ARTI DEFINISI PENGERTIAN - Share Science Info

Advertisement

NEO-POSITIVISME

NEO POSITIVISME Inggris: neo-positivism. Dari bahasa Latin positivus, ponere (pon positum, positio) (meletakkan). Yun: neos (baru). Neo-positivisme merupakan trend filsafat abad ke-20 yar membentuk positivisme modern. Neo-positivisme mencabut filsaf dari pokok persoalannya. Menurut sistem ini, pengetahuan tentar kenyataan diberikan hanya dalam pemikiran ilmiah sehari-h. atau pemikiran ilmiah kongkret. Sedangkan filsafat mungkin han sebagai suatu analisis

NEO-PLATONISME

NEO-PLATONISME Ciri Umum 1. Neo-Platonisme bukan hanya suatu kebangkitan kembali filsafat Plato, sebagaimana dapat disimak dari nama itu, namun merupakan sistem filsafat yang mempunyai daya spekulatif yang besar. Sistem ini memadukan filsafat Platonis dengan trend- trend utama lain dari pemikiran kuno, kecuali Epikurianisme. Bahkan sistem ini mencakup unsur-unsur religius dan mistik, sebagiannya diambil dari filsafat

NEO-LAMARCKISME

NEO-LAMARCKISME Istilah itu mengacu pada trend non-ilmiah dalam teori evoli ini menyebar luas pada akhir abad ke-19. Namanya diambil d; naturalis Perancis J. Lamarck (1744— 1829). On khas neo-Lamarckisme yang pertama ialah penjelas evolusi. Menurut mereka, evolusi hanya merupakan akibat proses-proses fisiologis. Kedua, penyangkalan peranan kreatif selel alam (natural selection)’, ketiga, pengakuan akan keterangan prime

NEO-KANTIANISME

NEO-KANTIANISME Neo-Kantianisme adalah aliran filsalat idealisme yang muncul di Jerman dalam paruh kedua abad ke-19, dengan slogan “Kembali kepada Kant” (Otto Liebmann, F. I.ange). Aliran ini juga tersebar di Perancis (Ch. B. Renouvier, O. Hamelin), Italia (C. Cantoni) dan Rusia (Vvedensky, Chelpanov, dan apa yang disebut “Marxisme Legal”). Neo-Kantianisme menghasilkan kembali serta mengembangkan unsur-unsur idealis,

NEO-HEGELIANISME

NEO-HEGELIANISME Trend filosofis idealistis ini muncul di Inggris dan Amerika pada paruh kedua abad 19. Kelompok ini merupakan reaksi atas materialisme historis-natural dan positivisme. Pandangan ini membela agama dan filsafat spekulatif. Wakil-wakilnya adalah Th. Green, F. Bradley, J. Royce, J. McTaggart, dll. Pada peralihan abad 19, Neo-Hegelianisme mengikuti arah anti-Marxis. Dan pandangan ini tersebar di

NEO-FREUDIANISME

NEO-FREUDIANISME Inggris: neo-frtudianum. 1. Suatu arah dalam filsafat modern. Ia mempelajari manusia, tempat dan peranan manusia dalam struktur lembaga-lembaga sosial dengan menggunakan prinsip-prinsip psikoanalisis. 2. Neo-Freudianisme muncul di akhir tahun 1930-an. Ini merupakan revisi terhadap beberapa prinsip Freudianisme yang t dak dapat dipertahankan lagi. Wakil-wakil Neo-Freudianisn (K. Horney, H. Sullivan, Fromm) mengritik sejumlah asurr awal

ARTI NEGASI

NEGASI Inggris negation, dari Latin nego, yang berarti “saya menolak. Dalam filsafat istilah ini mengacu kepada penyangkalan kias ata sifat, pernyataan atau proposisi. 1. Bila penyangkalan terjadi berkenaan dengan suatu kias ats sifat, akibatnya ialah membagi bidang pembicaraan antara kl; itu dan komplemennya. Jika kita menyangkal istilah “meral dengan melekatkan kepadanya prefiks “tidak” atau “bukan”,

DEFINISI NEGARA

1. Mengenai struktur negara, Plato menganggap kelas-kelas negara terdiri dari para pemimpin, para tentara, dan para pekerja; bentuk-bentuk pemerintahannya: aristokrasi, timokrasi, oligarki, demokrasi, dan tirani. 2. Aristoteles memandang negara sebagai ciptaan alam, karena manusia yang hidup sendirian tidak dapat mencukupi dirinya sendiri dan dengan demikian harus dianggap sebagai suatu bagian dalain hubungan dengan keseluruhan. Aristoteles

ARTI NEGARA

NEGARA 1. Suatu entitas kolektif dengan batas-batas wilayah dan organisasi politik yang menjalankan kekuasaan yang berdaulat. Istilah ini boleh jadi berasal dari “estates of realm” (golongan-golongan) feodal seperti, misalnya, biarawan, bangsawan, dan awam. Wakil-wakil estates yang merupakan badan legislatif yang pertama, kemudian dinamakan “states” (misalnya, States-General Holland). Machiavelli menggunakan istilah negara untuk menunjuk kepada entitas

DEFINISI NATURALISME

Sebuah perspektif filosofis, dikembangkan di Amerika, yang seketika menjadi pusat perhatian pada tahun 1940-an dengan terbitnya karya Yervant Krikorian Naturalism and the Human Spirit, 1944, kendati anteseden-anteseden pandangan ini berasal dari awal dasawarsa 1900-an. Naturalisme berpandangan bahwa semua penjelasan pada akhirnya harus mengacu pada objek-objek dan peristiwa- peristiwa dalam kerangka ruang-waktu. Tidak ada tata yang