Advertisement

1. Pertentangan di antara pengetahuan apriori dan aposteriori merupakan ciri khas filsafat Kant. Ia mengatakan, pengetahuan yang diperoleh melalui pencerapan inderawi tidak benar/tidak otentik. Dan sebagai pengetahuan yang otentik adalah bentuk- bentuk a priori dari sensibilitas (ruang dan waktu) dan akal budi (sebab, keniscayaan, dsb.).

2. Menurut Kant, pengetahuan apriori adalah pengetahuan yang kesahihannya tidak tergantung secara logis pada pengalaman (maksudnya persepsi). Dengan ini Kant tidak bermaksud menyangkal ketergantungan tertentu dari pengetahuan apriori pada pengalaman berkenaan dengan waktu dan asal mula.

Advertisement

3. Konsep “apriori” yang diperluas ini Kant ganti dengan kata “transendental”. Kant mengatakan, kesahihan pengetahuan apriori bersandar pada yang “transendental”, yakni disebabkan yang transendental ini pengalaman sebagai bidang pengetahuan yang sahih secara objektif dan universal menjadi mantap dan dijadikan mungkin. Karena itu, bagi Kant, nilai pengetahuan apriori terbatas pada bidang pengalaman yang mungkin ada. Ini dilihat Kant sebagai syarat kemungkinan terjadinya pengalaman.

Incoming search terms:

  • arti konsep priori kant
  • syarat apriori

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • arti konsep priori kant
  • syarat apriori