Advertisement

Didirikan oleh Ny. Suroto (Budianti) pada tahun 1979 di Kediri, Jawa Timur. Lambang paguyuban berupa pohon beringin utuh dengan seorang yang bersemadi di bawahnya. Lambang tersebut menggambarkan perilaku spiritual untuk memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa, sekaligus menegakkan dasar pengayoman dalam membangun di segala bidang kehidupan.

Penghayatan paguyuban ini dilakukan dengan mengheningkan cipta, duduk bersila, tangan ngapu- rancang, dilanjutkan menyembah di hidung turun ke dada dengan maksud mengajak dirinya secara utuh menghadap kepada Tuhan Yang Maha Esa, “bersedakep” dalam menyampaikan permohonan kepada Yang Mahakuasa, akhirnya bersikap ngapurancang kembali. Waktu semadi antara pukul 22.00 dan 01.00; lamanya tergantung kepentingan masing-masing. Anggota paguyuban ini tersebar di Kabupaten Kediri, Jombang, Malang, dan Surabaya.

Advertisement

Advertisement