Advertisement

Aliran Frankfurt adalah kumpulan karya berpengaruh dari para anggota Institut fur Sozial forschung yang didirikan di Frankfurt. Jerman, di tahun 1923 sebagai pusat riset Aajian Marxis yang berafiliasi kepada universitas terkemuka di Jerman. Di bawah pimpinan direkturnya yang pertama, yakni Cari Grunberg, institut tersebut aktif mengadakan kajian-kajian empiris, historis dan yang berorientasi pada pemecahan masalah atas gerakan kelas pekerja Eropa, meskipun institut ini tidak mengembangkan kajian teoretisnya sendiri dan sekedar meminjamnya dari Kari Korsch. George Lukacs dan tokoh-tokoh lainnya yang termuat dalam jurnal Archiv fur die Ceschichte des Sozialismus und der Arbeiterbewegung. Max Horkheimer menjadi direktur institut itu di tahun 1930 dan ia berhasil menghimpun sejumlah teorisi berbakat termasuk Erich Fromm, Herbert Marcuse dan T.W. Adorno. Di bawah pimpinan Horkheimer institut tersebut mulai mengembangkan teori interdisipliner yang dimaksudkan sebagai suatu instrumen untuk memahami transformasi sosial. Hal itu diupayakan melalui sintesis filsafat dan teori sosial, dan memadukan unsur-unsur pemikiran dari sosiologi, psikologi, studi-studi budaya, dan ekonomi politik, Hasil-hasil kajiannya diterbitkan pada jurnal mereka, Zeitschrift fur Sozial forschung (1932-41) yang selalu memuat kumpulan artikel dan buku-buku bermutu. Proyek penting pertama yang dikerjakan oleh institut tersebut di masa kepemimpinan Horkheimer adalah studi sistematis mengenai wewenang, yang dikhususkan pada individu-individu yang memiliki wewenang irrasional seperti yang dipunyai oleh rezim-rezim otoriter. Hasilnya adalah dua volume laporan yang berjudul Studien uber Autoritat und Familie (1936) yang sangat berpenganjh. Fasisme adalah topik yang paling diminati selama 1930-an. Kebanyakan anggota institut ini adalah orang-orang Yahudi dan kaum Marxis radikal yang terusir dari Jerman setelah Hitler berkuasa. Sebagian besar di antara mereka kemudian berimigrasi ke Amerika Serikat dan institut itu berafiliasi dengan Universitas Columbia dari tahun 1931 sampai 1949, ketika ia kembali ke Frankfurt. Dari tahun 1936 hingga saat ini, institut tersebut dikenali dari karyanya yang paling menonjol, yakni “teori kritis tentang masyarakat”. Selama bertahun-tahun “teori kritis’ tersebut menjadi ciri pengenal aliran Marxisme di institut itu dan keunikannya terletak pada upayanya untuk menemukan suatu teori sosial interdisipliner radikal yang berakar pada dialektika Hegel- Marx, materialisme historis, serta kritik Marx terhadap ekonomi politik, dan juga pada teori revolusi. Para anggotanya berkeyakinan bahwa konsep-konsep Marx tentang komoditi, uang, nilai, pertukaran dan fetisisme selalu mewarnai bukan saja perekonomian kapitalis namun juga hubungan-hubungan sosial yang ada di dalamnya, di mana hubungan antara manusia dan semua bentuk kehidupan diatur oleh hubungan-hubungan komoditi dan pertukaran serta nilai-nilai. Horkheimer (1937) dalam artikel pentingnya yang berjudul Philosophie und Kritische Theorie (“Teori Tradisional dan Kritis ) menyatakan bahwa karena “perekonomian merupakan pangkal tolak kemiskinan, maka kritisisme teoretis dan praktis haruslah tertuju pada hal tersebut”. Para anggota institut juga percaya bahwa perekonomian kapitalis pada akhirnya akan membawa masyarakat borjuis menuju ke kekacauan melalui siklus produksi, anarkhi, depresi, pengangguran dan konflik yang terkandung di dalam. Mereka yakin peningkatan kecenderungan birokratisasi dan rasionalisasi sosial akan menghancurkan sendi-sendi individualitas dan kebebasan, dan kehancuran itu sendiri merupakan pengorbanan yang harus dibayar bagi berkembangnya sistem kapitalis.

