Advertisement

Dua kompleks utama pangkalan militer Amerika Serikat di Filipina. Lapangan Udara Clark untuk Angkatan Udara Amerika Serikat. Pangkalan AL-AS Subic untuk Angkatan Laut Amerika pangkalan untuk AL-AS itu, terdapat juga Fasilitas-fasilitas bagi Pasukan Marinir Armada dari Kor Marinir Amerika Serikat.

Keduanya merupakan pangkalan militer penting Amerika Serikat di Asia Tenggara, dan menjadi salah satu dari pangkalan dukungan operasi bagi Komando Pasifik Angkatan Bersenjata Amerika Serikat. Di Pangkalan Clark terdapat markas besar dan jajaran kekuatan Satuan Udara AU-AS XIII, sedangkan Pangkalan Subic adalah pelabuhan utama bagi Armada VII AL-AS. Markas Besar Armada VII berada di Yokosuka, Jepang.

Advertisement

Amerika Serikat menggunakan Pangkalan Subic sejak tahun 1907, sedangkan Lapangan Udara Clark tahun 1917, walau diketahui bahwa Angkatan Darat Amerika Serikat mulai membuka kompleks tersebut pada tahun 1903. Dalam Perang Dunia II, khususnya Perang Pasifik, baik Clark maupun Subic menjadi pangkalan penting bagi Perang Pasifik, baik bagi Amerika Serikat maupun Jepang yang sempat merebutnya. Jepang kemudian memusatkan satuan udara Kamikazenya di Mabalacat, dekat Clark (lihat juga BERANI MATI, SATUAN).

Setelah kemerdekaan Filipina dari Amerika Serikat, perjanjian keberadaan pangkalan-pangkalan militer tersebut dibicarakan dan disetujui bersama untuk pertama kalinya pada tahun 1947. Sesudah dilakukan berbagai amandemen, keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat tersebut akan ditinjau lagi— dengan kewenangan pada Pemerintah Filipina pada tahun 1991.

Dalam perimbangan kekuatan militer Amerika Serikat dan Soviet di kawasan Pasifik Barat dan Samudera Hindia khususnya, Clark dan Subic sebenarnya menjadi kian penting dengan meningkatnya kehadiran Angkatan Laut Soviet di kawasan ini dengan pangkalannya di Teluk Cam Ranh.

Advertisement