Sejarah diplomatik.

PENGERTIAN ANNALES SCHOOL (ALIRAN ANNALES) adalah Aliran historiografi ini, jika memang boleh dina­makan aliran, mungkin berhak mengklaim sebagai pemberi kontribusi penulisan sejarah yang paling unik di abad ke-20. Asa1 usulnya biasanya dilacak hingga ke pendirian Revue de synth6e historique oleh Henri Berr pada 1900. Ia berdiri se­bagai bentuk ketidaksukaan, dan bahkan protes terhadap, keyakinan idiografis yang mendominasi historiografi Eropa sejak “revolusi” Rankean—ajakan untuk menu­lis sejarah secara empiris “sebagaimana ia terjadi,” yang didasarkan pada sumber­sumber primer. Sejarah idiografis kemudi­an dilembagakan di Perancis di Sorbonne dan di Revue historique (didirikan pada I 870-an). lieberapa tahun kemudian, yak­ni pada 1953, Lucien Febvre menyatakan bahwa historiografi Perancis, seperti dicon­tohkan oleh figur seperti Gabriel Monod dan Emile Bourgeois, adalah “sejarah yang ditulis oleh orang-orang yang kalah pada 1870.” Dia berpendapat bahwa penekanan mereka pada sejarah diplomatik ditopang oleh semacam sub-teks yang terbaca: “Ah, seandainya kita mempelajarinya secara lebih cermat, kita tidak akan menjadi se­perti sekarang ini”.

Aliran sejarah “insti­tusional”.

Itu bukan berarti ada keberatan ter­hadap pencarian data empiris yang disebut sumber primer. Yang dimaksudkan adalah ada pemahaman bahwa tidak ada sejarah yang layak ditulis yang tidak “sintetis”— seperti tersirat dalam nama jurnal Berr tersebut. Atau seperti dirumuskan Febvr.e, seseorang harus mempraktikkan sebuah histoire pens& yang disusun di seputar histoire-problme yang berbeda dengan melakukan histoire historisante. Henri Berr berusaha membongkar batasan sempit dari “disiplin” dengan membuka jurnalnya pada “disiplin” lain, terutama ilmu sosial. Tradisi ini diperba­rui, ditekankan ulang, dan diperdalam pada 1929 ketika Lucien Febvre dan Marc Bloch bekerja sama mendirikan jurnal yang menjadi nama aliran ini. Ada dua hal yang patut dicatat mengenai jurnal ini. Pertama adalah namanya. Ia dinamakan Annales d’histoire i.conomique et sociale, yang merupakan terjemahan langsung (dan penuh pertimbangan) dari judul ulasan Jer­man yang melahirkan aliran sejarah “insti­tusional” Schmoller, Vierteljahrschrift fr Sozial-und Wirtschaftsgeschichte. (Lihat juga METHODENSTREIT). Judul itu bukan hanya alat identifikasi dengan anti-idio­grafi di Jerman; ia juga merupakan sebuah program. Dikatakan bahwa jurnal itu akan menekankan pada ilmu ekonomi dan so­sial, secara implisit karena mereka lebih lama, lebih penting dan lebih fundamental ketimbang aspek politik dan diplomatik yang merupakan fokus normal dari keba­nyakan penulisan sejarah. Hal kedua yang perlu dicatat adalah lokusnya, penulisnya dan pemhacanya. Jurnal ini bukan berada di Paris, tetapi di Strasbourg tempat di mana Febvre dan Bloch mengajar. Ini adalah perlambang dari marginalitas institusional mereka, yang terus berlanjut walaupun Febvre diangkat menjadi pengajar di College de France dan Bloch di Sorbonne. Jumlah pelanggannya sedikit, hanya beberapa ra­tus orang. Tetapi penulis dan pembacanya sejak awal juga berasal dari luar negeri, dan tema jurnal ini pun bersifat interna­sional. Secara khusus ada hubungan kuat dengan Italia dan Spanyol.

Sejarah ekonomi dan sosial. PENGERTIAN ANNALES SCHOOL (ALIRAN ANNALES).