Horkheimer (1937) berpendapat bahwa kandungan teori kritis terdiri dari berbagai konsep yang sudah disempurnakan mengenai perekonomian. yakni: pertukaran yang adil, yang dalam prakteknya telah diselewengkan menjadi ketidakadilan sosial; perekonomian bebas yang menjurus pada dominasi monopolistik; menguatnya hubungan tenaga kerja produktif; serta berlangsungnya proses pemiskinan penduduk, yang kesemuanya merupakan unsur deskriptif inheren dalam kapitalis. Bertolak dari pemikiran itu, para pendukung teori kritis ini mendambakan adanya transformasi kondisi-kondisi sosial yang tidak menyenangkan itu, dan untuk itu mereka mengembangkan pula teori tentang “gerakan historis menuju titik akhir”. Teori kritis juga menyoroti aspek-aspek transformasi sistem kapitalis kompetitif menjadi sistem kapitalisme monopoli dan fasisme, yang kesemuanya dinyatakan sebagai bagian dari proses historis menuju kehancuran kapitalisme itu sendiri yang nantinya akan digantikan oleh sosialisme. Kategori-kategori kelas, eksploitasi nilai surplus, laba, pemiskinan dan kehancuran kapitalisme merupakan pokok-pokok pemikiran Institut Frankfurt di bawah Horkheimer yang kesemuanya diyakini merupakan unsur-unsur yang akan mengoreksi masyarakat. Jadi sebenarnya penyusunan teori kritis tersebut dimotifasikan oleh keinginan beremansipasi dan merombak falsafah praktek sosial demi membangkitkan semangat untuk mengubah keadaan demi mencapai masa depan yang lebih baik. Dalam serangkaian penelitian yang dilaksanakan selama 1930-an, Institut Riset Sosial itu telah merumuskan sejumlah teori tentang kapitalisme monopoli, negara industri baru, peran teknologi dan perusahaan raksasa dalam kapitalisme monopoli itu. industri-industri budaya, dan kemerosotan hakikat individu. Hal-hal inilah yang sangat mewarnai teori-teori sosial selama beberapa dasawarsa berikutnya. Ada satu hal yang perlu dipuji dari institut ini, yakni kemampuannya menghimpun sejumlah besar ilmuwan berbakat dari berbagai disiplin ilmu, dan kemampuannya menciptakan lingkungan yang memungkinkan mereka bekerja sama dengan baik. Karena itulah mereka dapat menghidupkan teori sosial radikal pada masa yang cenderung memusuhi teori-teori seperti itu, dan mereka juga dapat mengembangkan teori Marxis tentang perubahan realitas sosial dan transisi kapitalisme kompetitif menjadi kapitalisme monopoli. Selama Perang Dunia Kedua institut ini terpaksa mengurangi kegiatannya. Adorno dan Horkheimer terpaksa pindah ke California, sementara Lowenthal, Marcuse, Neumann dan tokoh-tokoh lainnya bergabung ke instansi-instansi pemerintah Amerika sebagai upaya keikut-sertaan mereka dalam memerangi fasisme. Adorno dan Horkheimer sempat membuat sebuah buku bersama, yang berjudul Dialectic of Enlightenment (1947) yang memuat kritik-kritik implisit Marxisme terhadap fasisme dan kapitalisme konsumen. Dengan sedikit mengubah penekanan teori sejarah Marxis, mereka berusaha menciptakan suatu falsafah historis baru guna melacak perkembangan pada abad pencerahan yang dimulai dengan munculnya pemikiran-pemikiran ilmiah di Yunani sampai pada terciptanya kamp-kamp konsentrasi fasis, serta industri-industri budaya yang bernaung di bawah kapitalisme Amerika. Mereka mencoba menjelaskan bagaimana rasionalitas Barat berfungsi sebagai instrumen-instrumen dominasi dan bagaimana pencerahan itu justru membawa dampak sebaliknya berupa pemelaratan dan penindasan. Buku ini mengecam rasionalisme dan bentuk-bentuk kajian ilmiah tentang periode pencerahan dan secara implisit mereka menonjolkan Marxisme dibalik label “dialektika pencerahan”. Seusai Perang Dunia Kedua, Adorno, Horkheimer dan Pollock kembali ke Frankfurt untuk membangun institut mereka di Jerman, sementara Lowenthall, Marcuse dan tokoh-tokoh lainnya tetap bermukim di Amerika. Di Jerman, Adorno, Horkheimer dan rekan-rekannya menerbitkan serangkaian buku penting, dan mereka memainkan pengaruh yang sangat besar dalam kalangan intelektual di Jerman. Pada masa itu istilah aliran Frankfurt meluas dan menjadi ciri versi riset sosial interdisipliner mereka, dan