ARTI DEFINISI PENGERTIAN - Share Science Info

Advertisement

MENGENAL LOKASI, LINGKUNGAN ALAM DAN DEMOGRAFI

LOKASI, LINGKUNGAN ALAM DAN DEMOGRAFI Dalam menguraikan lokasi atau tempat tinggal dan penyebaran suku bangsa yang menjadi pokok deskripsi etnografi, perlu juga dijelaskan ciri-ciri geografinya, yaitu iklimnya, sifat daerahnya, suhu, dan curah hujannya. Ada baiknya juga kalau penulis etnografi dapat melukiskan ciri-ciri biologi dan geomorfologi dari daerah dan penyebaran suku bangsanya. Bahan keterangan geografi dan

PENGERTIAN KERANGKA ETNOGRAFI

KERANGKA ETNOGRAFI Bahan mengenai kesatuan kebudayaan suku bangsa di suatu komunitas dari suatu daerah geografi ekologi, atau di suatu wilayah administratif tertentu yang menjadi pokok deskripsi sebuah buku etnografi, biasanya dibagi ke dalam bab-bab tentang unsur-unsur kebudayaan menurut suatu tata urut yang sudah baku. Susunan tata urut itu kita sebut saja “Kerangka Etnografi”. Untuk merinci

MENGENAL PENDORONG PSIKOLOGIS UNTUK MEMBANGUN

PENDORONG PSIKOLOGIS UNTUK MEMBANGUN Kita tidak pernah mendapat suatu pendorong psikologis untuk membangun seperti orang Jepang. Pendorong psikologis yang amat kuat itu adalah rasa takut akan ancaman penjajahan yang mulai pertengahan abad ke-19 makin mendekati wilayah Jepang. Terdorong oleh rasa takut itu para pemimpin Jepang dari golongan Meiji yang dalam tahun 1867 berhasil mengambil kekuasaan

MENGENAL NILAI GOTONG ROYONG

NILAI GOTONG ROYONG Suatu pertanyaan penting yang sampai sekarang sering diajukan adalah: “Apakah gotong royong itu sebenarnya?”. Jawaban yang biasanya saya berikan terhadap pertanyaan tersebut sudah saya tulis dalam karangan yang lalu dalam seri ini. Sebagai lanjutan sering diajukan suatu dalam seri lain, ialah: “Apakah nilai gotong royong itu menghambat pembangunan?” Untuk menjawab pertanyaan itu

MENGENAL KESERAGAMAN KEBUDAYAAN JEPANG

KESERAGAMAN KEBUDAYAAN JEPANG Berbeda sekali dengan kebudayaan Indonesia yang terdiri dari banyak suku bangsa dan kebudayaan yang amat berbeda satu sama lainnya. Banyak bahasa dan logat yang saling tidak dapat atau sukar dipahami oleh semua orang Indonesia di mana pun mereka tinggal atau berada (tentu ada beberapa perkecualian). Walaupun kita sangat bangga akan sifat keanekaragaman

MENGENAL SISTEM HUKUM ADAT WARIS TANAH DALAM KEBUDAYAAN JEPANG

SISTEM HUKUM ADAT WARIS TANAH DALAM KEBUDAYAAN JEPANG Hukum adat waris tanah dalam kebudayaan Jepang bersifat patrilineal-primogenitur, artinya seluruh harta pusaka tanah, rumah dan pekarangan, serta perabot rumah diwariskan kepada anak laid-laki tertua. Dengan demikian, harta pusaka tanah tidak terbagi. Anak laki-laid lainnya tidak mendapat warisan harta pusaka dan apabila mereka tin: :al di desa

MENGENAL SHINTO DAN PEMBANGUNAN

SHINTO DAN PEMBANGUNAN Dalam buku Dala tentang agama Jepang yang amat baik, yang dalam terjemahnya dalam bahasa Inggris berjudul Javanese Religion, tulisan beberapa ahli kebudayaan Jepang (H.Ickiro, I. Fujio, W. Tsuneya dan Y. Keiichi), dinyatakan di Jepang ada beberapa agama tetapi yang paling dominan dalam kehidupan sebagian besar orang Jepang ada 2, yaitu agama Shinto

MENGENAL SIFAT KEBUDAYAAN JEPANG

SIFAT KEBUDAYAAN JEPANG Pertanyaan yang sampai sekarang masih juga seeing dilancarkan orang, sebenarnya didasarkan pada logika bahwa orang Jepang seperti halnya orang Indonesia, juga merupakan suatu bangsa Asia yang tidak beragama Kristen Protestan. Karena itu, bangsa Jepang tentu kurang lebih sama sifatnya dengan bangsa kita. Di tambah pula, masyarakat Jepang menilai tinggi budayanya, gotong royong,

MENGENAL KESIAPAN BANGSA JEPANG DALAM MEMBANGUN

KESIAPAN BANGSA JEPANG DALAM MEMBANGUN Menurut para ahli (seperti misalnya K. Okhawa dan Rosovsky dalam buku Javanese Economic Growth : Trend Accelrelation in The Twentieth Century, Standfort University Perss, 1977), pada waktu pemimpin Meiji mulai dengan membangun dalam tahun 1868, rakyat Jepang secara mental sudah jauh lebih siap untuk membangun jika dibandingkan dengan kita. Kita

PENGERTIAN GOTONG ROYONG DAN PEMBANGUNAN

GOTONG ROYONG DAN PEMBANGUNAN Apa yang disebut dengan demokrasi dalam masyarakat pedesaan di Jawa bukan demokrasi berdasarkan konsep sama tinggi sama rendah, tetapi mengenai prosedur untuk mengambil keputusan-keputusan dalam rapat-rapat desa (ialah prosedur berapat yang disebut musyawarah). Saya sudah merasa terlampau panjang melantur mengenai masalah demokrasi asli Indonesia ini, padahal sebenarnya tidak perlu, karena sudah
Page 3 of 874:« 1 2 3 4 5 6 7 8 » Last »