PENGERTIAN ADAM MENURUT ALKITAB – Kata Ibrani untuk ‘laki-laki’, dan menurut PL, merupakan orang pertama dari jenis ini. Dalam Kitab Kejadian ada dua pemberitaan mengenai *penciptaan. Dalam pemberitaan pertama (Kej. 1:1-2:4a, *P), laki-laki dan perempuan diciptakan menurut *gambar atau citra Allah, yang berarti bahwa manusia (Adam dalam bahasa Ibrani merupakan kata benda kolektif, yang berarti ‘umat manusia’) memiliki tanggung jawab di hadapan Allah, tidak seperti binatang. Laki-laki dan perempuan diciptakan bersama-sama (1:27) dan saling melengkapi. Masing-masing memiliki kebebasan untuk taat atau tidak taat terhadap kehendak Allah. Dalam cerita kedua (2:4b25, *Y), ‘Adam’ adalah nama diri dan ia dianggap sebagai kepala (yang pertama) dari segala ciptaan, dengan cara menempatkannya pada urutan pertama. Perempuan diciptakan kemudian, karena lakilaki tidaklah lengkap tanpa dia.

Di Taman *Eden semua hidup damai, hingga Adam dan *Hawa melanggar perintah Allah. Kemudian mereka mulai menderita sakit, harus bekerja membanting tulang, dan mati. Hubungan sejati dengan Allah menjadi rusak. Mitos Kej. 3 dikenal sebagai *Kejatuhan ke dalam dosa.

Dalam PB Adam dan Hawa dianggap sebagai pribadi-pribadi historis, dan oleh Lukas (3:38) *silsilah Yesus dirunut kembali kepada Adam. Paulus mempertentangkan Adam pertama dalam Kejadian, yang tidak taat, dengan ‘Adam terakhir’, Kristus, yang taat. Semua manusia yang berada dalam solidaritas dengan Adam adalah jahat dan berdosa; tetapi melalui *iman kepada Kristus mereka memperoleh hidup, anugerah dan pengharapan akan *kebangkitan (1Kor. 15:21-22). Dalam pandangan Paulus, pengalaman universal manusia mengenai hidup baru hanya dimungkinkan oleh peristiwa yang terakhir, yaitu kehidupan, kematian dan kebangkitan Yesus.

Filed under : Biker Religious,