Advertisement

Polutan partikel masuk ke dalam tubuh manusia terutama melalui sistem pernafasan, oleh karena itu pengaruh yang merugikan langsung terutama terjadi pada sistem pernafasan. Faktor yang paling berpengaruh terhadap sistem pernafasan terutama adalah ukuran partikel, karena ukuran partikel yang menentukan seberapa jauh penetrasi partikel ke dalam sistem pernafasan.

Sistem pernafasan mempunyai beberapa sistem pertahanan yang mencegah masuknya partikel-partikel, baikjberbentuk padat maupun cair, ke dalam paru-paru. Bulu-bulu hidung akan mencegah masuknya partikel-partikel berukuran besar, sedangkan partikel-partikel yang lebih kecil akan dicegah masuk oleh membran mukosa yang terdapat di sepanjang sistem pernafasan dan merupakan permukaan tempat partikel menempel. Pada beberapa bagian sistem pernafasan terdapat bulu-bulu halus (silia) yang bergerak ke depan dan ke belakang bersama-sama mukosa sehingga membentuk aliran yang membawa partikel yang ditang-kapnya keluar dari sistem pernafasan ke tenggorokan, di mana partikel tersebut tertelan. Gambar 14.2 menunjukkan bagianbagian sistem pernafasan termasuk struktur pulmonari yang lengkap dengan kantung-kantung alveoli (udara) yang lembut. Kantung-kantung alveoli yang berasal dari banyak cabang-cabang kantung udara merupakan tempat dimana oksigen dan karbondiokside saling bertukar antara atmosfer dengan darah.

Advertisement

Partikel ycmg mempunyai diameter lebih besar daripada 5.0 mikron akan terhenti dan terkumpui terutama di dalam hidung dan tenggorokan. Meskipun partikel tersebut sebagian dapat masuk ke dalam paru-paru tetapi tidak pernah lebih jauh dari kantung-kantung udara atau bronchi, bahkan segera dapat dikeluarkan oleh gerakan silia. Partikel yang berukuran diameter 0.5 5.0 mikron dapat terkumpui di dalam paru-paru sampai pada bronchioii, dan hanya sebagian kecil yang sampai pada alveoli. Sebagian besar partikel yang terkumpui di dalam bronchioli akan dikeluarkan oleh silia dalam waktu 2 jam. Partikel yang berukuran diameter kurang dari 0.5 mikron dapat mencapai dan tinggal di dalam alveoli. Pembersihan partikel-partikel yang sangat kecil tersebut dari alveoli sangat lambat dan tidak sempurna dibandingkan dengan di dalam saluran yang lebih besar. Beberapa partikel yang tetap tertinggal di dalam alveoli dapat terabsorbsi ke dalam darah.

Partikel-partikel yang masuk dan tertinggal di dalam paruparu mungkin berbahaya bagi kesehatan karena tiga hal penting, yaitu:

  1. Partikel tersebut mungkin beracun karena sifat-sifat kimia dan fisiknya.
  2. Partikel tersebut mungkin bersifat inert (tidak bereaksi) tetapi jika tertinggal di dalam saluran pernafasan dapat mengganggu pembersihan bahan-bahan lain yang berbahaya.
  3. Partikel-partikel tersebut mungkin dapat membawa moiekulmolekul gas yang berbahaya, baik dengan cara mengabsorbsi atau mengadsorbsi, sehingga molekul-molekul gas tersebut dapat mencapai dan tertinggal di bagian paru-paru yang sensitif. Karbon merupakan partikel yang umum dengan kemampuan yang baik untuk mengabsorbsi molekul-molekul gas pada permukaannya.

Partikel-partikel yang beracun biasanya tidak terdapat dalam jumlah tinggi di atmosfer, kecuali aerosol asam sulfat, melainkan terdapat dalam jumlah sangat kecil. Tabel 14.2 memperlihatkan berbagai partikel logam yang berbahaya yang biasanya terdapat dalam jumlah kecil sekali. Tetapi konsentrasi tersebut dapat meningkat karena aktivitas manusia.

Advertisement