juga teori-teori sosial yang dikembangkan oleh Adomc. Horkheimer dan rekan-rekannya. Mereka aktif terlibat dalam berbagai upaya penyusunan kerangka metodologi dan substantif dengan para teorisi sosial lainnya, khususnya yang berkaitan dengan “perdebatan positivisme”, di mana mereka mengecam pendekatan-pendekatan yang lebih bersifat empiris dan kuantitatif dalam teori-teori sosial dan mereka juga berusaha mempertahankan teori mereka sendiri yang lebih bersila: spekulatif dan juga kritis. Para penganut di bawah Adorno dan Horkheimer lambat laun bersikap memusuhi terhadap Marxisme ortodoks, dan sebaliknya merekapun dituduh telah menyebal dari pokok-pokok Marxisme Lenisme atau aliran Marxisme ilmiah. Misalnya teori- teori yang dikemukankan Marcuse dan tokoh-tokoh lainnya yang tidak kembali ke Jerman seusai Perang Dunia Kedua kian berbeda jika dibandingkan dengan teori atau pemikiran Adorno atau Horkheimer. Jadi adalah keliru jika kita menganggar, aliran Frankfurt merupakan suatu pemikiran tunggal dan seragam. Pada 1930 hingga: 1940-an, aliran Frankfurt memang dapat kumpulan teori sosial interdisipliner seragam, namun pada 1950-andan 1960-an istilah tersebut sesungguhnya hanya bisa diterapkan pada karya-karya Institut Riset Sosial di Jerman. Karena itu tidaklah mungkin kita menyebut ciri-ciri unik aliran Frankfurt saat ini dari keseluruhan karyanya. Kita bisa melihat beberapa tahapan perubahannya. Pertama adalah studi-studi empiris-historis di zaman Grunberg. Kedua adalah tahap munculnya teori sosial interdisipliner materialis pada pertengahan 1930-an ketika institut ini mulai dipimpin oleh Horkheimer. Ketiga, fase munculnya teori kritis sosial selama institut ini berada pada pengungsian antara tahun 1937 hingga awal 1940-an. Keempat adalah periode menyebarnya para anggota institut ini ke berbagai negara selama 1940-an, dan munculnya Adorno dan Horkheimer sebagai teorisi utama. Kelima adalah kembalinya institut ini ke Frankfurt. Jerman, selama 1950-an dan 1960-an. Keenam adalah fase perumusan teori kritis oleh Fromm, Lowenthall, Marcuse dan tokoh-tokoh lainnya yang tetap bermukim di Amerika, yang ternyata berbeda dari pemikiran rekan-rekan mereka yang ada di Jerman. Tahap ketujuh adalah berlanjutnya proyek-proyek institut ini dalam mengembangkan teori sosial oleh tokoh-tokoh baru seperti Jurgen Habermas, Oskar Negt, Alfred Schmidt dan sebagainya pada 1970-an dan 1980-an. Pada tahap kedelapan atau yang terakhir adalah munculnya teorisi generasi baru yang aktif di dunia akademik di Eropa dan Amerika Serikat. Dalam mempelajari teori kritis yang dikemukakan oleh aliran ini, kita harus ingat bahwa selalu ada heterogenitas atau keragaman substansi teori, orientasi para teorisinya, dan proyek- proyek yang dilangsungkan dalam rangka merumuskan teori-teori tersebut. Tokoh-tokoh utamanya seperti Adorno, Horkheimer, Marcuse, Habermas atau yang lain, sesungguhnya memiliki pemikiran-pemikiran tersendiri yang tidak sama antara satu sama lain. Persamaannya, teori-teori kritis tersebut cenderung selalu bersifat kritis, empiris, kuantitatif, dan mendukung upaya konstruksi teoretis kritik sosial dan juga transformasi sosial. Dalam perkembangan selanjutnya institut ini tetap aktif dalam perumusan teori-teori sosial hingga pengaruhnya pun terus berlanjut.

Advertisement

Incoming search terms:

  • aliran frankfrut dan marxisme
  • aliran Frankfurt
  • kemunculan aliran kritis dari manjat frankrut
  • hubungan aliran marxisme frankfurt
  • frankfurt aliran
  • frankfurt adalah
  • buku buku tentang teori kritis frankfurt
  • apa itu aliran frankurt
  • apa itu aliran frankfrut dalam sosiologi
  • teori frankfurt adalah

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • aliran frankfrut dan marxisme
  • aliran Frankfurt
  • kemunculan aliran kritis dari manjat frankrut
  • hubungan aliran marxisme frankfurt
  • frankfurt aliran
  • frankfurt adalah
  • buku buku tentang teori kritis frankfurt
  • apa itu aliran frankurt
  • apa itu aliran frankfrut dalam sosiologi
  • teori frankfurt adalah