Advertisement

Sumber pencemaran merkuri di lingkungan mudah dideteksi dari industri-industri yang menggunakan merkuri di dalam prosesnya. Masalah yang dihadapi adalah bagaimana mencegah terj adinya pencemaran merkuri tersebut. Kesulitan dalam mencegah terjadinya polusi merkuri disebabkan merkuri mempunyai sifat–ifat sebagai berikut:

1) Merkuri bersifat volatil sehingga dapat mencemari udara.

Advertisement

2) Merkuri berbentuk cair sehingga mudah menyebar di permukaan air dan sulit untuk dikumpulkan.

3) Merkuri mengalami translokasi di dalam tanaman dan hewan.

4) Merkuri atau komponen merkuri dapat diubah oleh mikroorganisme yang terdapat di dalam laut, sungai atau danau menj adi komponen metil merkuri yang sangat beracun, dimana dengan adanya rantai makanan memungkinkan terkumpul di dalam tubuh hewan dan manusia.

 

Suatu laporan yang dibuat oleh U.S. Environmental Protection Agency memuat beberapa rekomendasi untuk mencegah teijadinya polusi merkuri di iingkungan. Beberapa rekomendasi tersebut adalah sebagai berikut:

1) Pestisida alkil merkuri seharusnya tidak boleh digunakan lagi.

2) Penggunaan pestisida yang mengandung komponen merkuri lainnya dibatasi untuk daerah-daerah tertentu.

3) Semua industri yang menggunakan merkuri harus membuang limbah industrinya dengan terlebih dahulu mengurangi jumlah merkuri sampai batas normal.

 

Pelaksanaan rekomendasi tersebut tidak seluruhnya dapat memecahkan masalah polusi merkuri di Iingkungan. Pencemaran merkuri tetap terjadi pada lumpur di dasar sungai atau danau, dan menghasilkan CH3Hg+ yang dilepaskan ke badan air di sekelilingnya. Beberapa cara dekontaminasi merkuri telah dicoba dilakukan di Swedia, di antaranya adalah sebagai berikut:

1) Sedimen pada dasar sungai atau danau ditutupi dengan bahan-bahan yang mempunyai kemampuan absorbsi tinggi.

2) Sedimen pada dasar sungai atau danau ditutupi dengan bahan anorganik yang tidak bereaksi.

3) Sedimen yang mengandung merkuri dihilangkan dengan cara dikeruk atau dipompa.

 

Advertisement