Advertisement

1. Dalam Budhisme Zen Nirvana dan Samsara (siklus kelahiran kembali) identik. Kehidupan sehari-hari dan Tao adalah satu dan sama. Dharma (hakikat-Budha) ada dalam semua orang. Dengan demikian semua dapat menjadi Budha. Pikiran-Budha ada di mana-mana. Dengan begitu apa pun juga dapat mewujudkan pikiran-Budha itu kapan saja. Oleh karena itu, pencerahan dapat digapai dalam kehidupan sehari-hari. Pencerahan, disebut Satori, dapat datang dengan iluminasi (penerangan) seketika. Dengan begitu cocok sekali dengan kehidupan yang mengalir dengan pesat. Malah, perbedaan antara seorang Budha dan seorang manusia biasa adalah bahwa yang satu menyadari atau mengetahui perbedaan itu sedangkan yang Iain tidak. Lantas, bagaimana kesadaran atau pengetahuan itu dicapai?.

2. Pencerahan, atau satori sedemikian dekat dengan kita dan sebegitu kentara sehingga malah biasanya tidak dikenal. Pencerahan mencakup kembali kepada hakikat asali, dan hubungan asali dengan dunia. Tetapi pencerahan tidak dapat diraih melalui asketisisme yang keras, dan tidak dapat diperoleh lewat konsep (pemikiran). Maka, mutlak perlu dicarikan cara-cara untuk mengantar Sang pencari kepada “keterlepasan” kodrat asali manusia. Cirinya ialah “tidak adanya karakter” dan tidak adanya pikiran.

Advertisement

3. Justru ini merupakan pokok masalah Koan. Koan adalah suatu problem yang dirancang untuk membingungkan daya tangkap biasa, sambil mendesakkan suatu orientasi kesadaran baru. Contoh: “Bunyi dihasilkan oleh tepuk tangan. Apa bunyi satu tangan?” “Setiap kali ada pertanyaan, pikiran menjadi bingung. Apa yang salah? Bunuh! Bunuh!” Semua Koan bukanlah sesuatu yang mengada-ada. Sebaliknya, dibuat dengan sungguh-sungguh bagi semua murid dalam macam-macam tingkat dalam usahanya mengejar pencerahan.

Bila suatu Koan (problem) diselesaikan, datanglah suatu ca- haya pencerahan yang amat khas. Tatkala satori (pencerahan) dicapai, sang murid tertawa terbahak-bahak, kebingungan lenyap, dan dunia muncul dalam keindahannya yang tak terperikan. Orang lalu sudah menjadi “Budha dalam tubuh yang biasa ini juga.”

4. Meditasi, yang disebut “Za-Zen”, dengan menggunakan teknik- teknik yang mirip Yoga, dipakai untuk mendorong suasana kedamaian hati, yang memungkinkan individu memelihara energi psikisnya demi konsentrasi perhacian secara lebih efektif dalam memecahkan Koannya (problemnya) sendiri.

Incoming search terms:

  • konsep satori
  • contoh metode pencapaian
  • pengertian satori

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • konsep satori
  • contoh metode pencapaian
  • pengertian satori