ARTI DEFINISI PENGERTIAN - Share Science Info

Advertisement

PENGERTIAN PERKAWINAN

Bahwa keluarga itu terbentuk oleh karena adanya suatu perkawinan, memang terdapat perbedaan pengertian apa yang disebut perkawinan baik di tempat maupun karena waktu tertentu. Untuk itu terdapat beberapa pendapat para ahli yang mendefinisikan tentang perkawinan, sebagai berikut menurut Lili Rosjidi : “Dari sudut ilmu bahasa atau setik perkataan perkawinan berasal dari kata “kawin” yang merupakan

AZAS-AZAS DAN SYARAT-SYARAT SAHNYA PERKAWINAN

1. Menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 1974. Dalam UU No. 1 Tahun 1974 ditentukan prinsipprinsip atau azas-azas mengenai perkawinan dan segala sesuatu yang berhubungan de-ngan perkawinan yang disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Azas-azas atau prinsip-prinsip yang tercantum dalam penjelasan Umum No. 1 tahun 1974 adalah sebagai berikut: a. Tujuan perkawinan adalah membentuk keluarga yang

PENGEMBANGAN SDM, INOVASI DAN PROSES BELAJAR

Meskipun Indonesia mungkin merupakan salah satu sasaran untuk relokasi industri padat-karya di belahan dunia ini, pertumbuhan ekonomi dunia usaha Indonesia lebih banyak ditentukan oleh akumulasi faktor produksi, yakni segala sesuatu yang menambah daya saing internasional dari pekerja-mentah (raw labor), seperti bahan mentah, modal fisik, namun bukan terhadap kemampuan sumber daya manusia dalam proses dan produk

PEMIKIRAN PRAGMATISME TENTANG TEORI KEBENARAN

Pragmatisme adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa yang benar ialah apa yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan perantaraan akibat-akibatnya yang bermanfaat secara praktis. Pegangan pragmatisme adalah logika pengamatan. Aliran ini bersedia menerima segala sesuatu, asal saja membawa akibat yang praktis. Pengalaman-pengalaman pribadi diterimanya, asal bermanfaat, bahkan kebenaran mistis dipandang sebagai berlaku juga, asal kebenaran mistis

PRODUKTIVITAS EFISIENSI DAN DAYA SAING INTERNASIONAL

Dalam sejarah perkembangan dunia usaha, upah rendah telah menjadi instrumental bagi hampir semua usaha yang mengikuti perkembangan arus industrialisasi, dan yang kemudian mengarahkan strategi pengembangan dunia usahanya ke promosi ekspor. Na-mun demikian demi untuk tujuan praktis dalam kenyataan dan memanfaatkan keunggulan tersebut dalam jangka waktu yang sesingkat mungkin, keunggulan upah rendah tersebut sering dianggap sebagai

PRODUKTIVITAS, EFISIENSI DAN PERTUMBUHAN DUNIA USAHA

Dalam jangka panjang, perbaikan standar hidup suatu pemodal, pengusaha, dan pekerja tergantung pada kemampuan mereka untuk mencapai tingkat produktivitas yang tinggi dan berkesinambungan terutama di industri-industri di mana mereka dapat bersaing baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Hal ini sangat tergantung pada kemampuan dari masingmasing perusahaan dalam mencapai kualitas produk yang lebih baik

KEBIJAKAN PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN SDM DALAM DUNIA USAHA

Perkembangan jangka panjang dunia usaha Indonesia tidak hanya tergantung pada kemantapan makroekonomi semata tetapi juga upada produktivitas dan efisiensi berbagai kegiatan mikroekonomi dalam perekonomian yang semakin berorientasi pada pasar. Dengan semakin berperannya sektor swasta dan pengaruh globalisasi dalam membenahi produktivitas dan efisiensi tampak tak akan terelakkan lagi. Dalam hal ini penanaman modal swasta merupakan keharusan

PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT

Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah meningkatkan status gizi masyarakat (GBHN, 1993). Untuk lebih meningkatkan status gizi masyarakat, pemerintah sejak awal telah menerbitkan Inpres No.14 tahun 1974, disusul dengan Inpres No. 20 tahun 1979, tentang perbaikan menu Makanan Rakyat dengan melioatkan program Lintas sektoral (Junadi, 1991). Wadah kerja sama Lintas Sektoral

PEMIKIRAN FILSAFAT PRAGMATISME TENTANG TEORI KEBENARAN

Untuk mengetahui latar belakang pemikiran pragmatisme ada tiga pendekatan, yaitu : 1. Pendekatan secara etimologis dan terminologis Secara etimologis perkataan “Pragmatis” berasal dari akar kata Yunani “Pragma” yang berarti yang dikerjakan, yang dilakukan, perbuatan, tindakan. Sehingga perkataan “Pragmatis” berarti mempunyai sifat yang dikerjakan, yang diJakukan, perbuatan, tindakan. Secara terminologis istilah “Pragmatisme” digunakan oleh filosof-filosof Amerika

KETERPADUAN MAKNA (KOHERENSI) DAN KETERPADUAN BENTUK (KOHESI)

1. Keterpaduan Makna (Koherensi) Sebuah tulian dapat dianalisis ke dalam unsur-unsur pembentuknya. Misalnya, sebuah buku terdiri dari beberapa bab; bab terdiri dari beberapa alinea, dan alinea terdiri dari beberapa kalimat. Seterusnya, kalimat pun masin dapat dianalisis ke dalam unsur-unsur pembentuk yang lebih kecil, yaitu klausa, frase dan kata. Masing-masing unsur pembentuk merupakan satuan makna. Oleh
Page 7 of 864:« 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 » Last »