Advertisement

Yang pada akhir dasawarsa 1980-an mulai banyak digunakan di rumah-rumah penduduk di Indonesia, sebenarnya hanyalah satu dari bermac -macam antena “pengarah” dengan bidang pemantul berbentuk paraboloid. Dalam pelajaran aljabar yang membahas fungsi kuadrat, dikatakan bahwa parabola ialah garis yang menjadi tempat kedudukan titik-titik yang memenuhi persamaan kuadrat tertentu. Kalau garis itu diputar mengelilingi sumbu simetrinya, akan terjadi sebuah bidang lengkung yang dinamakan paraboloid.

Antena Reflektor Paraboloid. Sebuah antena parabola secara ilmiah seharusnya disebut antena reflektor par. oloid. Sirip-sirip yang menjadi penguat antena pai«jola dilengkungkan sedemikian rupa dengan mengikuti bentuk sebuah parabola. Titik tengah bidang lengkung, yang biasanya dibentuk dari kasa aluminium, merupakan titik puncak fungsi parabola yang direncanakan. Garis yang ditarik tegak lurus terhadap bidang paraboloid dan melalui titik ini merupakan sumbu atau aksis antena parabola. Di salah satu titik sepanjang aksis inilah diletakkan antena yang sebenarnya.

Advertisement

Bidang paraboloid mempunyai watak-watak yang mengur ngkan apabila dipakai sebagai bidang pantul (reflektor) antena radio, karena gelombang radio yang datang sejajar dengan sumbu paraboloid akan dipantulkan ke arah satu titik tertentu di depan bidangnya dan berada di sumbunya, yang dinamakan titik api atau fokus. Fokus paraboloid itu merupakan titik yang paling banyak menerima sinyal pantulan gelombang radio yang datang. Dengan begitu, mudah dibayangkan bahwa di titik ini akan terjadi penguatan penerimaan yang paling besar. Makin luas bidang pantulnya, makin besar pula penguatannya. Apabila dipasang sebuah antena pada titik fokus ini, baik an-tena penerima seperti halnya pada antena parabola untuk mengintip acara televisi negara tetangga maupun antena pancarima (pemancar dan penerima sekaligus) seperti radar, misalnya, akan didapatkan penguatan sinyal radio yang sangat besar.

Penguatan sebuah antena terhadap energi elektro-magnetik yang berupa getaran radio disebut antenna gain, dan diukur dalam satuan desibel, disingkat dB, sebuah angka perbandingan terhadap nilai penguatan yang dilakukan oleh sebuah antena pembanding yang baku. Sebuah antena parabola bagi pemancar berfrekuensi sangat tinggi (gelombang mikro) bisa membahayakan orang yang berada di depannya. Selain gelombang mikronya sendiri sudah berbahaya, penguat-an yang terjadi atas gelombang tersebut akan mencapai derajat yang bisa berakibat fatal bagi makhluk hidup.

Sebuah antena akan memancarkan gelombang radio dengan arah yang ditentukan oleh tipe antena yang dibuat. Antena berbentuk pecut mempunyai pola pancar ke segala arah (omni-directional), berbeda dengan antena yang memang dimaksudkan untuk menerima atau mengirim sinyal radio dengan arah tertentu. Jenis yang terakhir ini, meskipun mempunyai arah pancar tertentu, mempunyai pola pancar yang tidak merupakan garis lurus tipis seperti tarikan pinsil. Polanya membentuk sudut tertentu terhadap kedudukan antena. Makin lebar sudut pancarnya, makin kurang kemampuannya untuk mengarahkan pancarannya. Dengan konstruksi khusus, sudut pancar bisa dibuat sangat kecil sehingga memenuhi tuntutan sebagai antena yang peka arah.

Antena parabola memiliki sudut pancar yang sangat sempit. Sebuah satelit berdiameter kecil, yang ratusan kilometer tingginya dari permukaan bumi serta ribuan kilometer jauhnya dari stasiun penerima, bisa dilacak dengan mudah meskipun harus memakai teknologi khusus. Watak-watak antena parabola seperti itulah yang membuatnya “sangat laris” dipakai sebagai antena komunikasi modern. Antena parabola menjadi identik dengan sistem telekomunikasi mutakhir.

Incoming search terms:

  • pengertian parabola
  • pengertian antena parabola
  • materi antena parabola
  • karakteristik antena parabola

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian parabola
  • pengertian antena parabola
  • materi antena parabola
  • karakteristik antena parabola