Advertisement

unconscious (bawah sadar)

Barangkali satu-satunya gagasan terpenting dalam teori Freud adalah manusia dipengaruhi oleh berbagai gagasan, perasaan, kecenderungan dan cara pikir yang tidak mereka sadari. Topografi asli pemikiran Freud terdiri dari tiga bagian: alam sadar, alam pra-sadar, dan alam bawah sadar. Teorinya bisa diuraikan sebagai berikut: pikiran seperti ruangan teater yang digelapkan, dengan satu lampu sorot untuk menyinari para pemain di panggung. Kesadaran sama dengan pelaku yang sedang disorot pada momen apa pun. Sedangkan pemain-pemain lainnya yang tersinari oleh gerakan lampu sorot yang melintas panggung sama dengan pra-sadar. Untuk melengkapi gambaran Freud ini kita harus membayangkan bahwa ada banyak pemain di luar panggung, yaitu alam bawah sadar. Kecuali jika para pemain ini sedang dalam keadaan transisi menuju panggung itu, maka cahaya alam sadar tidak dapat menyinari mereka. Baik terlihat maupun tidak, di atas maupun di luar panggung, semua pemain ikut ambil bagian dalam drama kehidupan psikologi. Penghalang antara di luar panggung dan di panggung dihilangkan atau diperlemah dalam mimpi-mimpi dan melalui asosiasi bebas yang merupakan teknik dasar psikoanalisis.

Advertisement

Freud memahami bawah sadar sebagai sesuatu yang dinamis. Impuls-impuls bawah sadar diyakini selalu aktif, yang mempengaruhi alam sadar dan pra sadar kadang-kadang melalui cara-cara yang bisa diamati. Penjelasan Freud mengenai kesalahan (yang sekarang umumnya disebut Freudian errors) adalah substitusi pemikiran bawah sadar terhadap apa yang dimaksudian secara sadar. Dengan mempertimbangkan pengaruh-pengaruh bawah sadar ini, Freud menemukan makna dari apa yang dianggap kekeliruan sepele oleh orang lain misalnya, jika seorang laki-laki memanggil isterinya dengan nama ibunya. Teori Freud mengenai humor juga didasarkan atas interaksi dinamis antara alam sadar dan bawah sadar. Gurauan memungkinkan terjadinya perasaan lepas dari berbagai gagasan atau perasaan yang ditekan; sebagai contoh klasiknya adalah gurauan seksual yang agresif.

Teori Freud tentang alam bawah sadar menjadi lebih kompleks dalam tulisan-tulisannya kemudian. Awalnya ia beranggapan bahwa segala sesuatu yang menjadi bagian dari bawah sadar dulunya pernah sadar dan selama sekian lama ditekan. Contoh paradigmatiknya adalah subyek di bawah pengaruh hipnotis diberi instruksi pada pasca-hipnotis, misalnya membuka payung dalam ruangan, tapi diperintahkan untuk melupakan bahwa ia telah mendapatkan instruksi itu. Bila sudah sadarkan diri, orang yang bersangkutan akan mematuhi instruksi-instruksi itu dan membuka payung dalam ruangan, tetapi ia tidak dapat menjelaskan mengapa melakukan sesuatu yang menggelikan itu. Jadi perilakunya dipengaruhi oleh gagasan yang tidak disadarinya. Freud yakin bahwa pasien-pasiennya, sebagaimana orang- orang yang terkena pengaruh hipnotis, mampu melepaskan berbagai gagasan dan perasaan sadar melalui proses defensif yang disebutnya represi. Gagasan-gagasan bawah sadar yang dikekang ini bisa mempengaruhi perilaku pasien; dengan menimbulkan tanda-tanda penyakit neurotik tanpa disadarinya.

Karya klinik Freud menunjukkan bahwa gagasan paling penting yang dikekang mengalami gerak balik ke pengalaman masa kanak-kanak. Kandungan alam bawah sadar itu mestinya adalah berbagai gagasan dan kecenderungan, terutama yang terkait dengan dan agresif yang disebutnya instingtif dan biologis yang ditekan oleh pengaruh moral lingkungannya. Namun yang tertekan itu tetap aktif di alam bawah sadar dan tetap berada dalam interaksi dinamis dengan alam sadar. Dengan demikian konsepsi Freud mengenai bawah sadar itu menekankan pengaruh masa lampau yang berkesinambungan dan irasi-onal terhadap masa sekarang.

