ARTI DEFINISI PENGERTIAN - Share Science Info

Advertisement

PENGERTIAN – ARTI IDEAL

IDEAL Dari Yunani idea (visi atau kontemplasi). Plato menggunakan istilah ini untuk menunjukkan ide-ide kekal, yang masing-masing mempunyai kesempurnaan jenis. Sekarang dipakai untuk menunjukkan sikap mempertahankan aspek valuasional dunia, sedangkan aspek epistemologis dan metafisisnya dibuang. Dua arti ini tetap bertahan dalam penggunaan istilah idealisme. Dalam sistem-sistem filsafat yang membawa nama itu, ide merupakan kategori sentral.

PENGERTIAN – ARTI IDE

IDE Dari Yunani idea yang awalnya berarti visi atau kontemplasi. Kata Yunani eidos dan idea mempunyai akar kata, clan umumnya arti yang sama. 1. Atomisme Leukippos dan Demokritos menemukan asal-usul engidean dalam eidola (gambaran-indrawi). Cara melihat demikian dilanjutkan oleh Epikuros. Tekanan seperti ini, kalau bukan istilahnya, berlanjut sepanjang tradisi empiris filsafat Barat. 2. Bagi Plato,

DEFINISI HUMANISME

1. Doktrin Protagoras mengangkat manusia sebagai ukuran. Dengan begitu, kontras dengan macam-macam bentuk absolut- isme, khususnya yang bersifat epistemologis. 2. Dalam Renaissance, istilah itu menunjukkan gerak balik kepada sumber-sumber Yunani, dan kritik individual serta interpretasi individual kontras dengan tradisi skolastisisme dan otaritas religius. 3. Pada abad kemudian, istilah itu sering dipakai dalam kontras dengan teisme, yang

PENGERTIAN – ARTI HUMANISME

HUMANISME Inggris: humanism. Humanisme mempunyai arti: a) menganggap individu rasional sebagai nilai paling tinggi; b) menganggap individu sebagai sumber nilai terakhir; c) mengabdi pada pemupukan perkembangan kreatif dan perkembangan moral individu secara rasional dan berarti tanpa acuan pada konsep-konsep tentang yang adikodrati.

PENGERTIAN – ARTI HUKUM PEMIKIRAN

HUKUM PEMIKIRAN Dalam logika tradisional terdapat tiga prinsip yang diikuti oleh semua pemikiran logis. Ada prinsip atau hukum identitas, tiada jalan tengah, dan kontradiksi. Dalam logika modern prinsip-prinsip itu menjadi tautologi-tautologi. 1. Aristoteles menyatakan secara jelas tentang dua dari tiga hukum itu, tetapi bukan yang ketiga. Baginya tidak mungkin suatu hal termasuk dan tidak termasuk

ARTI HUKUM TIADA JALAN TENGAH

HUKUM TIADA JALAN TENGAH Satu dari tiga hukum pemikiran. Hukum atau prinsip bahwa tidak terdapat sesuatu di antara dua bagian dari suatu kontradiksi (demikian Aristoteles). Atau proposisi p benar, atau kontradiksi p benar.

PENGERTIAN – ARTI HUKUM

HUKUM Istilah ini berkaitan dengan filsafat dalam banyak cara. Pembedaan pokok adalah antara arti deskriptif dan arti preskriptif penggunaan istilah itu.   A. Dalam arti deskriptif, “hukum” berarti “hukum alam”. Dengan “hukum alam” dimaksudkan hubungan tetap yang ditemukan dalam fenomen-fenomen oleh penelitian ilmiah, dan dengan begitu diandaikan berlangsung di dunia natural. 1. Implikasi-implikasi hukum dalam

PENGERTIAN – ARTI HOLISTIK

HOLISTIK Sering dikaitkan dengan penjelasan (penjelasan holistik). Dalam bahasa Inggris holistic explanation. 1. Menjelaskan fenomena dalam kaitan dengan fungsi (maksud, kegiatan) dari suatu keseluruhan (bentuk, totalitas, kesatuan) yang menjadi prinsip penuntun bagian-bagiannya. 2. Menjelaskan kegiatan bagian-bagian dari suatu keseluruhan dalam kaitan dengan fungsi keseluruhan itu.

PENGERTIAN – ARTI HISTORISISME

HISTORISISME Dari Jerman Histvrtsmus, istilah yang menunjukkan penekanan (atau penekanan berlebihan) pada sejarah. Istilah ini diintrodusir oleh Mannheim dan Troeltsch dan sejak semula ambigu (kabur artinya). Biasanya diterapkan pada pen- dekatan Vico dan Dilthey (paling utama) dan terkadang pada Hegel, Marx, Croce, Collingwood, dan Heidegger. Vico menyatakan bahwa “semuanya adalah sejarah”. Dilthey mengetengahkan bahwa bahkan

PENGERTIAN – ARTI HIPOTESIS

HIPOTESIS Dari Yunani hypo (di bawah) dan thihenai (meletakkan). Jadi, fundasi atau pengandaian. Istilah ini sering dipakai untuk menunjukkan sebuah penjelasan sementara yang, tergantung pada derajat konfirmasinya, kelak dapat diterima sebagai sebuah teori atau hukum yang diterima. 1. Plato menjadikan hipotesis garis ketiga dalam tangga kebenarannya, bagian yang berhubungan dengan entitas-entitas matematis. Dalam penerapannya yang