Advertisement

NYAYA

Nyanya adalah salah satu sistem filsafat India ortodoks. Hal yang memainkan peranan besar dalam ajaran Nyaya adalah logika epistemologi. Asalmula Nyaya berhubungan dengan nama tokoh mistisisme kuno, Gautama. Nyaya Sutras dicatat dalam abad ke 2 M.

Advertisement

Beberapa Ide Pokok

Menurut ajaran Nyaya, jagad raya material terdiri dari atoi atom. Paduannya membentuk semua objek. Di samping itu, dalam jagat raya terdapat sejumlah jiwa yang tak terbilang banyaknya. Jiwa-jiwa itu bisa bebas bisa terikat dengan atom-ate material. Roh tertinggi atau Dewa Ishwara bukan pencipta jiwa- jiwa dan atom-atom melainkan pencipta paduan atom-atom.

Dewa Ishwara menghubungkan jiwa-jiwa dengan atom-ate atau membebaskan jiwa-jiwa dari atom-atom. Sebuah teori silog me, yang berbeda dari silogisme Yunani kuno, dikembangkan India untuk pertama kali dalam Nyaya. Lima anggota dari silo

isme: premis, bukti, ilustrasi, penerapan bukti, dan kesimpulan. Nyaya mengenal empat cara memperoleh pengetahuan: sensasi, inferensi, analogi, dan kesaksian dari orang-orang lain dan buku- buku. Nyaya juga memperluas (membeberkan) klasifikasi terinci dari kategori pengetahuan dan klasifikasi obyek pengetahuan. Fil¬safat Nyaya berkembang awal Abad Pertengahan.

Kedudukan Nyana

Nyanya adalah salah satu dari enam sistem pemikiran India yang muncul sesudah zaman Veda dan pembentukan Bhagavad-Gita dan banyak sutra. Sistem ini didirikan oleh seorang bernama Gau¬tama. Bersama dengan sistem Vaisesika, Nyaya memuat suatu metafisika yang mendukung pluralisme atomistik dan realisme logis. Tetapi sementara Vaisesika menekankan sisi-sisi metafisis dan ontologis hal-hal, Nyaya mengarah kepada pengkajian problem logika dan epistemologi. Nyaya seakan menyediakan logika bagi sistem-sistem lainnya.

1. Lima unsur dikenal dalam silogisme Nyaya: a) proposisi yang harus ditentukan; b) alasan afirmatif atau negatif, yang menentukan afirmasi itu; c) contoh afirmatif atau negatif, yang menyiratkan bahwa karakter dalam kesimpulan tetap terkandung dalam atau tetap absen dari contoh-contoh ini; d) penerapan contoh itu pada kasus atau kasus-kasus yang ada dalam proposisi yang harus ditentukan; e) kesimpulan, yang menyatakan kembali proposisi sebagaimana sekarang diperkuat. Dapat dicatat bahwa kehadiran contoh-contoh partikular dalam logika mencegah proposisi-proposisi universal dari kekosongan.

2. Beberapa jenis persepsi diakui oleh para logikawan Nyaya. Gautama membedakan persepsi determinan dari persepsi indeterminan. Pada yang terdahulu kita mengenal genus objek dan juga kualitas-kualitas spesifiknya. Yang belakangan adalah aprehensi terhadap objek, tidak lebih tidak kurang.

3. Logika Nyaya mencakup klasifikasi kekeliruan dalam penalaran, dan bagaimana mengatasinya; analisis bahasa dan bagian-bagian wacana; dan analisis logis argumen-argumen metafisis, seperti argumen-argumen tentang Allah, yang dianggap sahih.

Advertisement