengan tidak melakukan penelitian. Dengan membuat laporan ini maka kumpulan pengetahuan yang telah diuji itu disebarkan. Bertrand berkata bahwa laporan hasil penelitian itu bila dikerjakan dengan baik, akan merupakan warisan intelek bagi suatu ilmu tertentu. Laporan ini akan berisi implikasi-implikasi teoritis, yaitu di dalam penggunaan konsep-konsep di dalam pengembangan konsep-konsep baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *