Advertisement

Mereka menawarkan informasi-informasi penting mengenai kebiasaan pemakaian bahasa dan juga tatacara penggunaannya yang memudahkan anak-anak mengulang, mengingat dan mengucapkan kembali kata-kata yang pernah didengarnya.Ketika bayi mulai belajar kata pertamanya mereka sesungguhnya sudah mulai melangkah untuk mempelajari keahlian yang paling kompleks sepanjang hidup mereka, yang juga menjadi tugas utama mereka sampai berusia lima atau enam tahun. Sesungguhnya bagaimana mereka dapat mempelajari suatu sistem yang memerlukan penguasaan suara, kosa kata, aturan-aturan gramatika, makna-makna, aturan pemakaian kata. kecakapan artikulasi, pemilahan pendengaran, penyimpanan informasi, pengenalan bunyi dan kecekatan ingatan? Ini merupakan sebuah topik misterius yang sejak lama menantang dan memikat perhatian para psikolog, ahli bahasa dan juga para filsuf. Dalam upaya menjawab pertanyaan yang sangat mendasar tersebut, para peneliti berusaha keras mengamati bagaimana anak- anak untuk pertama kalinya belajar berkata-kata. Sejak 1960-an, perhatian dicurahkan pada penguasaan atau akuisisi bahasa pertama dan tahap-tahap selanjutnya yang harus ditempuh oleh anak-anak. Anak-anak bisa mendengar dengan jelas tutur kata bahasa yang terdengar di sekitar mereka, meskipun mereka belum memahami arti atau maknanya. Para orang tua atau orang-orang dewasalah yang membantu menyusun struktur sintaksis dan pemahaman konseptualnya.  Ketika anak-anak mulai mengucapkan kata- kata (sekitar usia 12 hingga 18 bulan), mereka biasanya hanya mengeluarkan satu patah kata dalam satu waktu. Namun begitu mereka muiai belajar mengkombinasikan dua atau lebih kata, misalnya mulai dari uminum” menjadi “minum lagi” lalu menjadi “minta minum lagi” maka kecermatan penguasaan bahasa mereka pun kian tinggi. Tentu saja kata-kata yang diucapkan belum membentuk kalimat yang benar dan tidak sesuai dengan aturan gramatika. Namun mereka mulai mampu mengemukakan keinginan mereka secara verbal/lisan. Dalam menyempurnakan susunan kalimat anak-anak mulai belajar memodulasikan makna kata benda dan kata kerja. Sedikit demi sedikit mereka pun menggunakan kata-kata sambung, yang cakupannya ditentukan oleh tingkat kerumitan dari bahasa ibunya. Setiap kata yang diucapkan juga mulai sempurna seperti tuntutan konteksnya. Misalnya dalam bahasa Inggris, mereka mulai bisa menyebut cats dan tidak sekedar cat kalau mereka melihat lebih dari satu ekor kucing. Pelafalan kata-kata itu pun semakin jelas. Anak-anak di usia dini itu bagaikan pembuat pola baju. Mereka mengatur pengucapan semua kata berdasarkan setiap prinsip baru yang mereka kuasai sekalipun sesungguhnya tidak semua kata harus menyandang kelengkapan seperti itu. Sebagian besar anak mulai menciptakan kombinasi kata pada usia dua hingga dua setengah tahun. Dalam beberapa bulan berikutnya mereka mulai mengelabolarasi kata-kata sambung (“yang, kalau, makanya, jadi”) sehingga mereka pun mulai bisa membentuk kaiimat sempurna. Namun penguasaan sintaksis memerlukan waktu lebih lama, sehingga seringkah susunan kaiimat yang mereka ucapkan terkesan janggal untuk ukuran orang dewasa. Penguasaan kosa kata merupakan elemen penting dalam penguasaan bahasa. Anak-anak mampu menghafal dan memahami makna kata secara sangat cepat, yakni antara 100 hingga 400 kata pada usia dua tahun, menjadi sekitar 14.000 kata pada usia 6 tahun. Ketika mereka beranjak dewasa, sekurang-kurangnya mereka telah menguasai 50.000 kata. Selama proses itu, anak- anak juga belajar memilah-milah konteks penggunaan setiap kata.

Mereka mulai menganalisis kata-kata kompleks yang semula terpisah-pisah (dari “makan” menjadi “mau makan atau “dimakan”). Pada usia dua tahun ke atas, anak-anak mulai memiliki himpunan kosa kata yang bervariasi. Setiap kata baru bermakna jika maknanya diketahui, dan ini merupakan tugas yang cukup sulit bagi anak-anak. Pada usia sekitar tiga tahun ucapan anak mulai dipahami secara mudah. Namun untuk mendapatkan kata-kata yang tepat, anak-anak harus mendengar lebih banyak dan menyimpan lebih banyak. Dalam waktu bersamaan mereka juga harus melatih kecakapan artikulasi dan mengidentifikasikan suara-suara yang sesuai untuk setiap kata. Ketika mereka mulai mengucapkan kata-kata, mereka berusaha menyamakannya dengan versi ucapan yang keluar dari mulut orang dewasa. Pemahaman struktur bahasa hanya merupakan salah satu aspek dari penguasaan bahasa. Anak-anak juga harus menggunakan bahasa secara tepat. Mereka harus mengetahui bagaimana membuat permintaan dan bagaimana menyusun kalimat permintaan yang sopan dan menyenangkan orang lain. Pada usia empat tahun mereka mulai dapat membedakan mana kalimat yang sopan dan mana yang kasar. Dalam waktu itu pula pengetahuan mereka mengenai bentuk dan makna kalimat terus berkembang sehingga mereka pun mulai berlatih untuk menceritakan sesuatu. Anak-anak memiliki kemampuan belajar bahasa yang sangat mengagumkan. Seorang anak dapat mempelajari dua bahasa yang berbeda sama cepatnya dengan ketika ia harus mempelari satu bahasa saja. Di sini yang paling penting ialah jadwal. Semakin cepat seorang anak mulai berbelajar bahasa, maka akan semakin mudah ia melakukannya. Sejauh mana ia mampu mempelajari bahasa kedua juga dipengaruhi oleh nilai sosial atas kecakapan seperti itu di lingkungan masyarakatnya.

Advertisement

Incoming search terms:

  • Kalimat akuisisi
  • kata-kata pertama dalam bahasa akuisisi com

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Kalimat akuisisi
  • kata-kata pertama dalam bahasa akuisisi com