Gagasan tentang pemisahan kesadaran itu juga sifat instingtif dari alam bawah sadar tidak orisinal dari Freud. Gagasan-gagasan ini dalam beberapa bentuk bisa dilacak setidaknya sejak Plato. Para filsuf Jerman abad ke-19, Schopenhauer dan Nietzsche, memiliki pandangan tentang hakikat manusia yang mirip dengan Freud. Namun, teori Freud mengenai bawah sadar menghadapi banyak kritik filsafat. Gagasan bahwa sesuatu yang bersifat kejiwaan tidak identik dengan kesadaran dan bahwa kejiwaan itu boleh jadi misteri bagi kesadaran merupakan persoalan yang ditangani pemikiran filsafat. Descartes mengatakan, “Saya berpikir, maka saya ada.” Dia menggunakan pernyataan introspektif ini sebagai landasan teori pengetahuan. Konsep Freud tentang bawah sadar menantang ketentuan semua klaim introspektif mengenai kepastian pengetahuan-diri. Gagasan tentang pengaruh bawah sadar juga terserap dalam pemikiran tentang kebebasan berkehendak. Mungkin karena menekankan aspek-aspek seksual dari bawah sadar itu, pandangan Freud jadi rentan terhadap kritik para filsuf. Filsuf Sartre, yang meski dalam banyak hal menaruh simpati yang lebih besar dibandingkan kebanyakan filsuf kontemporer kepada Freud atas penekanannya terhadap arti penting, tetap menolak konsep fundamental Freud tentang bawah sadar, la menafsirkan represi sebagai memperdayai diri sendiri: bagi Sartre, tidak mungkin membohongi diri sendiri, dan menyatakan represi sebagai keyakinan yang jelek. Konsep Freud mengenai bawah sadar berasal dari kajiannya mengenai mimpi. Ia menganggap bawah sadar (yang terkait dengan masa kanak-kanak, yang primitif, dan yang instingtif) sebagai dorongan untuk melenyapkan ketegangan secara langsung. Mimpi dan pemikiran bawah sadar digambarkan sebagai pemikiran proses primer. Artinya, keduanya tidak reflektif, konkret, simbolis, egosentrik, asosiatif, tidak terikat waktu, visual, fisiognomik, dan animistik, dengan ingatan terorganisasi mengenai dorongan imperatif, di mana hasrat sama dengan tindakan dan di situ terdapat pelepasan radikal dari norma-norma logika misalnya, gagasan-gagasan berbeda yang saling mendukung. Pemikiran proses primer sangat berbeda dengan pelepasan ketegangan yang termodulasi dan adaptif pada proses sekunder. Jika diperbandingkan, pemikiran sadar bersifat reflektif atau terarah, abstrak, spesifik dan berdiri sendiri, berorientasi pada situasi, logis, kronologis, bisa didengar, verbal dan bersifat menjelaskan. Ingatan diorganisasi di sekitar pusat perhatian kesadaran; pemikiran dan tindakan dibedakan secara tegas; pemikiran bersifat rasional dan berorientasi logis. Freud menyatakan bahwa meskipun anak-anak berkembang dari pemikiran proses primer ke sekunder, proses primer tidak hilang tapi tetap aktif di bawah sadar. Proses ini muncul dalam mimpi, pemikiran psikotik, dan dalam berbagai kondisi kemunduran kejiwaan yang lain. Pemikiran pra-sadar dicirikan sebagai perantara di antara kedua tipe pemikiran itu. Perbedaan antara proses primer dan sekunder itu merupakan perkembangan penting dalam reinterpretasi linguistik Lacan terhadap Freud.

Carl Jung, yang bisa dikatakan sebagai tokoh terbesar kedua dalam psikoanalisis sesudah Freud, adalah pendukung awal untuk konsep yang disebutnya bawah sadar kolektif. Ia menyatakan bahwa selain isi yang dikekang, terdapat komponen warisan dari seluruh umat manusia yang tersimpan dalam bawah sadar. Ia mendasarkan konsepsinya pada bukti bahwa berbagai lambang dan kompleks tertentu senantiasa berulang dalam sejarah peradaban manusia. Mitos Oedipus dari Yunani adalah mimpi Oedipus di masa modern. Freud dan Jung mengambil gagasan-gagasan ini dengan sangat harfiah, karena percaya bahwa individu dilahirkan tidak hanya dengan kecenderungan-kecenderungan instingtif, tetapi juga dengan berbagai warisan simbol dan kompleks misalnya, ular sebagai simbol kemaluan laki-laki. Meski akhirnya berbeda pendapat dengan Jung, Freud mempertahankan versinya sendiri mengenai bawah sadar kolektif, yang juga memasukkan gagasan bahwa konsep-konsep moral tertentu seperti tabu juga diwariskan.

Freud kemudian mengkonseptualisasi kembali gagasan-gagasannya tentang bawah sadar dalam istilah ego, superego dan id. Penggunaan id dan bawah sadar saat ini sering dipertukarkan dalam teks psikiatri maupun psikoanalisis. Meskipun teori tentang bawah sadar itu tetap kontroversial bahkan hingga sekarang, namun intuisi bahwa kesadaran tidak sepenuhnya menangkap misteri besar kehidupan kejiwaan kita terus memainkan peran penting dalam pemikiran abad ke- 20.

Incoming search terms:

  • pengertian alam bawah sadar
  • teori alam bawah sadar
  • arti alam bawah sadar
  • definisi alam bawah sadar
  • pengertian alam sadar dan alam bawah sadar
  • pengertian bawah sadar
  • bawah sadar pengertian
  • pengertian alam sadar
  • definisi alam bawa sadar
  • Istilah perasaan bawah sadar disebut juga

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian alam bawah sadar
  • teori alam bawah sadar
  • arti alam bawah sadar
  • definisi alam bawah sadar
  • pengertian alam sadar dan alam bawah sadar
  • pengertian bawah sadar
  • bawah sadar pengertian
  • pengertian alam sadar
  • definisi alam bawa sadar
  • Istilah perasaan bawah sadar disebut juga