Advertisement

METODE DEDUKTIF

Metode inferensi (penyimpulan) ilmiah yang seluruhnya didasarkan pada teknik-teknik deduktif. Dalam filsafat telah dilakukan upaya-upaya untuk menarik garis pembedaan antara metode ini dan metode-metode lain (seperti metode induktif) yang pada kenyataannya saling melengkapi. Penalaran deduktif berabad-abad ditentukan oleh usaha praktis dan kognitif manusia.

Advertisement

Metode ini merupakan salah satu metode inferensi ilmiah yang sah. Ia biasanya digunakan untuk membuat sistematisasi data empiris. Sistematisasi dapat dibuat setelah data empiris itu dikumpulkan dan ditafsirkan secara teoritis. Pengumpulan dan penafsiran data bertujuan menyimpulkan semua akibat yang terkait secara lebih ketat dan konsisten. Metode ini juga menyingkapkan pengetahuan baru. Pengetahuan ini berupa sejumlah besar akibat/hasil teori deduktif dan sebagai suatu kumpulan tafsiran yang mungkiri dari suatu teori yang dirumuskan secara deduktif.

Skema umum dari sistem-sistem (teori-teori) deduktif memuat:

1) premis-premis dasar, yaitu kumpulan istilah dan proposisi dasar;

2) perangkat-perangkat logika (kaidah-kaidah deduksi dan definisi) yang digunakan;

3) kumpulan proposisi yang diperoleh dari premis-premis dasar dengan menggunakan perangkat-perangkat logika tadi. Pengkajian teori-teori seperti ini menurut analisis hubungan timbal balik dari komponen-komponen spesifik yang diabstraksikan dari terjadi dan berkembangnya pengetahuan. Sistem-sistem deduktif dibagi ke dalam sistem aksiomatik dari konstruktif. Bila diterapkan pada pengetahuan yang didasarkan atas pengalaman dan eksperimen, metode deduktif disebut metode hipotetiko-deduktif, yang sebenarnya merupakan penggabungan antara metode deduktif dan metode induktif.

Analisis metode deduktil yang mendatangkan pengetahuan ilmiah sudah mulai dalam filsafat kuno: Plato, Aristoteles, Euklides, kaum Stoa. Berikutnya, analisis ini secara panjang lebar dibicarakan oleh Descartes, Pascal, Spinoza, Leibniz dan lain-lain. Meskipun demikian, prinsip-prinsip organisasi pengetahuan deduktif tidak dirumuskan secara konklusif dan secara tertentu sampai menjelang abad ke-20 (dengan luasnya penggunaan logika matematik). Sampai akhir abad ke-19, metode deduktif hampir melulu diterapkan pada matematika dan logika. Dalam abad ke-20 juga dilakukan usaha-usaha untuk menerapkan metode deduktif (yang mencakup metode aksiomatik) pada pengetahuan non-matematik — fisika, biologi, linguistik, sosiologi, dan sebagainya.

Incoming search terms:

  • definisi metode deduktif
  • metode deduktif

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • definisi metode deduktif
  • metode deduktif