Advertisement

Perasaan atau emosi atau afek pada umumnya dapat berpengaruh terhadap hubungan dengan orang yang belum atau baru dikenal. Menurut penelitian, anak berumur 2 tahun pun sudah dapat membedakan wajah dan suara bahagia, sedih, dan marah dari orang dewasa (Stifter & Fox, 1987). Dalam eksperimen lain, orang disuruh menilai foto wajah sambil mendengar musik yang menyenangkan (rok), yang biasa, dan yang tidak menyenangkan (klasik yang sendu). Ternyata penilaian orang terhadap wajah itu tergantung jenis musik yang didengarnya. Orang yang mendengarkan lagu yang riang menilai wajah itu lebih positif daripada orang yang mendengar lagu sendu (May & Hamilton, 1980).

Di pihak lain, interaksi antarpribadi juga dapat mempengaruhi afek. Jika kita berjumpa dengan seseorang dan reaksinya bermusuhan, afek yang akan ditimbulkan pada diri kita adalah marah (Farina, Wheeler & Metha, 1991; Shapiro, Baumeister & Kessler, 1991), sedangkan jika reaksi awalnya menghargai dan menyenangkan, emosi yang ditimbulkan adalah positif (Downey & Damhave, 1991). Dalam contoh di atas, reaksi awal yang ditampilkan Dedet terhadap pendekatan Yansen adalah negatif, sebaliknya reaksi Leo adalah positif. Oleh karena itu, afek yang timbul pada Yansen adalah negatif terhadap Dedet dan positif kepada Leo.

Advertisement

Akan tetapi, reaksi positif atau negatif memang tidak selalu dapat diramalkan dengan tepat. Seorang pemuda yang ingin mendekati gadis, misalnya, sering melontarkan ucapan yang justru dinilai negatif. Padahal dimaksudkan sebagai positif (ajakan untuk berkenalan). Misalnya, di situasi restoran ucapan pemuda kepada teman kencannya yang akan dinilai negatif adalah. “Saya kira kue ceri itu lebih manis dari wajahmu”. Sebaliknya, ucapan yang akan dinilai positif adalah “Saya belum pernah ke restoran ini. Apa yang enak dalam menu ini?”. Sedangkan di tempat cuci umum (banyak terdapat di Amarika), kata-kata yang disenangi dari seorang pria asing adalah “Anda mau saya ambilkan kopi sambil menunggu?”, dan kata-kata yang tidak disukai adalah “Pakaian dalam anda cantik-cantik sekali, ya?”. Jelaslah bahwa kalimatkalimat pembukaan yang dimaksudkan untuk membangkitkan afek yang positif belum tentu diterima sebagai positif oleh pihak lain. Dalam hal ini persamaan latar belakang memang diperlukan untuk Qiempermudah penafsiran dalam komunikasi, kesamaan bahasa, dan saling pengetahuan tentang diri lawan bicara (Markova, Graumann & Floppa, 1995).

Keterangan Afek mempengaruhi saling ketertarikan dalam hubungan antarpribadi, antara lain sebagai berikut.

  1. Teori Reinforcement-affect moAfek positif yang timbul terhadap orang tertentu merupakan ganjaran terhadap hubungan itu sehingga hubungan menjadi lebih baik, sementara hubungan yang positif juga merupakan ganjaran sehingga menimbulkan rasa senang (Clore & Byrne, 1974).
  2. Afek tidak hanya diasosiasikan dengan hal yang menimbulkan atau menyebabkan situasi atau stimulus, tetapi juga dengan hal-hal lain di sekitarnya. Misalnya, kalau kita menonton film yang bagus, kita akan senang bukan hanya kepada film yang kita tonton, tetapi juga pada penonton lain yang kita jumpai di bioskop itu (Byrne & Clore, 1970).

Incoming search terms:

  • pengertian afek
  • afek adalah
  • apa itu afek
  • maksud dari afek
  • Arti afek
  • definisi dan macam macam afek

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian afek
  • afek adalah
  • apa itu afek
  • maksud dari afek
  • Arti afek
  • definisi dan macam macam afek