PENGERTIAN ADAPTASI, SELEKSI ALAM DAN BERTAHAN HIDUPNYA GEN YANG MAMPU MENYESUAIKAN DIRI – Seleksi alamiah adalah proses di mana alam menyeleksi bahan-bahan genetika tertentu sehingga memungkinkan makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Dengan memungkinkan seekor makhluk hidup bertahan hidup dan berkembang subur dalam lingkungan tertentu, seleksi alam merupakan sebuah proses adaptif. Jika suatu species mampu beradaptasi dengan baik dengan habitatnya, dan jika habitatnya umumnya tetap atau tidak berubah, maka kita dapat mengasumsikanbahwa tidak ada evolusi lebih lanjut (yang substansial) yang dialami oleh species tersebut.

Namun, jika perubahan-perubahan penting mulai terjadi dalam lingkungannya, species tersebut tidak dapat lagi menyesuaikan diri dengan baik untuk dapat bertahan hidup. Untuk melakukan readaptasi terhadap kondisi yang berubah, species tersebut akan mengalami beberapa tingkat modifikasi evolusioner, kalau tidak ia akan mengalami kepunahan. Apakah dia akan dapat atau tidak menyesuaikan diri, tergantung kepada banyak faktor. Dalam kasus hipotetis, suatu species binatang yang berhadapan dengan lingkungan yang berubah dapat melahirkan sejumlah gen mutant pada generasi keturunanberikutnya. Karena apabila jumlah gen ini sangat besar akan berbahaya bagi organisme yang melingkupinya, kebanyakan mungkin harus dieliminir oleh generasi-generasi berikutnya (atau paling tidak oleh beberapa generasi sesudahnya), karena apabila organisme yang melingkupinya tidak benar-benar pas untuk dapat bertahan hidup dan berkembang subur dan, dengan demikian, tidak dapat mereproduksi dan mewariskan gennya kepada generasi berikutnya. Jadi, seleksi alam secara selektif membuang gen-gen yang tidak berguna dan meminimalkan gen-gen mutant yang berbahaya.

Tetapi apabila gen mutant yang muncul melahirkan beberapa keuntungan bagi organisme dan membantunya mengadaptasikan diri dengan lingkungan yang berubah, organisme tersebut mungkin akan subur dan ber-kembang sampai kepada usia reproduktif. Selanjutnya, ia akan mereproduksi dirinya dengan melahirkan tiruan dari gen-gennya — termasuk gen-gen yang menguntungkan — pada generasi berikutnya. Setelah itu, gen-gen mutant akan terkandung dalam beberapa organisme, organisme-organisme tersebut selanjutnya akan mempunyai sedikit kemampuan adaptif terhadap geriLgen tersebut tanpa gen mutant yang menguntungkan. Organisme-organisme yang mengandung gen mutant yang menguntungkan ini selanjutnya berkembang subur, melakukan reproduksi dan menurunkan tiruan dari gen mutant yang ada. Gen mutant yang asal akan mulai menyebar ke seluruh kumpulan gen species tersebut, dan ia akhirnya dapat memberikan karakter bagi species sebagai keseluruhan. Jika itu yang terjadi, maka satu bagian kecil dari modifikasi evolusioner telah terjadi pada species makhluk hidup tersebut.

Tentu saja, gen mutant yang menguntungkan (beneficial mutant) lainnya dapat juga muncul dalam species ini pada satu saat; jika itu terjadi, gen-gen tersebut mungkin akan dipelihara dan menyebar ke seluruh species melalui seleksi alam. Dalam jangka waktu yang cukup, modifikasi genetika ini mungkin akan berakumulasi sampai ke satu titik di mana species akan memiliki struktur genetika yang secara substansial berbeda. Species tersebut dapat menjadi sangat berbeda dari asalnya yang melahirkan species baru tersebut.

Proses mutasi genetika sangat penting bagi evolusi. Ia memungkinkan terjadinya variabilitas genetika baru,sehingga seleksi alam dapat berjalan, dan tanpa proses tersebut modifikasi evolusioner penting tidak dapat terjadi (Dobzhansky, 1962). Dengan demikian, evolusi adalah hasil dari interaksi antara seleksi alam dan mutasi genetika.

Dalam skenario yang diberikan di atas, species yang menghadapi perubahan lingkungan berhasil melakukan adaptasi dengan lingkungan baru melalui modifikasi evolusioner. Proses evolusioner ini membuat berlakunya “survival of the fit”; gen yang fit (dapat menyesuaikan diri) bertahan dan berkembang biak, dan gen yang tidak fit secara bertahap mengalami kepunahan: Gen yang fit adalah gen yang mampu memberikan keuntungan adaptif bagi suatu organisme dalam lingkungan tertentu; sebaliknya, gen yang tidak fit adalah gen yang tidak dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Kemam-puan menyesuaikan diri (fitness) gen sangat relatif, dan lingkunganlah yang menentukan apakah sebuah gen fit atau tidak. Kemampuan sebuah organisme menyesuaikan diri harus didefinisikan dalam kaitannya dengan keberhasilan reproduktif differential. Suatu organisme yang mampu menurunkan lebih banyak keturunannya pada generasi yang akan datang dibandingkan dengan organisme lain dikatakan memiliki kekuatan unggul.

Harus ditekankan bahwa evolusi adalah proses “yang tidak dapat ditentukan sebelumnya” dan “bersifat kebetulan”, yang berjalan tanpa terikat pada tujuan yang ditentukan sebelumnya dan tidak menuju kepada tujuan tertentu. Ini dapat dipastikan demikian karena bahan baku yang memungkinkan terjadinya seleksi alamiah — mutasi genetika — muncul dengan sangat kebetulan. Apabila tidak ada penyimpangan kebetulan yang terjadi dalam peniruan DNA, maka modifikasi evolusioner signifikan tidak akan pernah terjadi. Proses inilah yang menentukan eksistensi semua varietas kehidupan yang bermacam-macam yang ada di muka bumi selama tiga milyar tahun yang lalu, termasuk, tentu saja, semua species makhluk manusia.

Filed under : Bikers Pintar,