ARTI DEFINISI PENGERTIAN - Share Science Info

OPINI

OPINI Inggris: opinion-. Latin: opinio (sangkaan, keyakinan, terkaan, imajinasi, dugaan, pemikiran, penilaian, perkiraan). Dalam bahasa Yunani doxa, dari dokeo (mengandaikan, rupannya, kelihatan). 1. Keyakinan, biasanya suatu keyakinan yang didasarkan atas pandangan yang dikembangkan secara pribadi; atau apa yang pikirkan orang tentang sesuatu, tetapi tidak secara niscaya mengandung suatu penilaian definitif (pasti). 2. Putusan sering suatu

OPERASIONALISME

OPERASIONALISME Inggris: operationalism dari Latin operari (bekerja) opus, operis (I pekerjaan). Sebagai pandangan filosofis pertama kali dicanangkan RW Bridgmann, seorang ahli fisika. Menurut pandangan konsep-konsep ilmiah harus didefinisikan dalam kerangka opt operasi. Dan arti konsep-konsep ini identik dengan operasi-op yang masuk ke dalam definisi-definisinya. Contoh standar yu berikan ialah cara penyamaan suatu panjang tertentu dengar

ONTOLOGISME

ONTOLOGISME Inggris: ontologism. Secara historis ontologism merupakan hasil epistemolgi Cartesian dan hasil okasionalisme. Ontologisme dipersiapkan oleh Malebranche (abad ke-17) dan dibicarakan kembali dalam abad lalu oleh beberapa aliran pikiran Katolik. Menurut okasionalisme, “kegiatan” makhluk ciptaan sesungguhnya disebabkan oleh Allah sendiri. Makhluk ciptaan itu sendiri hanya tampaknya saja aktif. Dalam konteks itu, kita juga tidak aktif

ONTIS DAN ONTOLOGIS

Ontis dan Ontologis Bersamaan dengan eksistensialisme perlu dibuat suatu pembedaan antara istilah ontis dan ontologis — kata-kata yang lazimnya digunakan oleh kaum skolastik untuk mengartikan hal yang sama. Karena itu istilah ontis berarti eksisten dalam eksistensinya sendiri yang belum ditangkap oleh roh (intelligible in potentia). Sedangkan istilah ontologis berarti eksisten yang eksistensinya diterangi dan karenanya

ONTOLOGI

ONTOLOGI Inggris: ontology, dari Yunani on, on tos (ada, keberadaan) logc (studi, ilmu tentang). 1. Studi tentang ciri-ciri esensial dari Yang Ada dalam dirinya sendiri yang berbeda dari studi tentang hal-hal yang ada secara khusus. Dalam mempelajari Yang Ada dalam bentuknya yang sangat abstrak studi tersebut melontarkan pertanyaan seperti: “Apa itu Ada-dalam-dirinya-sendiri?” “Apa hakikat Ada

OMNISIENSI

OMNISIENSI Inggris: omniscience. Dari Latin omnis + scire (mengetahui segal sesuatu). Secara tradisional omnisiensi (kemahatahuan) merupaka satu dari atribut-atribut pokok Allah. Omnisiensi berarti bahwa pengetahuan Allah tidak terbatas dan karenanya merangkum segala sesuatu yang dapat diketahui, secara sempurna. Sebagai Ada Rohani Murni tanpa potensi apa pun Allah selalu tahu. Dalam pengetahuan ilahi ini, subjek yang

OMNIPRESEN

OMNIPRESEN Inggris: omnipresent. Dari Latin omnis (semua) praesens dari praesse (ada sebelum) dari prae (sebelum) dan esse (ada, berada). Omnipresen (hadir di mana-mana) adalah salah satu atribut Allah. Problem omnipresensi ilahi merupakan bagian dari problem omnipotensi dan kualifikasi yang berlaku bagi konsep omnipotensi juga berlaku di sini. Biasanya diterapkan pada Allah untuk menunjukkan a) bahwa

OMNIPOTEN

OMNIPOTEN Inggris: omnipotence; dari Latin Omnipotens (mahakuasa). Omnipoten adalah sifat yang dikenakan kepada Allah. Dengan atribut ini Allah digambarkan dapat mempengaruhi segala sesuatu yang tidak mengandung kontradiksi dalam dirinya sendiri. Dari pihak Allah, atribut ini mengandaikan adanya daya kreatif Allah yang mutlak, karena hanya dengan ketidaktergantungan pada seluruh materi yang sudah ada sebelumnya maka kegiatan

TITIK OMEGA

TITIK  OMEGA Inggris: omega point. Dalam teori evolusi yang dikembangkan Pierre Teilhard de Chardin, Omega merupakan titik pusat konvergensi evolusioni di masa depan. Evolusi berjalan searah, menuju organisasi mate yang lebih tinggi; atau dengan kata lain menuju kompleksit yang lebih tinggi. Evolusi itu maju sepadan dengan tingkat-tingkat kesadaran yang lebih tinggi. Proses evolusioner telah berjala

OLIGARKI

OLIGARKI Inggris oligarchy, dari Yunani oligoi (beberapa) dan arche (memimpin). Istilah ini semula menunjuk pada suatu bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh minoritas. Namun demikian bagi Plato dan Aristoteles istilah ini dikenakan pada bentuk pemerintahan di mana beberapa orang yang kaya memerintah demi kepentingannya sendiri. 1. Plato memandang oligarki sebagai bentuk kemerosotan dari demokrasi, suatu bentuk