PENGERTIAN ALIENASI DAN KAPITALISME MODERN – Ada juga bukti untuk menguatkan validitas pandangan Marxian mengenai alienasi sebagai akibat dari kapitalisme modern. Salah satu analisis tentang alienasi yang terpenting munculbelakangan ini ada dalam karya Harry Braverman (1974), yang merupakan sebuah pengukuhan konsep alienasi Marxian. Minat terpenting dari Braverman tidak tertuju pada pekerjaan di bawah kapitalisme industri awal, yang sangat diakuinya sering merupakan sasaran bagi kelaliman para manajer dan mandor pabrik. Minatnya lebih tertuju pada transformasi kerja sejak awal mulainya kapitalisme monopoli.

Braverman berpendapat bahwa sejak akhir abad xix minat pokok para kapitalis ialah mendapatkan kekuasaan atas kekuatan kerja dan proses kerja. Mereka sudah mendapatkannya melalui implementasi pandangan Frederick Winslow Taylor yang menciptakan suatu sistem organisasi yang dikenal dengan manajemen ilmiah (scientific nzanagement). Menurut Braverman, manajemen ilmiah, dalam kadar tertentu, masih dipakai dalam organisasi kerja di bawah kapitalisme modern, dan bahkan lebih kuat penerapannya dibandingkan masa-masa sebelumnya. Dalam rumusan Taylor, manajemen ilmiah mempunyai tiga prinsip dasar. Pertama adanya pemisahan antara proses kerja dan keahlian para pekerja. Proses kerja diatur sedemikian rupa, sehingga tidak tergantung pada pengetahuan dan keterampilan para pekerja. Manajemen praktis, tak menghiraukan kemampuan pekerja, hanya menetapkan bagaimana kerja dilakukan. Prinsip yang kedua, adanya pemisahan antara konsepsi/perencanaan dan eksekusi/pelaksanaan. Mengutip Taylor, Braverman menulis bahwa prinsip ini menuntut “semua kerja otak seharusnya dikembangkan di perusahaan dan dipusatkan di bagian perencanaan dan pengaturan.” Prinsip ketiga ialah, keberhasilan manajemen memonopoli pengetahuan supaya dapat mengendalikan setiap tahap dalam proses kerja. Braverman kembali mengutip pernyataan Taylor mengenai prinsip ini: “Mungkin unsur tunggal yang paling menonjol dalam manajemen ilmiah ialah tugas memikirkan gagasan. Tugas ini tak hanya khusus mengenai apa yang harus dilakukan, tapi bagaimana bisa dilakukan dan berapa lama bisa diselesaikan.”

Braverman yakin bahwa tindak lanjut praktek manajemen ilmiah telah berakibat bencana bagi para buruh. Kaum buruh modern sangat berbeda dengan pengrajin pada zaman dulu. Mereka tak dapat menghindari alienasi oleh sistem yang dengan kuat ingin menghancurkan prinsip kerja pengrajin, dengan mengurangi pekerjaan sehingga menjadi sangat kecil, berulang-ulang, rutin, dan tidak memungkinkan mereka untuk memikirkan tugas-tugas mereka. Buruh kehilangan dasar kemanusiaan mereka dan dibuat menjadi makhluk otomatis. Lebih lanjut Braverman berpendapat bahwa dehumanisasi proses kerja tidak hanya terjadi dalam kerja pabrik, tapi menjalar hingga hampir ke semua bentuk-bentuk pekerjaan kantor juga.

Walaupun sangat masuk akal, argumentasi Braverman masih terlalu teoritis. Masih harus ditunjukkan lagi bahwa para buruh benar-benar merasa teralienasi sebagai akibat dari organisasi kerja modern. Suatu kajian yang memberi titik terang mengenai masalah ini ialah karya klasik Robert Blauner Alienation and Freedom (1964). Blauner mempelajari reaksi buruh Amerika dari berbagai lingkungan pekerjaan yang berbeda terhadap pekerjaan mereka. Ia menemukan bahwa buruh perakitan mobil relatif tinggi tingkat alienasinya, tapi buruh di percetakan mengalami alienasi yang relatif rendah. Penemuanpenemuan ini menjadi bukti bagi analisis Braverman. Perusahaan mobil di bawah kapitalisme sekarang telah menerapkan organisasi kerja Taylor lebih daripada yang telah dilakukan dalam industri-industri lain. Sebaliknya percetakan yang dipelajari Blauner masih menerapkan cara-cara organisasi kuno: Para buruh mempunyai kontrol perseorangan atas kerja mereka, mereka diharapkan terlib atjuga dalam proses konsepsi dari apa yang mereka kerjakan, keahlian masih diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan mereka, dan mempunyai variasi penting dalam pekerjaan yang dilakukan. Blaunerjuga menemukan pekerj aan yang tidak menimbulkan alienasi di kalangan buruh pabrik kimia. Dalam satu hal, penemuan ini tak seluruhnya sesuai dengan penafsiran Braverman tentang kapitalisme modern, ketika para buruh kimia menghabiskan waktu mereka di depan mesin yang bekerja (dan karena itu menjadi hampir tak tradisional lagi). Tapi di sisi lain, yang samasama pentingnya, ialah bahwa tidak ada yang mengherankan baik hasil temuan Blauner maupun tentang kontradiksinya dengan analisis Braverman. Buruh kimia mempunyai variasi pekerjaan yang cukup banyak, suatu hal yang membebaskan mereka untuk mengontrol pekerjaan mereka sendiri dan, yang terpenting, ada pertanggungjawaban untuk memastikan bahwa teknologi yang mereka pakai telah terbukti sebelumnya. Sebagaimana yang ditekankan oleh Blauner, pekerjaan para buruh ini menuntut kemampuan keterampilan, dan ini membantu memberi arti penting akan harga diri dan kepuasan kerja.

Filed under : Bikers Pintar,