Advertisement

Nilai dan Non-Nilai

Oposisi antara nilai dan non-nilai dan prioritas satu nilai atas nilai lain merupakan aspek-aspek dari soal nilai seluruhnya. Nila didasarkan atas tatanan yang-ada dan kegiatan insani yang diuku: oleh nilai. Penyimpangan dari tatanan yang-ada berarti non-nilai dan ini akhirnya mengarah kepada kesalahan moral. Sehubungar dengan prioritas satu nilai atas nilai lainnya, derajat nilai bertautai dengan derajat yang-ada. Pada bidang yang lebih resmi, dibua pembedaan antara nilai pribadi, nilai kesenangan, dan nilai kegunaan. Nilai pribadi dicari demi kepentingan nilai itu sendiri. Nilai kesenangan tergantung pada nilai pribadi sejauh nilai kesenangan ditata ke arah nilai pribadi dan tatkala dimiliki nilai itu menghasilkan kebahagiaan. Nilai kegunaan membantu nilai pribadi sebagai alat menuju tujuan. Nilai pribadi memperlihatkan langkah- langkah berikut dengan urutan naik: ekonomi, fisik, rohani (yang benar, yang indah, yang baik secara moral), nilai-nilai religius (yang kudus). Urutan prioritas ini didasarkan atas tatanan yang- ada di mana nilai-nilai religius menduduki tempat tertinggi. Karena, nilai-nilai religius langsung berkaitan dengan kebaikan tidak terbatas (Allah).

Advertisement

Advertisement