PENDEKATAN FUNGSIONAL SOSIOLOGI

136 views

Menurut Bottomore, pendekatan fungsional di dalam sosiologi dan antropologi sosial, muncul sebagai reaksi terhadap metoda dan tuntutan bagi kaum evolusionis. Ia merupakan kritik yang naif dan karena penggunaan yang dangkal dari metoda perbandingan, dan juga terhadap metoda “historis yang bersifat terkaan”, yang menggunakan data yang belum diteliti kebenarannya dan yang tidak sistematis dari masyarakat zaman primitif, untuk merekonstruksikan tahap-tahap dari kehidupan masyarakat saat ini. Ia juga merupakan kritik terhadap tujuan dan tuntutan terhadap kaum evolusionis untuk memberikan per-tanggungan jawab keilmuan terhadap keseluruhan sejarah sosial dari kehidupan manusia.

Pendekatan fungsional ini dirumuskan pada abad 19, yang bagian terbesar merupakan karya dari Spencer, dan pendekatan ini didasarkan atas suatu analogi yang sudah ada semenjak dahulu kala, yaitu antara masyarakat dan organisme. Hal ini dapat dilihat misalnya, dalam karya Spencer, Principles of Sociology, yang melakukan analisa terhadap struktur sosial dan fungsi sosial (“social function”) dan kelihatan di sana terdapat pengaruh dari konsepsi-konsepsi biologis.

Dari jabaran di atas, kelihatan bahwa pendekatan fungsional ini lebih mementingkan penelaahan terhadap fungsi dari masyarakat, pendekatan mana dibangun atas anggapan bahwa masyarakat itu merupakan suatu organisme biologis. Oleh karena pandangan pendekatan fungsional pada keadaan demikian itu maka tekanan dari pendekatan ini pada umumnya diberikan kepada institusi sosial. Durkheim misalnya, membatasi fungsi dari suatu institusi sosial sebagai persesuaian (correspondence) antara institusi itu sendiri dengan kebutuhan-kebutuhan dari organisme sosial. Hal ini sangat muda dapat dilihat pada bagian pertimbangan (“considering”) terhadap fungsionalis-me sebagai suatu teori dan dari percobaan Durkheim untuk membedakan antara fungsi yang normal dan patologis, dari institusi.

Morten, barangkali tidak sependapat dengan Durkheim, dan mengajukan pendekatan lain dan satu antaranya adalah pembedaan antara “fungsi dan disfungsi” (“dysfunction”). Pembedaan lain yang cukup penting dari Morten adalah antara “manifest dan la-tent”, yang oleh Bottomore, dikatakan sebagai pengembangan dari prinsip yang dianut oleh Durkheim.

Incoming search terms:

  • Jelaskan pemahaman sosiologi dari pendekatan fungsional
  • pendekatan fungsional
  • pemahaman sosiologi dari pendekatan fungsional
  • pengertian pendekatan fungsional
  • pendekatan fungsional adalah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *