Advertisement

Pengaruh NOx Terhadap Tanaman

Adanya NOx di atmosfer akan mengakibatkan kerusakan tanaman, tetapi sukar ditentukan apakah kerusakan tersebut disebabkan langsung oleh NOx atau karena polutan sekunder yang diproduksi dalam siklus fotolitikN02. Beberapa polutan sekunder diketahui bersifat sangat merusak tanaman. Percobaan dengan cara fumigasi tanam-tanaman dengan NO., menunjukkan terjadinya bintik-bintik pada daun jika digunakan konsentrasi 1.0 ppm, sedangkan dengan konsentrasi yang lebih tinggi (3.5 ppm atau lebih) terjadi nekrosis atau kerusakan tenunan daun (Stoker dan Seager, 1972).

Advertisement

Fumigasi tanaman buncis dan tomat dengan 10 ppm NO me-nunjukkan penurunan kecepatan fotosintesis sebanyak 60 70%, yaitu dengan cara mengukur absorbsi C02. Absorbsi C02 akan kembali normal segera setelah pemberian NO dihentikan. Perlakuan tersebut tidak menyebabkan timbulnya kerusakan tenunan daun (Stoker dan Seager, 1972).

Pengaruh NOx Terhadap Manusia

Kedua bentuk nitrogen okside, yaitu NO dan N02 sangat berbahaya terhadap manusia. Penelitian aktivitas mortalitas kedua komponen tersebut menunjukkan bahwa N02 empat kali lebih beracun daripada NO. Selama ini belum pernah dilaporkan terjadinya keracunan NO yang mengakibatkan kematian. Pada konsentrasi yang normal ditemukan di atmosfer, NO tidak mengakibatkan iritasi dan tidak berbahaya, tetapi pada konsentrasi udara ambient yang normal NO dapat mengalami oksidasi menjadi N02 yang lebih beracun.

He wan percobaan yang diberi NO dengan dosis yang sangat tinggi akan memperlihatkan gejala paralisis sistem syaraf dan konvulsi. Penelitian lainnya menunjukkan bahwa tikus yang diberi NO sampai jumlah 2500 ppm akan hilang kesadarannya setelah 6-7 menit, tetapi jika kemudian diberi udara segar akan sembuh kembali setelah 4 6 menit. Tetapi jika pemberian NO pada konsentrasi tersebut dilakukan selama 12 menit, pengaruhnya tidak akan dapat dihilangkan kembali, dan semua tikus yang diuji akan mati. N02 bersifat racun terutama terhadap paruparu. Konsentrasi N02 lebih tinggi dari 100 ppm bersifat letal terhadap kebanyakan hewan, dan 90% dari kematian tersebut disebabkan oleh gejala edema pulmonari. Konsentrasi N09 sebesar 800 ppm atau lebih mengakibatkan 100% kematian pada hewanhewan yang diuji dalam waktu 29 menit atau kurang. Pemberian sebanyak 5 ppm N09 selama 10 menit terhadap manusia mengakibatkan sedikit kesukaran dalam bernafas.

Advertisement