Advertisement

Pemupukan dibutuhkan karena hara yang tersedia di dalam tanah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan bibit. Oleh karena itu kekurangannya diberikan dalam bentuk pupuk. Dalam hal pemupukan sangat diperhatikan jenis pupuk, dosis, waktu, dan cara pemakaiannya. Jenis pupuk disesuaikan dengan unsur yang kekurangan dan sifat tanah yang digunakan dalam polybag. Dosis ditentukan berdasarkan selisih antara kebutuhan dengan unsur yang tersedia dalam tanah, biasanya dapat ditentukan berdasarkan analisis tanah atau percobaan-percobaan sebelumnya pada jenis tanah yang sama. Sedangkan cara pemakaiannya dipengaruhi oleh jenis pupuk yang dipakai, sifat pupuk, dan ketersediaan unsur hara dalam pupuk.

Pupuk yang selalu digunakan dalam pembibitan adalah pupuk majemuk. Pada pupuk majemuk satu bahan mengandung berbagai jenis unsur hara. Pupuk majemuk yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan bi-bit. Sebagai contoh bibit yang berumur 2-12 minggu dalam pertumbuhanya. Untuk itu pupuk yang digunakan adalah 15 : 15:6:4. Bibit yang berumur 12-42 minggu lebih banyak membutuhkan unsur K dibandingkan unsur yang lainnya, dan pupuk kieserite. Apabila terdapat gejala kekurangan nitrogen dan boron ditambahkan urea, bayfolan, dan borax. Dosis pemupukan disesuaikan dengan jenis tanah, kebutuhan bibit dan umur bibit. Umumnya pupuk 15:15:6:4. dibutuhkan sekitar 15-20 g/po’non pada pembibitan pendahuluan. Pada pembibitan utama dibutuhkan pupuk 12:12:17:2 sebanyak 100 160 g/pohon ditambah kieserite 50 g/pohon (Sumarno, 1987 dan Bintoro, 1988).

Advertisement

Waktu pemberian pupuk umumnya berselang 2 3 minggu atau apabila terjadi gejala kekurangan di areal pembibitan segera diberi pupuk. Pemberian pupuk di pembibitan tidak tergantung pada musim hujan atau musim kemarau, karena tanaman selalu disiram jika tidak terjadi hujan.

Pemberian pupuk dilakukan dengan cara menebarkan di sekeliling bibit atau dapat juga dilakukan dengan pembuatan lubang sedalam 2 3 cm dengan jarak 7 cm dari pohon. Pemberian sekitar pohon pada pembibitan kelapa sawit dinilai cukup efektif karena tanaman ini memiliki akar serabut. Pada waktu pemberian pupuk tidak boleh terkena daun atau batang tanaman. Khusus untuk pupuk daun (bayfolan) diberikan dengan cara melarutkan ke dalam air lalu disemprotkan. Karena sifatnva sebagai zat makanan bagi tanaman, maka pemberian pupuk tidak boleh kurang. Apabila terjadi kekurangan, maka bibit akan tumbuh tidak normal. Selain itu akan menunjukkan gejala penyakit yang disebabkan kekahatan hara. Penyakit ini disebut penyakit fisiologis. Dalam keadaan yang sangat parah penyakit fisiologis sukar disembuhkan sehingga bibit tersebut harus dibuang atau disisihkan sewaktu seleksi.

Incoming search terms:

  • pengertian pupuk kelapa sawit
  • jelaskan pemupukan kelapa sawit
  • pengertian pemupukan pada sawit
  • pengertian pemupukan dalam kelapa sawit
  • pengertian k sawit
  • pemupukan untuk kelapa sawit dan pengertian
  • meteri pupuk dan pemupukan kelapa sawit
  • materi tentang pemupukan kelapa sawit
  • pengertian pupuk sawit
  • jenis pupuk kelapa sawit

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian pupuk kelapa sawit
  • jelaskan pemupukan kelapa sawit
  • pengertian pemupukan pada sawit
  • pengertian pemupukan dalam kelapa sawit
  • pengertian k sawit
  • pemupukan untuk kelapa sawit dan pengertian
  • meteri pupuk dan pemupukan kelapa sawit
  • materi tentang pemupukan kelapa sawit
  • pengertian pupuk sawit
  • jenis pupuk kelapa sawit