Advertisement

PENGARUH DAN KARAKTERISTIK PRINSIP EKONOMI PASAR DI JERMAN – Sistem pengkoordiriasian kegiatan ekonomi yang lazim di masyarakat industri Barat adalah suatu kesepakatan dari setiap pengusaha melalui suatu sistem mekanisme pasar. Pada sistem koordinasi perekonomian pasar, setiap keputusan tentang mendesak atau tidaknya suatu permintaan, serta dengan cara bagaimana dan apa permintaannya tersebut, tergantung kepada sumber permintaan dan penawarannya itu sendiri. Artinya, tergantung pada konsumen dan produksi yang mereka butuhkan. Keputusan tentang permintaan individu sepenuhnya diarahkan pada konsumen-konsumen keluarga. Sementara keputusan mengenai kebutuhan masyarakat diarahkan kepada kelompok kebijakan masyarakat, di Republik Federal Jerman, misalnya dilakukan oleh kelurahan (Gemeinde),Dewan Perwakilan Rakyat Tingkat Negara Bagian (Landtag),dan Dewan Perwakilan Rakyat Federal Jerman (Deutscher Bundestag).Sehubungan dengan penghasilan

masyarakat, sebagai konsumen mereka bebas menentukan berapa banyak dan bagaimana kualitas dari barang yang dibelinya atau disebut juga dengan kebebasan konsumen. Keputusan mengenai perlindungan dari konsumen, dan yang dimaksudkan disini adalah mengenai macam dan ukuran dari hasil produksi dan ini akan ditentukan dalam pertemuan antara pimpinan perusahaan.

Advertisement

Selain biaya produksi, harga yang sesuai jangkauan juga Miompengaruhi keputusan produsen. Jika diasumsikan bahwa dengan biaya produksi yang sama, harga barang dagangan makin tinggi atau dengan kata lain, laba per satuan barang meningkat, maka akan makin banyak alokasi biaya untuk produksi barang tersebut guna meningkatkan suplai. Jadi ki imoditas dengan kelangkaannya di pasar yang menyebabkan Kenaikan laba persatuan akan mendapat prioritas produksi, karena produksi mengutamakan permintaan yang paling mendesak. Jika ada keuntungan, pemasok terdorong menam-bah produksi, sementara pedagang lain melihat hal ini sebagai perangsang untuk memproduksi sendiri produk yang menguntungkan tersebut. Dengan demikian, pasok barang dalam contoh ini dikendalikan oleh laba. Karena itu, meningkatnya permintaan yang awalnya menyebabkan harga naik dan keuntungan bertambah, selanjutnya mengarah ke membanjirnya pasok dan menyebabkan harga barang merosot. Jika laba persatuan menciut, atau hilang karena kemerosatan harga atau peningkatan biaya produksi, merupakan hal yang cenderung tak terhindarkan lagi bagi produsen adalah menghentikan produksi tersebut. Jadi, karena kemerosotan harga menandakan penurunan kelangkaan produk, sementara kenaikan harga menyiratkan bahwa sebagian dari hasil penjualan secara adil juga diserap oleh alat-alat produksi, mekanisme ini lebih disukai karena menunjang penggunaan faktor-faktor produksi secara optimal.

Agar program sistem koordinasi ini berfungsi secara memadai pada suatu perekonomian pasar dan tidak hanya tergantung pada formasi harga yang bebas, kebebasan konsumsi, dan kebebasan produksi, melainkan secara khusus, juga tergantung kepada kebebasan dagang dan agar keuntungan dapat mengendalikan produksi, memperluas penawaran dan menurunkan harga sesuai dengan fungsinya. Sesuai dengan koordinasi antara perencanaan konsumen dengan produksi, serupa dengan tatanan perekonomian pasar dimana penawaran dan permintaan dikoordinasikan oleh faktor produksi pasar. Keputusan mengenai penawaran faktor produksi dibuat oleh pemilik faktor-faktor tersebut, yaitu para pekerja, pemilik lahan, dan pemilik modal nyata. Permintaan akan faktor produksi, didapatkan dari perjanjian mengenai produksi yang diputuskan oleh pengusaha.

Ciri-ciri pemecahan permasalahan perekonomian pasar dari pengendaliannya ialah masing-masing lembaga perekonomian memprakarsai rencana dan keputusan ekonominya sendiri, dan rencana-rencana individual tersebut dikoordinasikan melalui formasi harga di pasar. Jadi, minat dan rencana dari berbagai pihak dapat disetujui dan proses perekonomian terutama diarahkan oleh kemauan pelaku ekonomi. Dengan kata lain, pengkoordinasian rencana-rencana tersebut melibatkan keputusan yang dibuat oleh pelaku ekonomi sendiri berdasarkan kesepakatan yang disimpulkan secara bebas, tidak dipaksakan oleh suatu otoritas yang lebih tinggi. Oleh karena itu, proses ini dapat secara sah disebut sebagai koordinasi diri sendiri berdasarkan keputusan bersama. “Pasar adalah … kelembagaan sosial yang dirancang untuk mencapai koseimbangan antara minat penawar, dan permintaan yang dalam hal harga, pada dasarnya, saling berlawanan. Di pasar tersebut, semua pelaku transaksi (dengan catatan, tanpa pembedaan dalam tingkat pendapatan) mendapat hak yang setara, tidak seorang pun dapat menguasai yang lain dan tidak .ida badan yang lebih tinggi yang dapat mendahulukan koinginanya dalam upaya pencapaian keseimbangan” (Stobbe, 1975).

