Advertisement

ONTOLOGISME

Inggris: ontologism.

Advertisement

Secara historis ontologism merupakan hasil epistemolgi Cartesian dan hasil okasionalisme. Ontologisme dipersiapkan oleh Malebranche (abad ke-17) dan dibicarakan kembali dalam abad lalu oleh beberapa aliran pikiran Katolik.

Menurut okasionalisme, “kegiatan” makhluk ciptaan sesungguhnya disebabkan oleh Allah sendiri. Makhluk ciptaan itu sendiri hanya tampaknya saja aktif. Dalam konteks itu, kita juga tidak aktif dalam kegiatan pengetahuan kita. Kita juga tidak membuat benda-benda bekerja menurut indra-indra dan intelek kita. Benda- benda yang dapat diamati hanya merupakan saat-saat “untuk berdoa”. “Berdoa” di sini berarti mengarahkan perhatian kita kepada Allah. Dalam hakikat Allah kita melihat segala sesuatu atau paling tidak ide-ide dari hal-hal rohani.

Namun demikian, visi Allah ini tidak sama dengan visi orang yang bahagia. Visi Allah ini hanyalah visi (pengetahuan) tentang esensi-Nya sejauh esensi-Nya merupakan contoh dari semua ide (Malebranche), atau sebab dari segala hal yang diciptakan (Gioberti). Visi atau pengetahuan ini juga tidak jelas, sejauh ia berhubungan dengan esensi ilahi. Pengetahuan ini lebih merupakan penerimaan pasif ketimbang pengetahuan yang menilai anggota tertentu dari hubungan itu diketahui dengan jela secara reflektif. Allah, eksistensi pertama (primtim ontologicum; k itu disebut “ontologisme”), juga merupakan yang diketahui pe kali. Di dalam yang diketahui pertama kali itu kita mengt segala sesuatu lainnya.

Penganjur utama ontologisme dalam abad lalu ialah Gi( dan Ubahgs (Aliran Louvain).

 

Incoming search terms:

  • ontologisme
  • pengertian ontologisme
  • arti ontologisme

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • ontologisme
  • pengertian ontologisme
  • arti ontologisme