Advertisement

Antropologi kultural/budaya adalah studi tentang praktek-praktek sosial, bentuk-bentuk ekspresif, dan penggunaan bahasa, di mana makna diciptakan dan diuji sebelum digunakan oleh masyarakat manusia. Istilah ini biasanya dikaitkan dengan tradisi riset dan penulisan antropologi di Amerika. Pada awal abad 20, Franz Boas (1940) mengajukan tinjauan kritisnya terhadap asumsi-asumsi antropologi evolusioner dan implikasinya yang cenderung bersifat rasial. Boas menyoroti keberpihakan komparasi dan generalisasi antropologi tradisional yang dinilainya tidak tepat, yang selanjutnya mengembangkan aliran baru yang kemudian sering disebut antropologi Boas. Di mata para antropolog lainnya, seperti George Stocking (1974: 19), aliran Boas itu telah merumuskan konsep kebudayaan yang “relativistik, pluralistik, holistik, integratif dan sesuai dengan kerangka kerja studi perilaku manusia”. Penekanan aliran Boas pada serangkaian kategori dan asumsi yang seringkah tidak muncul dalam alam sadar mendorong para antropolog untuk berfokus pada makna ketimbang fungsi dan praktek sosiokultural, serta arti penting kekhususan makna ketimbang konstruksi hukum- hukum dan prinsip sosiokultural. Lebih lanjut, hal itu mengembangkan paradigma baru yang tidak hanya mewarnai perkembangan antropologi di AS, namun juga di Perancis. Edward Sapir, salah seorang mahasiswa Boas, menggunakan asumsi-asumsi baru dari gurunya itu ke berbagai tulisannya mengenai keragaman perspektif dalam masyarakat. Setidak-tidaknya sejak 1970-an, kalangan antropolog budaya telah menerapkan asumsi-asumsi Boas secara luas, sekalipun sebagian dari mereka masih mempertahankan pandangan lama tentang kebudayaan. yakni sebagai suatu yang tersusun dari serangkaian tanda dan makna. Hal ini di masa selanjutnya menumbuhkan kajian yang melihat kebudayaan sebagai sesuatu yang tersusun dari empat unsur: pertimbangan politik, hubungan-hubungan kekuasaan, pengaruh bahasa, serta preferensi dan pemikiran individual, yang kesemuanya membentuk spektrum riset dan tulisan antropologi budaya hingga sekarang.

Politik representasi: Argumen penting Edward Said dalam Orientalism (1978) mengritik tulisan antropologi Barat tentang masyarakat di wilayah jajahan, yang dianggapnya kelewat statis, menyederhanakan permasalahan, dan tidak memberikan kontribusi yang berarti. Menurut Said, ini dikarenakan para penulisnya masih terpaku pada metode-metode lama yang sudah terbukti kurang layak dipakai untuk menyusun sebuah karya ilmiah, dan mereka tidak menyimak perkembangan-perkembangan baru dalam antropologi budaya. Sialnya, karena tidak ada karya pembanding, tulisan-tulisan yang melenceng itu terlanjur diterima para ilmuwan Barat sebagai sumber rujukan yang sahih tentang masyarakat non-Barat.

Advertisement

Kebudayaan dan kekuasaan: Defisini ala Boas dan definisi struktural lainnya tentang kebudayaan bertumpu pada asumsi-asumsi yang menyisihkan kepatuhan dan penguasaan masing-masing anggota masyarakat terhadap kebudayaannya, atau tentang sejauh mana unsur-unsur kebudayaan itu dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Antropologi budaya, sejak munculnya karya Pierre Bourdieu, justru kian menekankan penggunaan taktis diskursus (penyebalan) budaya dalam kehidupan sosial sehari-hari dan, akibat pengaruh tulisan Michael Foucault, cara-cara pemanfaatan proposisi-proposisi budaya untuk melayani kalangan tertentu di masyarakat. Antropologi feminis dan riset-riset tentang politik kelas dan ras juga memberi pengaruh penting, khususnya dalam penafsiran kebudayaan sebagai ajang pertentangan dan konsensus. Banyak antropolog feminis yang mengalihkan perhatiannya pada estetika dan politik ritual, cerita rakyat, lagu-lagu dan bentuk tradisi ekspresif lainnya yang secara implisit maupun eksplisit mengkritik diskursus budaya otoritatif yang menyangkut gender, kekerabatan, dan lembaga-lembaga ekonomi- Politik. Tulisan-tulisan etnografi menjadi fokus perhatian ketika para pelaku antropologi budaya mencoba mengungkap hubungan antara kebudayaan dan kekuasaan, yang antara lain dipicu oleh munculnya karya James C. Scott. Hubungan itu ternyata sangat kaya warna, baik di masa kolonial maupun pasca kolonial. Dalam studi ini terungkap bahwa “tradisi” memainkan kata kunci dalam kekuasaan.

Bahasa dalam antropologi budaya: Pergeseran makna kebudayaan dalam antropologi, dari yang statis serta mengutamakan konsistensi dan homogenitas ke definisi yang mengutamakan heterogenitas, selanjutnya menimbulkan pergeseran fokus, dari konsepsi-konsepsi Boas dan strukturalis yang mementingkan peran bahasa sebagai sistem formal abstraksi kategori-kategori budaya ke strategi-strategi linguistik yang dipakai mengkonstruksikan dan merekonstruksikan status, identitas, dan hubungan-hu-bungan sosial dalam berbagai situasi. Para antropolog budaya sering menggunakan istilah “diskursus” (discourse) untuk mencirikan bahasa yang digunakan dalam kegiatan itu. Namun pada akhirnya, pergeseran itu kembali bermaksud mengaitkan bahasa dan kebudayaan dalam hubungan-hubungan kekuasaan, dengan penekanan pada pemanfaatan pragmatis instrumen linguistik sebagai perangkat penyusun kategori-kategori budaya yang lazim muncul dalam kegiatan sosial.

Jati-diri dan emosi : Untuk membedakan antropologi budaya dari tulisan-tulisan etnografi yang menganggap kebudayaan bersifat monolitik dan homogen, aspek emosi dapat dikedepankan Antropologi budaya memberi perhatian serius atas peran emosi dalam kehidupan sosial. Karya-karya rintisan seperti yang ditulis Ruth Benedict memandang kepribadian manusia tak terpisahkan dari kebudayaannya. Analisis-analisis yang lebih mutakhir terhadap bahasa personal yang digunakan para penulis dalam menyusun ceritanya, ternyata mengungkapkan diskursus kultural emosi, yang diyakini bisa memberi petunjuk tentang sejarah hidup dan pola hidupnya sehari-hari. Kajian seperti ini kian berkembang dengan dukungan psikoanalisis yang juga teras tumbuh, sehingga kini para antropolog budaya dapat mempelajari kelenturan dan kontekstualitas konsepsi jati diri, dalam kaitannya dengan kebudayaan.

Incoming search terms:

  • antropologi budaya
  • pengertian antropologi budaya
  • antropologi budaya adalah
  • jelaskan pengertian antropologi budaya
  • arti antropologi budaya
  • apa yang dimaksud dengan antropologi budaya
  • pengertian antropologi kebudayaan
  • antropology budaya
  • pengertian antropoli budaya
  • apa yg dimaksud antropologi budaya

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • antropologi budaya
  • pengertian antropologi budaya
  • antropologi budaya adalah
  • jelaskan pengertian antropologi budaya
  • arti antropologi budaya
  • apa yang dimaksud dengan antropologi budaya
  • pengertian antropologi kebudayaan
  • antropology budaya
  • pengertian antropoli budaya
  • apa yg dimaksud antropologi budaya