Dalam edisi revisi The Medi­terranean, dia mengemukakan tantangan dari boutade-nya yang terkenal: “Peristiwa adalah debu” (Braudel, 1982 (1996), vol. 2, h. 223). Pada 1958 dia memublikasi­kan apa yang mungkin merupakan kajian teoretis terpenting dari gerakan Annales, “History and the social sciences”. Dalam artikel inilah ditunjukkan tema besar ke­tiga yang membedakan gerakan Annales dengan gerakan lainnya. selain “sintesis” dan “sejarah ekonomi dan sosial”, juga ada penekanan pada longue duriv, masa struktur kehidupan sosial yang bergerak lambat. Tetapi Brau.fd berhati-hati dalam esai ini dengan menyatakan bahwa longue duriv bukan abadi dan universal tak berubah. Dia menyebut waktu ini “sangat longue dur&” dan mengatakan: “Jika ia eksis, [waktu ini] hanya dapat dijumpai di masa orang bijaksana …” (Braudel, 1958). Tiba-tiba, yakni di antara 1945 dan 1970, epos generasi kedua, gerakan An­nales beralih dari gerakan pinggiran ke pusat dan bukan hanya di Perancis. Pada saat itu VIe Section mengangkat Ecole des Hautes Etudes en Sciences Sociales pada 1975, menjadikannya lebih prestisius di lingkungan universitas di Paris. Annales E.S.C. menjadi salah satu jurnal akademis utama di dunia. Tampaknya hampir semua orang, atau setidaknya banyak sarjana, menganggap diri mereka masuk gerakan Annales.

Kolaborasi intelektual sar­jana.

Pada 1972, Braudel pensiun baik se­bagai editor Annales E.S.C. dan sebagai presiden VIe Section, dan digantikan oleh “generasi ketiga”. Tahun 1970 menandai peluncuran resmi pendirian institusional terakhir dari gerakan Annales, Maison des Sciences de l’Homme, dan di sini Brau­del menjadi administratornya sampai dia meninggal pada 1985. Maison memiliki raison d’etre kolaborasi intelektual sar­jana Perancis dengan sarjana lain di dunia, dalam rangka mencari sintesis yang telah mengilhami Henri Berr pada 1900. Kejadian 1968 membuka horizon in­telektual baru di mana-mana. Di beberapa belahan dunia, kejadian itu membuat sar­jana (dan mahasiswa) untuk pertama kali­nya menerima Annales via media, berjuang melawan sejarah IDIOGRAPHIC dan univer­salisasi ilmu sosial. Di sisi lain, di tempat di mana Annales sudah memberi pengaruh kuat, para cendekiawan sedang memasuki era “post-Marxis”, dan karenanya mereka agak curiga pada penekanan sejarah eko­nomi oleh “generasi kedua”. Gerakan Annales ” generasi ketiga” menggunakan semangat “inklusivitas” dalam mempelajari setiap realitas sosial, yang merupakan bagian dari etos Annales sejak awal. Generasi ketiga menggunakan ilmu sosial untuk mengembangkan ilmu ekonomi dengan cara yang sama seperti generasi sebelumnya yang menggunakan ilmu ekonomi untuk memperluas ilmu politik. Walau tampak jelas bahwa mere­ka makin “inklusif”, namun belum jelas apakah mereka sudah lebih holistik dan “sintetis”.

Spirit Annales. PENGERTIAN ANNALES SCHOOL (ALIRAN ANNALES).

Generasi ketiga berusaha mengem­balikan arti penting arena politik dengan menganggapnya sebagai bagian sentral dari mentalit6. Untuk itu, mereka harus mem­pertimbangkan “kejadian”, meski kejadian itu di dalam bentuk kejadian simbolis. Setelah “generasi ketiga” makin men­duduki banyak tempat di dunia ilmu pen­getahuan—yakni makin banyak jumlahnya dan makin memerhatikan isu-isu empiris­mereka secara tak terelakkan mulai ke­hilangan sense sebagai sebuah gerakan. Kebanyakan Annalistes dewasa ini meno­lak sebutan “aliran Annales” . Lalu apakah ada spirit Annales yang masih tersisa ? Tampaknya masih, dalam pengertian bahwa aspek ekstrem dari na­rasi idiografis dan generalisasi ahistoris masih ditolak. Yang bisa dikatakan adalah bahwa jika bagi generasi pertama dan kedua, via media adalah jalan sempit di antara dua aliran Scylla dan Charybdis yang sangat jahat, bagi generasi ketiga via media menjadi jalan layang antara dua posisi ekstrem yang mulai pudar. Ini adalah perbedaan antara citra diri sebagai David versus Goliath dan pemahaman bahwa apa yang dilakukan seseorang adalah tidak normal dan pantas, tetapi dianggap normal dan pantas. Perubahan nama ini menandai asumsi dari warisan generasi keempat. Mereka tampaknya ingin memulihkan tempat sejarah ekonomi dalam jurnal, yang diabaikan oleh generasi ketiga. Teta­pi, generasi keempat ini tidak membuang apa-apa yang sudah dijalankan oleh ge­nerasi ketiga. Beberapa pihak menganggap ini sebagai jalan kompromi. Mereka juga membuka jurnal pada kontribusi dari mi­crohistory yang berasal dari Italia. Apakah ini pendekatan baru yang berbeda atau apakah pendekatan baru ini akan memam­pukan Annales terus memainkan peran inovatif utama seperti pernah dilakukan pada masa lalu, masih harus ditunggu hasilnya.

Filed under : Bikers Pintar,