Advertisement

Optimisme Moderat dan Kultural

1. Posisi skolastik dalam hal ini dapat dikatakan sebagai optimisme moderat. Alasannya, menurut paham ini, eksisten memiliki nilai dalam dirinya sendiri. Tetapi yang jahat, yang tidak hanya suatu kemerosotan dalam sesuatu yang baik, tapi juga tidak adanya sesuatu yang seharusnya ada, oleh kebijaksanaan dan kebaikan Allah dipakai untuk memajukan yang baik, walaupun kita tidak dapat selalu melihat bagaimana hal itu terjadi dalam kasus-kasus individual.

Advertisement

2. Yang dikenal dengan optimisme kultural diduga berhubungan dengan tinggi rendahnya perkembangan umat manusia dan kebudayaannya. Semua yang jahat (baik fisik maupun moral) hanyalah tahap yang diangkat ke dalam kebaikan yang lebih tinggi.

Penilaian

Optimisme dalam pengertian bahwa dunia yang ada ini merupakan yang terbaik dari semua dunia yang mungkin ada dalam bentuknya yang paling radikal gagal melihat bahwa yang tak terbatas tak pernah dapat menemukan ekspresinya yang mutlak perlu dalam yang terbatas. Kalaupun dunia ini diciptakan oleh kebijaksanaan dan kebaikan yang tidak terbatas, dunia ini bukan yang terbaik dari yang mungkin ada, karena yang terbatas dari kodratnya tidak memungkinkan yang terbaik. Yang terbatas itu selalu dilewati pada setiap tingkat perwujudannya.

Advertisement