ARTI DEFINISI PENGERTIAN - Share Science Info

Advertisement

PENGERTIAN – ARTI TATA HUKUM ADAT

TATA HUKUM ADAT adalah salah satu sistem hukum yang berlaku di Indonesia. Dilihat dari bentuk hukumnya, hukum adat bersifat tidak tertulis (unstatutory law). Inilah yang membedakannya dari sistem hukum tertulis, yang sebagian besar bersumber dari hukum barat, kecuali yang dibuat semasa kemerdekaan. Hukum adat sangat beragam, karena berkaitan dengan adat-istiadat setiap suku bangsa Indonesia. V.

PENGERTIAN – ARTI ADAT SUNGKAN

ADAT SUNGKAN adalah adat sopan santun yang memberi aturan dan batasan terhadap pergaulan antara anggota kerabat tertentu. Pembatasan pergaulan ini ditandai dengan sikap saling menghormati, atau saling menghindari kontak fisik atau pembicaraan langsung. Ada pendapat yang mengatakan bahwa adat sungkan dan adat tak sungkan terwujud untuk menyalurkan ketegangan psikologis yang timbul antara kerabat dalam pergaulan

ADAT PERKAWINAN DAERAH IRIAN

ADAT PERKAWINAN DAERAH IRIAN,  suku Irian memiliki banyak macam adat dan upacara perkawinan karena suku bangsa itu terbagi atas banyak anak suku. Namun, secara umum upacara itu hampir serupa, dan dibanding dengan daerah lain di Indonesia adat perkawinan orang Irian termasuk sederhana. Yang paling penting dalam adat perkawinan itu adalah perundingan dan pembayaran mas kawin,

ADAT PERKAWINAN SUKU TIMOR

ADAT PERKAWINAN SUKU TIMOR, Suku bangsa Timor beranggapan bahwa perkawinan yang ideal adalah bilamana seorang pemuda memilih seorang gadis anak dari saudara laki-laki ibunya. Tetapi pada dasarnya, kebebasan memilih tetap diberikan kepada para pemuda untuk menentukan calon isterinya. Di daerah ini mas kawin biasanya memberatkan pihak si pemuda. Mas kawin itu berupa piring emas, piring

ADAT PERKAWINAN DAERAH SUNDA

ADAT PERKAWINAN DAERAH SUNDA, Suku bangsa Sunda mempunyai adat dan upacara perkawinan yang tidak jauh berbeda dengan orang Jawa. Faktor penilaian terhadap calon menantu juga diutamakan di daerah ini. Mereka memakai istilah lampu nyiarjodo kudu kakupuna, yang berarti kalau mencari jodoh harus seimbang tampan cantiknya, keadaan ekonominya dan kedudukan sosialnya. Bila dibandingkan dengan suku bangsa

ADAT PERKAWINAN SUKU NIAS

ADAT PERKAWINAN SUKU NIAS, Suku bangsa Nias mempunyai adat dan upacara perkawinan yang khas. Pada suku bangsa ini peran seorang tetua adat yang dinamakan mado penting, karena ia menentukan apakah seorang pemuda dan seorang gadis menurut aturan adat boleh dikawinkan. Namun syarat terberat bagi seorang pemuda Nias yang hendak kawin adalah soal mas kawinnya. Mas

ADAT PERKAWINAN DAERAH MINANGKABAU

ADAT PERKAWINAN DAERAH MINANGKABAU, Suku bangsa Minangkabau mempunyai sistem kekerabatan yang menganut garis ibu atau matrilineal. Di sana, seorang ayah termasuk keluarga lain dari keluarga isteri dan anak-anaknya. Tanggung jawab keluarga terutama terletak pada saudara laki-laki dari ibu, yang disebut mamak. Dari sinilah kemudian timbul istilah ninik mamak. Adat perkawinan Minangkabau tidak mengenal mas kawin.

ADAT PERKAWINAN SUKU JAWA

ADAT PERKAWINAN SUKU JAWA, Suku bangsa Jawa mempunyai banyak aturan adat dan tatacara perkawinan. Adat perkawinan pada suku bangsa Jawa dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu adat Pesisiran dan adat Pedalaman atau adat Kidulan. Istilah Kidulan (kidul berarti selatan) umumnya diberikan oleh masyarakat di pantai utara bagi tetangganya di pedalaman selatan. Sedang yang dimaksud dengan

ADAT PERKAWINAN DAERAH MANGGARAI

ADAT PERKAWINAN DAERAH MANGGARAI, Suku bangsa Manggarai mempunyai adat pergaulan yang agak bebas bagi para pemuda dan gadisnya. Dalam hubungan menuju jenjang perkawinan, umumnya mereka bebas memilih pasangan masing-masing memilihkan jodoh bagi anak-anaknya cukup menentukan pula, terutama pada kalangan yang tergolong bangsawan atau keluarga kaya. Jika si pemuda sudah berketetapan hati memilih seorang gadis sebagai

ADAT PERKAWINAN DAERAH DAYAK

ADAT PERKAWINAN DAERAH DAYAK, Suku bangsa Dayak di Kalimantan mempunyai adat dan upacara perkawinan yang hingga kini masih tetap terpelihara. Suku bangsa Dayak memang terbagi atas beberapa anak suku, antara lain Dayak Ngaju, Ma’anyan, Katingan, Ot Siang, Ot Danum, dan beberapa anak suku lainnya. Di antara mereka ada beberapa perbedaan adat, namun lebih banyak persamaannya.