Suatu pertikaian, tidaklah mungkin akan berlangsung untuk selama-lamanya. Pada suatu ketika pertikaian itu akan mendapatkan penyelesaiannya. Mungkin saja penyelesaian itu hanya dapat diterima untuk sementara waktu saja, dalam arti para fihak tidak sepenuhnya merasa puas. Suatu keadaan di mana selesainya pertikaian, merupakan working relationship yang disebut akomodasi.

Mendasarkan pada pernyataan di atas, maka da-pat difahami apabila Soeijono Soekanto menyatakan bahwa akomodasi itu menunjuk pada dua arti atau makna. Pertama, akomodasi menunjuk pada suatu keadaan dan kedua, akomodasi itu menunjuk pada suatu proses. Sebagai suatu proses, akomodasi menunjuk pada usaha-usaha untuk mencapai penyelesaian pertikaian; sedangkan sebagai suatu keadaan, akomodasi menunjuk pada suatu kondisi selesainya pertikaian tersebut. Akomodasi sebagai suatu proses, mungkin dilakukan sendiri oleh mereka yang bertikaian, akan tetapi seringkah pula melalui perantaraan fihak ketiga, misalnya melalui lembaga pengadilan atau fihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah fihak atau meng-gunakan lembaga arbitrase untuk menyelesaikan per-tikaian itu. R. Firth menyatakan bahwa perselisihan yang penyelesaiannya diserahkan kepada salah seorang anggota suku yang lebih tua, atau kepada seorang teman atau teman sesuku yang disegani, telah menjadi kebiasaan bagi rakyat Nyakusa18 ; bentuk penyelesaian dengan model seperti yang diberitakan oleh Firth tadi, dapat pula ditemui pada masyarakat Indonesia, bahkan telah melembaga; dan bagi masya-rakat Indonesia terdapat suatu pola penyelesaian perselisihan melalui suatu lembaga, yang dimaksud di sini adalah lembaga “musyawarah.” Musyawarah ber-arti membahas bersama suatu masalah dengan maksud untuk mencapai kesepakatan. Di dalam proses ini akan mengandung di dalamnya suatu konsep “toleransi” maupun “kompromi”, yaitu kesediaan satu fihak untuk memberikan pengorbanan atau kesediaan untuk kehilangan sesuatu untuk fihak lain, sehingga masalah itu dapat disepakati. Dalam hal perselisihan, perbedaan yang ada itu diharmonisasikan sedemikian rupa sehingga walaupun perbedaan itu ada, akan tetapi melalui harmonisasi itu kesepakatan itu dapat dicapai.