Advertisement

OPOSISI

Inggris: opposition. Dalam bahasa Latin oppositus, opponere (memperhadapkan, membantah, menyanggah).

Advertisement

Sebuah oposisi terdapat di antara dua kenyataan bilamana p sisi kenyataan yang satu agaknya meniadakan posisi kenyata lainnya.

Macam-Macam Oposisi

Bermacam-macam jenis oposisi terjadi menurut cara peniada (eksklusi).

1. Dalam oposisi kontradiktoris, eksklusi (peniadaan) terjadi anta eksistensi dan non-eksistensi lengkap, karenanya juga anta setiap kenyataan (yang bagaimana pun juga, berperanserta d lam eksistensi) dan negasi kenyataan. Karena itu, oposisi konti diktoris tidak mengakui bidang antara yang merupakan campi an dua hal yang bersifat kontradiktoris itu.

2. Oposisi kontraris berlaku di antara putusan-putusan afirma universal dan negatif universal yang mempunyai subjek d predikat yang sama (misalnya: “Semua pohon mempunj akar” dan “Tidak ada pohon yang mempunyai akar”). Tidak mungkin kedua-duanya benar, tetapi keduanya bisa salah. K lau yang satu benar, yang lain salah. Tetapi kalau salah satu salah itu berarti yang lain benar. Dalam dunia eksistensi yang nyata bisa muncul oposisi-oposisi kontraris, privatif, relatif dan polar, tetapi bukan kontradiktoris. Namun oposisi kontradiktoris terjadi dalam kegiatan-kegiatan mental kalau sesuatu disangkal sedemikian rupa sehingga penyangkalan itu sebagai suatu tindakan mengandaikan apa yang disangkal (misalnya, kalau seseorang mengakui non-eksistensinya sendiri).

3. Oposisi privatif ada di antara suatu kesempurnaan dan tidak adanya kesempurnaan (seperti: sehat dan sakit) dan juga antara subjek yang memiliki kesempurnaan dan subjek yang tidak memiliki kesempurnaan (orang yang sehat dan orang yang sakit). Oposisi antara hubungan-hubungan yang bertentangan dan subjek-subjek yang berhubungan bersifat relatif (misalnya, ayah dan putra). Perbedaan yang semata-mata berkenaan dengan hubungan tidak cukup untuk oposisi semacam ini. Hubungan-hubungan yang bertentangan saling meniadakan hanya secara relasional, yaitu dalam subjek yang sama dan dalam arah yang sama, tetapi hubungan-hubungan itu diperlukan dalam bermacam-macam subjek dan dalam arah yang berlawanan. Oposisi-oposisi relatif sebagaimana adanya tidak mengakui bidang antara.

4. Oposisi polar atau polaritas (bandingkan kutub-kutub bumi; pria dan wanita) dalam arti tertentu mengambil bagian dalam oposisi kontraris dan oposisi relatif. Kutub-kutub polar saling memerlukan dan mengakui antara, tetapi bukan sejauh oposisi-oposisi itu mengambil bagian dalam oposisi relatif.

5. Sesuai dengan isinya, dibuat suatu pembedaan menyangkut oposisi konsep, putusan, eksisten nyata dan prinsip-prinsip intrinsiknya. Dalam putusan-putusan kategoris, oposisi konseptual (kontradiksi) berlaku di antara putusan-putusan afirmatif universal (atau partikular) dan putusan-putusan negatif partikular (atau universal) yang memiliki subjek dan predikat yang sama (seperti: “Semua pohon mempunyai akar” dan “Beberapa pohon tidak mempunyai akar”). Secara bersamaan, kedua proposisi tidak bisa benar sekaligus dan serempak salah. Kalau salah satu benar, yang lain salah dan sebaliknya.

6. Oposisi dinamis ada dalam usaha dan kegiatan yang berjalan ke arah yang berlawanan, entah dalam eksisten yang berlainan atau dalam eksiten yang sama. Dalam keadaan seimbang, oposisi dapat tetap tersembunyi. Polaritas terjadi di antara prinsip- prinsip eksistensi yang intrinsik yang melahirkan eksisten partikular. Kalau polaritas ini tidak lengkap dikarenakan transendensi dari salah satu prinsip parsial (sebagaimana dalam manusia), akibatnya adalah kemungkinan terjadinya konflik dinamis dalam subyek yang sama. Oposisi dialektis juga termasuk oposisi dinamis.

Incoming search terms:

  • pengertian oposisi
  • Prinsip oposisi
  • pengertian oposisi relatif

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian oposisi
  • Prinsip oposisi
  • pengertian oposisi relatif