Prestasi sosial dan ekonomi pasar bebas sebagai alat Koordinasi antara perencanaan dan pembuatan keputusan mengenai ruang lingkup, mutu, teknologi dan distribusi produksi barang dagang, dan yang tergantung pada kondisi tertentu. Yaitu, pelaku transaksi tidak menjadi sasaran bagi tekanan ekonomi ataupun kekuasaan ekonomi yang lebih tinggi; jauh dari pembedaan ‘alami’ yang berdasarkan keterampilan dan bakat-bakat pribadi, peluang ekonomi haruslah sama bagi mereka pada permulaannya; dan akhirnya, mereka yang tidak pada kedudukan untuk turut serta dalam proses perekonomian, dan atas upayanya sendiri dapat mencukupi kebutuhan hidup minimum sesuai dengan tuntutan hak-hak kemanusiaan, yang harus diberi sumber pendapatan yang cukup untuk kelangsungan hidupnya. Sistem pengendalian semacam ini disebut sistem perencanaan ekonomi pasar atau perekonomian pasar.

Secara alamiah, kegiatan ekonomi hanya dapat dikoordi-nasikan oleh pasar sejauh menyangkut apa yang disebut komoditas yang dapat dipasarkan, yaitu barang atau jasa yang permintaan dan penawarannya diatur oleh suatu pasar. Namun, sejalan dengan kemajuan ekonomi, barang yang tidak dapat dipasarkan makin banyak bermunculan. Misalnya, keamanan umum, keamanan sosial, kesehatan, fasilitas rekreasi, pendidikan, dan komoditas semacamnya yang produksi dan distribusinya karena alasan-alasan sosial dan lainnya tidak dapat diatur oleh mekanisme ekonomi pasar, tapi terbatas pada badan-badan pembuat keputusan yang hierarki dan yang dipilih secara demokratis.

Kenyataan bahwa sistem pembentukan harga yang bebas sampai saat ini merupakan indikator kelangkaan suplai yang paling tepat, sehingga menjadi landasan perhitungan untuk menetapkan biaya kombinasi alat-alat produksi secara efisien (perdebatan ini pernah berlangsung di Eropa Timur, bekas Jerman Timur, dan RRC, mengenai ‘liberalisasi’ tatanan perekonomian di sana dan perbaikan sistem pengendaliannya, ini menunjukkan adanya kesadaran perlunya indikator kelangkaan yang harus berfungsi setepat mungkin).

Kenyataan bahwa pimpinan perusahaan yang bebas dan otonom dengan tingkat kepastian yang tinggi dalam perencanaannya dapat menemukan metode produksi dan alat-alat produksi yang kualitas tekniknya terbaik, sekaligus murah dan dapat melakukan percobaan dibandingkan dengan pegawai negeri yang dibebani tugas birokrasi dan kurang mengetahui situasi dan lingkungan ekonomi suatu perusahaan (perdebatan mengenai ‘desentralisasi’ keputusan ekonomi pada perekonomian terpusat menun-jukkan, bahwa adanya keinginan untuk memanfaatkan keuntungan yang didapat dari adanya pemberian kebebasan bagi pembuat kebijakan di perusahaan).

Kenyataan bahwa prinsip perekonomian pasar mendorong lahirnya prakarsa pribadi dan kemampuan untuk mengem-bangkan diri secara spontan dan bebas dibandingkan pada perekonomian terpusat.

Terakhir adalah kenyataan bahwa dalam suatu pereko-nomian pasar produsen dan alat-alat produksi tidak dikaitkan dengan perencanaan ekonomi nasional yang mengikat, yang menempatkan pelaku ekonomi bebas merencanakan alat-alat produksinya. Jadi, mereka dapat menyesuaikan diri lebih luwes terhadap situasi pasar dan perubahannya. golongan demikian kita sampai pada salah satu dari sekian hunyak alasan kemampuan perekonomian pasar di bidang purokonomian dan kemajuan teknologi. Perkembangan Kemajuan ekonomi dan teknologi serta penerapannya terkait in.it dengan percobaan-percobaan yang harus dilakukan dalam in iii pengetahuan dan penyebarannya. Jika suatu masyarakat m nun terjamin kebutuhannya dengan baik, maka tugas utama w .lem perekonomian menurut von Hayek (1976:103 dst.) mlalah bukan untuk memenuhi kebutuhan dengan sebanyak mungkin cadangan yang ada, tetapi yang utama adalah mengetahui kebutuhan barang dan perubahannya, serta i m’inperbaiki sarana pendukung kebutuhan yang tersedia, i”iutama alat-alat produksi dan metoda produksi. Jadi untuk ‘in diperlukan peningkatan pengetahuan, untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang baru dan dapat menerapkannya. Untuk niomecahkan permasalahan ini diharuskan berangkat dari konyataan, karena tidak seorang-pun, baik itu perorangan, porusahaan, ataupun lembaga akan serba mengetahui. Oleh Karena itu, menurut Hayek, diperlukan untuk ditemukan •Mjanisasi masyarakat yang dapat menyingkirkan sejauh mungkin pembatas, yang membatasi pengetahuan manusia, berdasarkan pengalaman, kemungkinan tersebut akan lebih ii.myak dijumpai pada sistem yang berdasarkan persaingan, 11 kebasan intelektual dan kebebasan bertindak. Di masyarakat v. ing demikian yang menempatkan setiap pelaku ekonominya independen merupakan pelaku eksperimen yang mengejar i’oberhasilan semaksimal mungkin dengan segala sarana yang diizinkan, tidak dibatasi produksinya dan tidak dibatasi oleh adanya penjatahan alat-alat produksi. Para pelaku ekonomi berhasil membuka jalan ke pasar, dan para pesaing akan mengikutinya. Dalam persaingan, para pengusaha akan berusaha mengidentifikasi kebutuhan konsumen. Ribuan insinyur dan pengusaha akan berusaha mengembangkan, inengujicobakan, dan mewujudkan gagasan.

Advertisement