Dalam beberapa dekade (dasawarsa) yang lalu, suatu metoda baru telah diusulkan untuk digunakan dalam antropologi sosial dan sosiologi, dibawah nama “structuralisme” (pendekatan struktural). Orang yang menguraikan prinsip tersebut adalah Claude Levi- Strauss. Bottomore, dalam Sociology A. Guide To Problems And Literature, banyak menulis tentang berbagai hal mengenai sekitar pemunculan pendekatan ini. Edmund Leach, dalam kata pengantar pada suatu symposium mengenai pendekatan struktural ini, mengklaim (menuntut) terhadap hanya pada Levi- Strauss yang memberikan “wawasan baru” dalam menganalisa dongeng. Mereka dapat melihat kembali gagasan apa yang mereka maksudkan dan mulai membangun kembali wawasan baru. Sekarang, di sana memperlihatkan adanya percobaan yang tidak sistematik bila menggunakan metoda struktural dalam sosiologi, dan tidak mudah untuk melihat secara tepat masalah apa yang menjadi orientasinya atau tipe dari metoda penyelidikannya. Dalam lain cara, barangkali pendekatan struktural akan memberikan pengaruh tertentu; khususnya dalam memperbaharui konsep dari struktur sosial. Levi-Strauss sendiri telah membuat suatu kontribusi awal dalam karangannya mengenai struktur sosial dalam Anthropology Today (ditulis oleh A.L. Kroeber), yang memancing atau membangkitkan suatu kontrovensi (perdebatan) yang menarik dengan G. Gurvith; dan baru-baru ini telah mengubah pandangan terhadap struktur sosial dalam ilmu-ilmu sosial yang sepenuhnya telah diuji oleh Raymond Boudon dalam bukunya A quoisert la nation de structure? (Paris, 1968).

Barangkali yang mempunyai arti istimewa dari pendekatan struktural ini adalah bahwa tujuannya adalah untuk menemukan unsur-unsur universal dari masyarakat manusia, dan bahwa Levi-Stauss berkarya untuk mendapatkan unsur-unsur yang nampak sebagai karakteristik dasar dari fikiran manusia itu sendiri, yang mungkin dapat ditetapkan sebagai keanekaragaman dari struktur sosial. Dengan demikian, pada akhirnya dalam bentuk ini, pendekatan struktural sekurang-kurangnya mengandung suatu reduksi psikologis Lebih umum, sejak menelaah unsur-unsur universal itu muncul penolakan terhadap pendekatan historis, dan Levi—Strauss menegaskan aspek ini dalam ia membicarakan pemikirannya tentang “analytical and dialectical” dalam bab penutup tentang The Savage Mind.

Di atas telah kita bicarakan mengenai beberapa pendekatan dalapi sosiologi. Kiranya kita akan sependapat bahwa disiplin sosiologi terdiri dari berbagai aliran pemikiran, yakni berbagai pengelompokan dari ahli-ahli yang menganut berbagai pendekatan tertentu dan satu sama lain sering bertentangan. Walaupun demikian, dalam menelaah sosiologi karya ahli tertentu kita perlu mengetahui aliran pemikiran yang dianut nya, oleh karena penelaahan demikian seringkah sangat berguna untuk membantu melakukan penafsiran terhadap latar belakang ilmiah dari suatu karya sosiologi tertentu, sehingga dengan demikian dapat memberikan suatu telaah yang kritis. Tetapi, kita juga tidak harus melakukan penekanan dengan pembedaan aliran pemikiran itu, sebab apabila kita terlalu menekankan pada aliran pemikiran itu, hal yang dikatakan oleh David Berry, mungkin akan muncul, yaitu. 12 : “Bila kita terlalu menekankan pada pembagian sosiologi ke dalam aliran-aliran pemikiran, maka kita akan mencemari sosiologi dengan pertentangan-pertentangan antar aliran tersebut dan yang lebih celaka lagi kita akan kehilangan pandangan yang utuh dan menyeluruh tentang upaya sosiologi.”