Sosialisme kelas pekerja.

Pengertian anarcho-syndicalism (sindikalisme anarkis) adalah Seperti ditunjukkan oleh awalan istilah ini, ia adalah variasi dari sindikalisme—serikat buruh revolusioner. Gagasan pokok dari yang disebut belakangan itu adalah bah­wa organisasi yang dibuat oleh buruh untuk membela kepentingan mereka vis­a-vis majikan harus menjadi instrumen untuk menggulingkan kapitalisme dan ke­mudian menjadi unit dasar dari masyara­kat sosialis. Melalui “tindakan langsung” dalam bentuk pemogokan yang berpun­cak pada pemogokan sosial umum, se­rikat buruh akan mengontrol alat-alat produksi dan semua fungsi sosial yang diperlukan, mencabut hak milik kapitalis dan mengganti semua institusi borjuis, dan kemudian mendirikan “sosialisme kelas pekerja” sejati. Dalam gerakan buruh di Perancis, di mana ide-ide ini populer pada 1895-1914, kaum anarkis, terutama Fernand Pelloutier (1867-1901), meme­lopori penyebaran gagasan tersebut. Tetapi di Perancis, sebagaimana di negara seperti Italia, Rusia, AS, Inggris, Swedia, dan Argentina, di mana sindikalisme menjadi kecenderungan utama dari gerakan buruh, tidak semua sindikalis menerima gagasan anarkis—abolisi negara dan organisasi yang didesentralisasikan secara radikal berdasarkan “prinsip federal”. Sindikalis “murni” menganggap gerakan mereka tidak cukup, memandang anarkisme se­bagai salah satu ideologi politik yang saling bersaing. Sindikalis membuka per­tanyaan apakah masyarakat sindikalis akan diorganisasikan sebagai entitas po­litik atau tidak. Di lain pihak, anarkis mengadopsi salah satu dari tiga sikap terhadap sindikalisme. Beberapa pihak menganggap ide-ide sindikalisme terlalu terbatas, atau keliru, dan karenanya tetap menjauhinya. Yang lainnya, yang memandang sindikalisme sebagai cara esensial untuk mewujudkan masyarakat anarkis, mendukung partisipasi dalam gerakan itu tetapi memperingatkan agar tidak menyamakan anarkisme dengan sindikalisme. Pandang lainnya—anarcho­syndicalists—menyatakan bahwa sindikal­isme secara esensial adalah ekspresi dari anarkisme yang telah matang di dalam masyarakat kapitalis kontemporer. Di Spanyol, yang memiliki tradisi anarkis yang kuat, anarcho-syndicalism menjadi kekuatan signifikan dalam membentuk CNT (Confederation Nacional de Trabajo), organisasi yang pada 1936 beranggotakan sejuta orang, tempat di mana kelompok militan FAI (FederaciOn Anarquista Iberica) menjalankan pengaruhnya yang besar. Di Spanyol jugalah, di wilayah Catalonia, anarcho-syndicalists pada bulan-bulan awal perang sipil 1936-9 berusaha mem­bangun sistem “kontrol buruh” atas industri, yang sempat sukses sebentar.

Gerakan buruh Barat. Pengertian anarcho-syndicalism (sindikalisme anarkis) adalah

Kecuali di Spanyol, tendensi sindikalis di gerakan buruh Barat dilemahkan oleh semangat nasionalis yang meledak pada awal perang pada 1914. Gerakan mereka makin lemah setelah kesuksesan Bolsheviks di Rusia pada tahun 1917 yang menyebab­kan banyak penganut sindikalis mening­galkan konsep mereka tentang revolusi yang dipusatkan dalam serikat buruh dan beralih mendukung model Leninis yang menekankan pada peran “garda depan” partai komunis. Serikat dan kelompok sin­dikalis yang tak mau mengikuti jalur ko­munis kemudian pada 1922 membentuk International Working Men’s Association, di mana anggota terbesarnya adalah CNT Spanyol sampai tahun 1939. Kemudian asosiasi ini diganti nama menjadi Inter­national Workers’ Association, dengan 14 cabang di seluruh dunia (termasuk CNT yang sudah lemah dan terpecah). Lembaga ini sampai 1990-an masih menjadi sarana utama untuk mempromosikan gagasan anarcho-syndicalist—tetapi suara mereka makin lemah dalam gerakan buruh yang kini dikuasai kubu reformis.

Filed under : Bikers Pintar,