PENGERTIAN AGAMA EROPA

21 views

Tiga cabang besar agama Kristen — Ka­tolik, Protestan, dan Ortodoks — semua berkaitan dengan kebudayaan Latin, Jerman, dan Slavia. Da­lam perkembangan selanjutnya agama mempunyai kaitan erat dengan kesadaran etnis. Di Irlandia mi salnya, Katolikisme menjadi perisai melawan asimilasi Inggris. Di Finlandia, Estonia, dan Latvia, Protestantisme menjadi benteng melawan Rusifikast

Orang Katolik Jerman yang dibawa ke Siberia tetap mempertahankan kekatolikannya dan minoriu Orto­doks Yunani tetap bertahan terhadap domino Jam.

Kejadian sebaliknya yang juga terjadi ialah penye­baran agama sebagai langkah awal asimilasi. Penye­baran agama Kristen Ortodoks memudahkan asimilasi Rusia di Karelia dan daerah Laut Baltik. Dalam contoh yang lebih luas, ekspansi daerah jajahan Spa­nyol dan Portugal dibarengi ekspansi agama Katolik.

Dari ketiga cabang di atas, kebanyakan orang Kristen Eropa adalah penganut Katolik Roma. Me­reka terutama berdiam di bagian selatan Eropa Barat dan bagian utara Eropa Timur. Orang Kristen lain­nya menjadi penganut Gereja Ortodoks atau Gereja Timur dan Protestan. Penganut Gereja Ortodoks ber­diam di Rusia Eropa, Yunani, dan negara-negara ba­gian selatan. Protestan terutama dianut negara-negara di bagian utara Eropa Barat. Selain itu, terdapat be­berapa juta orang Islam dan Yahudi. Orang Yahudi tersebar di seluruh benua, sedangkan orang Islam ber­diam di bagian tenggara Eropa seperti di negara Albania dan Turki.

Pemerintah negara-negara Eropa Timur mengham­bat keyakinan agama karena dianggap bertentangan dengan ajaran komunis. Pada awal masa pemerintah­an mereka, pemerintah komunis membunuh banyak pengikut agama. Tetapi jutaan orang di Eropa Timur, terutama orang-orang tua di pedalaman, tetap men­jalankan ibadah agama tanpa mempedulikan ham­batan dari pihak pemerintah. Pemimpin agama Ka, Paus Johanes Paulus II, bahkan berasal dari Eropa Timur, yakni Polandia.

Selain membawa kemajuan, agama Kristen juga menimbulkan kekacauan. Banyak kerusuhan dan per­tumpahan darah disebabkan oleh konflik agama. Ge­reja Katolik Roma, yang mendominasi Eropa selama Abad Pertengahan, menindas penganut agama lain serta melakukan sejumlah perang yang dikenal seba­gai Perang Salib melawan orang Islam. Kelahiran Pro­testanisme pada awal 1500-an menyebabkan perang 100 tahun antara orang Katolik dan Protestan di Eropa. Perseteruan antara Katolik dan Protestan ma­sih terus berlangsung di beberapa negara Eropa hing­ga hari ini. Misalnya kerusuhan di Irlandia.Utara se­menjak tahun 1960-an.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *