Advertisement

Tahap pemilihan lokasi untuk dibuat ladang adalah pemilihan lahan hutan yang dianggap potensial untuk ditanami padi, dan yang paling penting adalah kepemilikan lahan tersebut. Biasanya pemilik lahan adalah masih keluarga sendiri sehingga tidak alcan terjadi persengketaan pada akhirnya nanti. Dan biasanya yang dipilih adalah bekas perladangan yang pernah dipakai sebelumnya, dan telah menjadi hutan kembali. Perputaran ladang menjadi hutan biasanya berkisar 4 tahun atau lebih dan ketika ladang telah menghutan akan terpilih kembali menjadi iadang, dan ini dapat memudahkan untuk pengolahannya kembali. Bisa juga lahan adalah milik orang lain yang sudah tidak ada lagi atau meninggal dan dalam kasus ini, pembukaan lahan dimulai dengan upacara untuk meminjam lahan kepada pemiliknya dahulu. Apabila lahan adalah hutan yang masih belum pernah dipakai sebagai ladang, maka biasanya meminta izin kepada ketua adat. Lahan yang dipakai biasanya adalah lahan hutan sekunder dan pada umumnya berlokasi dekat dengan sumber air atau sungai untuk memudahkan penyiraman dan juga pengaturan air bagi kebutuhan untuk minum.

Proses pemilihan tanah juga dilibatkan dalam menentukan ladang yang akan dibuat, seperti tanah yang memang tanah darat dan tanah paya atau tanah gambut. Dan untuk membuat ladang orang akan lebih suka untuk menggunakan tanah darat dan bukan tanah paya. Orang-orang juga biasanya membedakan lahan ladang antara lereng, dan dataran.

Advertisement

Pada waktu mencari dan menemukan hutan perladangan, orang harus memerhatikan dengan seksama gejala alam, seperti arah terbang dan suara burung atau yang dilakukan oleh hewan tertentu lainnya.

Jika lokasi yang ditemukan dianggap cocok untuk ladang, hutan tersebut ditebas secara simbolis dengan luas sekitar satu hingga dua depa persegi di beberapa tempat. Di masing-masing tempat yang telah ditebas, lahan itu diberi tanda khusus (upu talutn) sebagai pemberitahuan kepada orang lain bahwa lokasi tersebut akan dijadikan lahan perladangan.

Tanda tersebut berupa potongan kayu hidup yang panjangnya satu depa (repaaq) orang dewasa (satu depa sama dengan 150 cm) yang ditancapkan di tanah, yang semak belukarnya telah ditebas. Ujung pohon kayu tersebut dikuliti, lalu dipotong dengan bentuk agak runcing, kemudian-dibelah menjadi empat dan pada bagian belahan tersebut dipasang potongan ranting dahan kayu hiup. Kecondongan kayu adalah sekitar 70 derajat yang menunjuk ke arah areal perladangan yang akan dikerjakan. Tahap ini disebut dengan Tanda tersebut menunjuk ke areal perladangan yang dipasang pada seluruh sudut perladangan dan berarti ada sembilan buah tanda yang sama di daerah perladangan (Lahajir, 2001).

Setelah membuat tanda-tanda penebasan kemudian akan diteruskan dengan pekerjaan lainnya dan biasanya tergantung pada suatu mimpi atau tanda-tanda buruk lainnya. Dan apabila terdapat mimpi dan tanda-tanda buruk, maka otomatis pekerjaan dihentikan dan biasanya akan pindah ke lahan hutan lainnya.

Sebagai pedoman untuk memulai mengerjakan ladang, orang Rentenukng memerhatikan bulan dan bintang di langit. Orang Rentenukng mengenal enam nama bulan. Hafitdengan tanda bahwa bintang masih rendah di atas bumi, bulan ini adalah bulan baik untuk menanam padi. yang ditandai dengan musim penghujan, ini juga waktu terbaik untuk menanam padi.      juga dianggap masih bulan yang baik untuk menanam padi. yang ditandai dengan musim kemarau yang dianggap tidak baik untuk menanam padi.               merupakan bulan yang tidak baik untuk menanam padi, dan hanya baik untuk menyiangi ladang. Katab kanamadalah bulan yang tidak baik untuk menanam padi (Lahajir, 2001)

 

Advertisement