ARTI DEFINISI PENGERTIAN - Share Science Info

DEFINISI LOGIKA KATEGORIS TRADISIONAL

Logika Kategoris Tradisional Logika ini sering disebut Logika Aristotelian. 1. Logika silogisme kategoris. 2. Logika kelompok-kelompok. 3. Studi tentang aturan-aturan dan prosedur-prosedur yang menghubungkan istilah-istilah sebagai subjek dan predikat menuju kesimpulan-kesimpulan yang menyusul secara pasti.

ARTI LOGIKA INFORMAL

Logika Informal Studi tentang penarikan kesimpulan yang a) tidak mengikuti suatu bentuk logis pasti (dan kalau penarikan kesimpulan mengikuti bentuk logis itu, kebenarannya tidak tergantung pada bentuk semacam ini); b) didasarkan atas arti-arti dan bukan keabsahan bentuk-bentuk yang ada dalam argumen itu, dan c) dapat betul atau tidak betul tergantung pada pertimbangan-pertimbangan (seperti evidensi empiris)

ARTI LOGIKA INDUKTIF

Logika Induktif Logika induktif merupakan usaha a) untuk merumuskan aturan- aturan yang memungkinkan pernyataan-pernyataan dapat ditentukan sebagai kuat atau probabel secara empiris; b) untuk merumuskan prosedur-prosedur sistematis untuk mengemukakan penarikan-penarikan kesimpulan atau argumen-argumen nondeduktif; c) untuk menentukan derajat konfirmasi atau probabilitas bagi kesimpulan yang didasarkan atas derajat konfirmasi atau probabilitas yang mungkin untuk ditentukan bagi

DEFINISI LOGIKA FORMAL

 Logika Formal Logika formal merupakan ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk pemikiran (konsep, putusan, kesimpulan, dan pembuktian) berkenaan dengan struktur logisnya, yaitu dengan abstraksi isi konkret dari pikiran-pikiran dan menonjolkan hanya cara-cara umum yang olehnya memungkinkan bagian-bagian dari isi itu berhubungan. Tugas pokok logika formal ialah merumuskan hukum-hukum dan prinsip-prinsip. Ketaatan terhadap hukum-hukum dan prinsip-prinsip ini merupakan

DEFINISI LOGIKA DIALEKTIS

Logika Dialektis Istilah umum bagi logika fiisuf-filsuf seperti Hegel, Marx, Engels. Mereka berupaya membuktikan Tiga Hukum Berpikir salah dan mencoba mengembangkan suatu “logika menjadi” (logic of becoming) yang ingin menyajikan proses yang selalu berubah-ubah dari segala sesuatu. Misalnya, kontradiksi ada dalam realitas. Hal yang sama bisa saja akan ada dan bisa tidak akan ada, bisa

DEFINISI LOGIKA DEONTIK

Logika Deontik Logika yang berurusan dengan konsep-konsep seporit: kewajiban. permisibilitas dan nonpermisibilitas, keharusan, kepatutan, kelayakan, ke dalam suatu sistem koheren. BeUrapa prinsip dasarnya: “Jika sesuatu bersifat wajib, sesuatu itu dapat dilakukan.” “Jika sesuatu tidak diperbolehkan, maka itu tidak bersifat wajib.” “Jika sesuatu dibuat karena ia bersifat wajib, maka ia sendiri adalah se¬suatu yang bersifat wajib

ARTI LOGIKA DEDUKTIF

Logika Deduktif Usaha sistematis a) untuk merumuskan aturan-aturan penarikar kesimpulan yang konsisten dan lengkap dan b) untuk menerapkannya pada argumen-argumen yang disajikan secara formal dan untuk c) menentukan apakah kesimpulan-kesimpulannya dapat ditarik secara sah atau tidak sah dari premis-premis. Kesimpulan yang sah pada suatu penalaran deduktif selalu merupakan akibat yang bersifat niscaya dari pernyataan-pernyataan yang

ARTI OBJEK LOGIKA

Objek logika ialah pemikiran. Pemikiran di sini tidak dipandang sebagai sifat atau aktivitas subjek (dalam pengertian ini pemikiran merupakan objek psikologi). Sebaiiknya pemikiran dilihat dari sudut hubungan-hubungan yang ada antara ide-ide ltu sendiri yang dapat dipertalikan dalam pengertian yang sama dengan banyak individu. Karena itu, adalah keliru melihat logika sebagai satu bagian dari psikologi, seperti

BEBERAPA MACAM LOGIKA

Logika transmdental Kant merupakan satu bentuk khusus teori pengetahuan. Karena bagi Hegel isi pikiran dan objeknya merupakan hal yang sama, dari sebab itu baginya logika harus juga merupakan ontologi. Perlu dicatat pula bahwa banyak yang membedakan antara logika klasik dan logika modern (logika simbolik). Logika dibedakan pula atas logika deduktif dan logika induktif. Logika deduktif

TIGA BAGIAN LOGIKA

Tiga Bagian Logika Logika sering dibagi atas tiga bagian: analisis konsep (kata), keputusan atau propositi, dan penyimpulan (Inferensi). Bahkan Aristoteles sebagai orang yang memulai logika ilmiah, dalam membahas penyimpulan, juga membicarakan masalah yang lebih umum, yakni ilmu pengetahuan dan metode sebagai metode. Ahli logika modern sering menambahkan bagian yang keempat dalam logika. Dalam bagian yang