Advertisement

Masalah Immortalitas

Sejak dulu kala problem imortalitas telah menjadi salah satu problem manusia yang paling penting. Karena jawaban ya belaka terhadap eksistensi insani seseorang sebagai suatu eksistensi absurd menuju kematian tidak akan menjadi heroisme, melainkan suatu kejemuan roh manusia dalam mencari makna hidup. Meskipun ditolak oleh materialisme, positivisme, filsafat kritis, panteisme dan biologisme, imortalitas jiwa manusia dibela oleh agama-agama dunia; oleh keyakinan spontan tertentu manusia di mana-mana; oleh para pemikir besar dari dunia kuno (Pythagoras, Plato, Plotinos; tidak ada kesepakatan mengenai arti imortalitas dalam karya Aristoteles) dan Abad Pertengahan (Agustinus, Thomas Aquinas); oleh kaum rasionalis, Descartes dan Leibniz; bahkan oleh beberapa di antara kaum empiris dan oleh Kant, setidaktidaknya sebagai suatu postulat akal budi praktis.

Advertisement

Imortalitas sebagai kemampuan untuk berkanjang di dalam kehidupan tanpa akhir, hanyalah milik mahkluk-mahkluk hidup, dan sebetulnya hanya milik roh. Dengan keniscayaan mutlak hakiki, yang menjadikan lawannya sama sekali mustahil, imortalitas hanya pantas bagi inahkluk ilahi, karena di sini esensi dan eksistensi identik. Imortalitas menjadi milik roh kontingen (sementara), yang tercipta sebagai suatu keberlangsungan dalam eksistensi, sekali realitasnya diberikan.

Fakta imortalitas jiwa manusia, secara .eksistensial dilandasi hakikat jiwa yang tunggal (karenanya tidak dapat dibagi ke dalam bagian-bagian) dan rohani (karenanya hanya menuju kehidupan kekal). Kesadaran jiwa yang transedental, yang sedang menggapai yang tidak terbatas (intelek, kehendak) dan yang kegiatannya menuntut suatu keberlangsungan tanpa batas dalam eksistensi, akan menjadi sia-sia belaka kalau imortalitas itu tidak mencakup suatu jaminan pemenuhan yang paling hakiki. Demikian juga, martabat moral manusia menuntut suatu kehidupan kekal untuk memecahkan ketegangan antara komitmen-komitmen moral dan imoral dengan ganjaran dan hukuman. Karena itu, penerimaan kehidupan kekal merupakan keyakinan benar yang ditemukan di antara semua bangsa.

Bentuk kehidupan kekal bukan suatu peleburan ke dalam suatu yang mutlak impersonal, melainkan eksistensi personal yang memiliki kebenaran tidak terbatas dan nilai yang tidak terbatas. Karena inilah yang merupakan kebahagiaan kekal. Andaikata jiwa menjadikan dirinya sendiri tidak layak untuk kehidupan kekal, pemikiran sehat menuntut suatu sanksi yang sebenarnya berarti tidak memiliki Allah dalam kehidupan mendatang.

 

Incoming search terms:

  • yang di maksud immortalitas jiwa
  • arti dari pembahasan masalah
  • pengertian pembahasan masalah

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • yang di maksud immortalitas jiwa
  • arti dari pembahasan masalah
  • pengertian pembahasan masalah