ARTI DEFINISI PENGERTIAN - Share Science Info

SIFAT MODALITAS

Dalam Logika Tradisional Dalam logika tradisional, modalitas menunjukkan (berarti) cara bergabungnya subjek dan predikat, seperti tampak dari hakikat (sifat) isi subjek dan predikat. Ragam (mode) pokok dari modalitas ini adalah kemungkinan. Dari ragam pokok ini modalitas lainnya diperoleh dengan jalan negasi afirmasi itu mungkin atau tidak mungkin; negasi itu mungkin atau tidak mungkin. Modalitas-modalitas eksistensi

PENGERTIAN – ARTI MODALITAS

MODALITAS Inggris: modality. Modalitas dalam arti luas berarti cara berada atau berlangsungnya sesuatu. Bagaimana pun, modalitas biasa dihubungkan dengan putusan dan menunjukkan cara penggabungan subjek dan predikat. Penggabungan ini dapat dilihat sebagai peristiwa psikologis. Kemudian kita mempunyai modalitas psikologis afirmasi (misalnya, yang bersifat takut, desisif, empatik, dan lain sebagainya) Kalau putusan (keputusan) diambil dengan mengacu

MITOS DAN FILSAFAT

Pemikiran ilmiah, abstrak, bukan iklim yang menyenangkan baji timbulnya dan efektifnya mitos-mitos. Bertentangan dengan rasionalisme zaman Pencerahan, kaum romantik dan kemudian pas penganjur filsafat kehidupan (misalnya, Nietzsche, Rosenberg mendorong kebangkitan kembali mitos sebagai penafsiran irasiona, tidak ilmiah, terhadap dunia. Biarpun filsafat kadangkala menggunakan mitos sebagai cara penafsiran yang konkret, dan walaupun filsafat mengakui nilai budaya

MITOS NATURAL DAN KULTURAL

Mitos natural merupakan akibat pandangan naif mengenai alam Dan mitos kultural baru muncul kemudian setelah terjadi refleki atas evolusi kebudayaan hingga saat itu. Mitos tidak mutlak religius, tetapi mitos dapat dipertalikan dengan penyajian atai gambaran-gambaran religius.

DEFINISI MITOS (MITE)

1. Kemunculan filsafat menandakan suatu peralihan dari uraian mitis tentang alam raya ke cara-cara penjelasan yang rasional. Di antara para filsuf kuno, ada yang menyerang dengan hebat penjelasan-penjelasan mitis yang diterima umum. Di antarannya Heraklitos dan Xenophanes. Di kalangan kaum Sofis, muncul praktik alegori, yang memandang penjelasan- penjelasan mitis sebagai kebenaran konseptual yang masih terselubung.

PENGERTIAN – ARTI MITOS (MITE)

MITOS (MITE) Inggris: myth; dari Yunani mytbos (mitos, mite, fabula, hikayat legenda, percakapan, ucapan, pembicaraan) mytheomai = (menceritakan, menghubungkan). 1. Mitos mempunyai arti asli, yaitu kisah, hikayat dari zamar purbakala (mitos-mitos tentang para pahlawan dan para dewa) 2. gambaran atau perumptan yang menjelaskan kehidupan insan dan dunia (seperti mitos-mitos Plato). 3. Yang sangat berpengaruh atas

PENGERTIAN – ARTI MITOLOGI

MITOLOGI Inggris: mythology. Latin: mythologia dari Yunani mythologia: mythos (mite, mitos) dan legein (berbicara). 1. Refleksi tentang realitas dalam kesadaran primitif, yang diungkapkan dalam cerita rakyat lisan tentang masa lampau. Mite-mite merupakan cerita yang dilahirkan pada tahap-tahap awal sejarah, yang gambaran-gambaran fantastiknya (dewa-dewi, pahlawan-pahlawan legendaris, peristiwa-peristiwa besar, dan sebagainya) tidak lain merupakan upaya-upaya untuk mempopulerkan

MISTISISME SEBAGAI ABSORPSI SEBAGIAN

 Pengalaman tentang kesatuan dengan segala sesuatu atau dengan suatu realitas yang lebih tinggi di mana ada suatu kesadaran pada saat terjadinya pengalaman itu akan suatu pembedaan (distingsi) antara diri (pribadi perorangan) yang memiliki pengalaman dan apa yang dialami. Individu berdiri sebagai seorang pengamat yang berbeda di depan Semesta. Saya menemukan (berhadapan, ada dalam kehadiran) Semesta.

MISTISISME SEBAGAI ABSORPSI LENGKAP

 Pengalaman tentang identifikasi atau kesatuan total dengan semua hal atau dengan suatu realitas yang lebih tinggi dimana tidak ada suatu distingsi antara individu yang memiliki pengalaman dan apa yang dialami. Ego sama sekali terserap ke dalam Semesta (Yang Esa) dan tidak ada pemisahan subjek/objek.

BEBERAPA PANDANGAN MENGENAI MISTISISME

 1. Identifikasi Atman dengan Brahman, dalam Upanishad, mengandaikan bahwa tujuan hidup tercapai bila individu menyadari kesamaannya (identitasnya) dengan yang ilahi. Kiranya ini cocok dengan mistisisme introversif. Banyak teknik meditasi Yoga di rancang untuk maksud ini. Dan dalam aliran Advaita Vedanta, interpretasi Shankara mencapai kesadaran ini melalui pengenalan karakter khayali dunia ruang-waktu. Dalam filsafat Ramanuja, di